Latest Post

Kapolres Brebes Himbau Pengguna Jalan FO Perhatikan Keselamatan

Written By suara rakyat on Monday, November 20, 2017 | 1:03 PM

Paguyangan,(suararakyattegal.com) - Kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di Fly Over (FO) Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, itu berawal akibat pelanggaran terhadap aturan lalu lintas. Hal itu diungkapkan Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto, SH SIK MSi, saat meninjau ke lokasi  FO Kretek, belum lama ini. 
Kapolres Brebes,  AKBP Sugiarto, SH SIK MSi mengungkapkan, prinsipnya semua kecelakaan diawali oleh pelanggaran, termasuk yang banyak terjadi di FO, sehingga diharapkan semua pihak terutama para pengemudi atau pengguna jalan yang melintasi Flyover Kretek selalu memperhatikan faktor keselamatan. Terutama saat turun hujan dan jalan kondisi basah agar lebih berhati-hati dan tidak melanggar aturan lalu lintas.
Menurutnya, pihaknya  dan juga pihak terkait lainnya terus berupaya untuk dapat menekan terjadinya kecelakaan. Upaya tersebut dilakukan mulai dari himbauan penambahan personil dan juga pembuatan rambu dan pemisahan jalan. 
Sementara itu, adanya rencanya warga yang akan melakukan aksi unjuk rasa di FO, pihaknya tidak akan melarang karena sudah diatur dalam undang-undang tentang penyampaian pendapat di depan umum. Namun pihaknya mengingatkan agar dilaksanakan dengan cara damai dan tidak anarkhis,  juga pengunjuk rasa nantinya tidak melakukan pemblokiran jalan yang dapat mengganggu kepentingan umum, ujar  Kapolres  Brebes yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Brebes Satibi, Danramil dan Kapolsek Paguyangan serta lainnya.imam(r)

PLN Respon Baik Komplain Disperkimtaru Kota Tegal

Tegal,(suararakyattegal.com)-Kurangnya koordinasi dan komunikasi dalam penanganan pemangkasan pohon antara PLN dan Dinas Permukiman dan Tata Ruang Pemerintah Kota Tegal menjadikan miskomunikasi. Karena sering ditemukan hasil pemangkasan pohon yang mangkrak di pinggir jalan, oleh Disperkim kinerja PLN dianggap melanggar Undang-undang no. 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. Sementara pihak APJ PLN ( persero ) area Tegal merespon baik komplain tersebut dan dianggapnya menjadi masukan yang baik sehingga kedepannya dapat dilakukan koordinasi dan komunikasi.
Disampaikan Manager Rayon APJ PLN (PERSERO) area Tegal Kota melalui Bagian supervisor teknik PLN area Tegal Kota, Rifki Ade Ardiansyah.
Bahwa Kota Tegal memiliki banyak titik yang harus dilakukan pemangkasan pohon. Pasalnya, bahaya tingkat tinggi akibat terjangan angin besar, hujan lebat serta sabetan pohon yang menjulang tinggi diatas kabel listrik, sudah melebihi batas aturan yang tertera dalam PUIL (Pengaturan Umum Instalasi Listrik). Standar ketinggian pohon 3 Meter di bawah kabel listrik, serta PS PLN (Pengaturan Standar PLN) ketinggian listrik 2,5 Meter di bawah pohon, harus dilakukan tindakan pemangkasan secepatnya. 
APJ PLN ( PERSERO ) area Tegal Kota membentuk team inspeksi jaringan dan team pemeliharaan yang salah satunya adalah pemangkasan sejumlah pohon yang ketinggianya melebihi peraturan yang tertera dalam PUIL dan PS PLN.
“ Masukan yang bagus, dan kedepannya berharap ada komunikasi lebih baik dan koordinasi karena semua bertujuan sama yaitu menjadikan masyarakat aman dan nyaman", ucapnya, belum lama ini.
APJ PLN (Persