suara rakyat

Latest Post

Antisipasi Laka Lantas, Aktifis Paguyangan Pasang Himbauan Truk Bermuatan OverLoad

Written By suararakyat on Monday, April 6, 2020 | 3:21 PM

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Upaya mengantipasi agar tidak terulang kembali kejadian kecelakaan lalulintas (Laka) di jalur ruas Purwokerto - Tegal, beberapa komunitas masyarakat Brebes bagian selatan memasang spanduk himbauan larangan bagi kendaraan khususnya dari arah selatan yang bermuatan tonase lebih dari 8 ton dilarang melintas di jalur Ajibarang - Prupuk, maupun dikawasan flay over Kretek kecamatan Paguyangan. Hal tersebut ditegaskan Kordinator aktifis Paguyangan Rokhmat, Senin (6/4).

Rokhmat mengatakan, sebenarnya pemasangan spanduk yang sama pernah dilakukan setelah kejadian Laka maut pada beberapa tahun yang lalu. Namun tidak dihiraukan sehingga terjadi kembali Laka yang sama. Dan saat ini pihaknya bersama aktifis lainnya kembali memasang spanduk larangan tersebut di beberapa titik sudut jalan hingga ke wilayah Banyumas atau perbatasan Banyumas - Brebes, katanya.

Dijelaskan Rohmat, pemasangan spanduk larangan tersebut merupakan kepedulian terhadap masyarakat pengguna jalan raya agar tidak menjadi korban Laka.

Rokhmat meminta kepada aparat terkait, manakala kendaraan bermuatan overload melaju menuju ke Utara/ Bumiayu, sebelum melintas jalur flay over kretek agar di stop dan ditindak tegas termasuk petugas jembatan timbang Ajibarang Banyumas agar tidak meloloskan kendaraan yang mekebihi tonase labih dari 8 ton.

Sementara Danramil 11/Paguyangan Kapten Arh Suryadi, pihaknya mengapresiasikan dan sangat mendukung dengan langkah yang dilakukan oleh beberapa komunitas.

Menurut Suryadi, peristiwa kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa tiga tahun terakhir ini terjadi di turunan antar flay over desa Kretek mengarah ke Bumiayu. Hal ini menimpa truk yang tonasenya besar sehingga pada saat jalan menurun di mungkinkan rem tidak kuat sehingga terjadi kecelakaan.

Kelebihan muatan tentu langkah yang kita ambil berkoordinasi dengan pihak terkait agar jembatan timbang di fungsikan sebagai mana mestinya, ujar Suryadi.

" Pemasangan spanduk sangat baik dijadikan sebagai rambu rambu untuk lebih berhati-hati dalam berkendara " pungkasnya. imam (r)

Pemuda Pancasila Tegal Selatan Kota Tegal Bantu Pemerintah Pantau Perkembangan Covid-19

Tegal,(suararakyattegal.com),-Penyebaran virus Corona atau Covid 19 sungguh sangat meresahkan dunia dan masyarakat kota Tegal pada khususnya, pasalnya dari hari ke hari secara nasional maupun lokal peningkatan penderita corona baik PDP maupun ODP meningkat tajam.

Perihal tersebut PP Tegal Selatan merasa terpanggil dan mbantu pemerintah dalam pemantauan perkembangan covid 19. Kendati bantuan tersebut hanya dengan mengecek suhu tubuh namun disampaikan salah satu anggota PP Tegal Selatan Kota Tegal, Joko Purwanto, sejak tanggal 2 April 2020 bertugas dirinya berhasil menemukan dua orang ODP dengan hasil pengecekan suhu tubuh mencapai 39 derajat celcius.

Menurut Joko, peningkatan jumlah PDP maupun ODP akibat virus Corona yang tersiar di televisi maupun yang terjadi di Kota Tegal ini menjadikan kami dari Pemuda Pancasila Kecamatan Tegal Selatan tergerak untuk membantu pemerintah dalam pencegahan virus tersebut. Meski hanya dengan melakukan pengecekan suhu tubuh dan sejak tanggal 2 April 2020 bertugas kami berhasil menemukan masyarakat dengan panas suhu 39 derajat celcius, yang artinya masuk dalam vase terpantau atau ODP dan segera kami laporkan kepada dinas terkait" tandas Joko Purwanto, Minggu (5/4) kemarin.

Tambahnya, pelaksanaan kegiatan tersebut di bagi menjadi 4 shift dalam 24 jamnya.

" Harapan kami, semoga apa yang kami lakukan bermanfaat dan dapat membantu pemerintah dalam keikutsertaan pemantauan perkembangan covid 19 ini " pungkasnya. dn(r)

Memutus Mata Tantai Covid 19, Kecamatan Salem Buka 3 Posko di Perbatasan

Salem,(suararakyattegal.com),-Ratusan pengendaran kendaraan bermotor yang melintas di Tiga jalur perbatasan memasuki wilayah kecamatan Salem kabupaten Brebes terus dilakukan pemeriksaan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid - 19) pemeriksaan dilakukan di setiap Posko perbatasan selama dua hari (Jumat-Sabtu)

Hal ini disampaikan Pelda Jahri salah satu anggota piket posko Pengamanan terpadu diperbatasan Salem (Brebes) - !Majenang (Cilacap) saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dikatakan Jahri, kegiatan yang dilakukan secara serempak ini dengan melakukan pemeriksaan, mendata supir, penumpang dan penyemprotan untuk menormalisir penularan Virus Covid 19 masuk ke wilayah Salem.

Dijelaskan Jahri, untuk di wilayah kecamatan Salem dalam cegah covid 19 ada 3 Posko perbatasan diantaranya Posko di Gunung Lio perbatasan Salem-Banjarharjo, Posko perbatasan Salem-Majenang dan Posko perbatasan Salem-Bantarkawung.

Dari hasil ketiga posko tersebut melakukan pemantauan dan pemeriksaan selama dua hari berhasil memeriksa kendaraan mobil Trevel 9 unit, mobil pribadi 19 unit, Sepeda motor 25 unit. Pengemudi dan penumpang berkendaraan mobil dan sepeda motor berjumlah 176 orang dinyatakan suhu tubuh normal jelasnya. imam(r)

Prihatin Covid 19, Anggota DPR RI Dewi Aryani Peduli Wilayah Dapil IX Jateng

Written By suararakyat on Sunday, April 5, 2020 | 1:22 PM

Slawi,(suararakyattegal.com),- Dengan semakin meluasnya sebaran virus corona dan semakin banyaknya masyarakat yang di nyatakan ODP, PDP, bahkan positif. Sehingga kondisi masyarakat juga semakin memperihatinkan.

Dengan wabah corona yang berkepanjangan, mulai banyak pengangguran karena, pemudik dari jakarta rata-rata mereka yang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Bahkan kondisi saat ini juga disinyalir akan mengakibatkan aktivitas dalam dunia usaha sedikit menurun termasuk di wilayah Jateng 9.

Dewi Aryani anggota komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan bahkan telah bergerak dalam 3 minggu ini bersama sama dengan tim melakukan sosialisasi ke masyarakat. Bagaimana cara melawan corona dan cara melakukan social distancing. Ribuan sticker disebar agar masyarakat memahami utuh bahaya corona.

Dalam kegiatan kunjungan di dapil kali ini Dewi Ariani, yang akrab disapa DeAr, membantu masyarakat dan tenaga medis di wilayah jateng 9 ( Kab Tegal, Kab Brebes dan Kota Tegal), yaitu mulai dari mendistribusikan APD ke beberapa rumah sakit dan klinik, Sabun , Hand Sanitizer, Masker non medis untuk masyarakat, Kaos, Tumbler Hingga membagikan sembako.

Dewi dan tim juga melakukan monitoring diberbagai desa, sekaligus memasang spanduk-spanduk himbauan untuk mengingatkan masyarakat yang pulang mudik agar melapor ke pihak desa setempat. Tim juga bergerak mendistribusikan  ribuan box biskuit untuk para ibu hamil dan balita agar mereka terjaga kebutuhan gizinya. tio(r)

Putus Penyebaran Covid 19, Kecamatan Salem Tutup Tiga Pasar Tradisional

Salem,(suararakyattegal.com),- Upaya pencegahan virus corona di wilayah kecamatan Salem kabupaten Brebes,  lokasi pasar tradiosional yang berada di tiga desa aktifitasnya sementara ditutup sampai waktu yang belum ditentukan, ujar Camat Salem Drs Nur Ari HY diruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Nur Ari, penutupan tersebut berdasarkan atas musyawarah tingkat desa, dan di sepakati bersama kepala desa, BPD, Tokoh Masyarakat dan para pedagang pasar yang menyadari akan bahaya Covid 19 atau Virus Corona.

" Penutupan Pasar tradisional di Tiga desa tersebut diantaranya pasar pagi, pasar pahing (Salem) dan pasar manis (Bantarsari) dan pasar desa (Bentar) guna memutus mata rantai penyebaran virus corona " katanya.

Nur Ari menjelaskan, pasar-pasar tersebut ditutup sementara setelah melihat kondisi di lapangan sampai dengan saat ini terjadi peningkatan jumlah  pemudik maupun warga / orang dalam pengawasan (ODP) di kecamatan Salem.

Menurutnya penganggulangan Covid 19 yang ada di Poskos desa Pasir panjang dan posko di Mulyasari Banjaran, terdata jumlah pemudik mencapai 2 ribu lebih, tentunya perlu kewaspadaan sehingga tempat keramaian perlu ditiadakan sementara pungkas Nur Ari. imam(r)

Beton Pembatas Isolasi Wilayah Jalan Provinsi Kota dan Kabupaten Dibuka Kembali

Written By suararakyat on Thursday, April 2, 2020 | 10:56 PM

Tegal,(suararakyattegal.com),- Beton pembatas jalan provinsi, antar kabupaten tegal, kabupaten Brebes dan Kota Tegal akhirnya di geser bersih. Pelaksanaan karantina wilayah di kota Tegal harus di evaluasi dan menyesuaikan dengan PP dan Keppres yang telah terbit. Tnggal menunggu peraturan menteri sebagai rujukan semua pemda termasuk kota Tegal.

Dewi Aryani Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, bahwa penggeseran beton saat ini adalah langkah yang tepat, dan Walikota Tegal sudah kembali patuh kepada pemerintah pusat, apalagi jalan yang di beton adalah sebagian jalan provinsi dan antar kota kabupaten.

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan PP dan Perpres terkait kekarantinaan wilayah dan meminta syarat-syarat detail mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) segera dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan.

Tinggal nanti Menkes segera mengatur lebih rinci dalam Permen, apa kriteria daerah-daerah yang bisa diterapkan PSBB. Angka apa yang bisa diterapkan oleh daerah, terang Dewi.

Lanjut Dewi, Pemerintah pusat telah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat dan PSBB sebagai rujukan bersama dan mulai dari presiden, menteri, gubernur, bupati, wali kota sampai kepala desa, lurah harus satu visi yang sama. Pemda tinggal tunggu Permen yang nantinya menjadi rujukan bersama.

"Satu komando melawan corona akan membuat kita semua memiliki jiwa gotong rotong yang nyata. Tidak ada yang boleh menentang pemerintah pusat karena pemda pemda bukan negara bagian, kita semua adalah satu, NKRI”, tandas Dewi Aryani.(*)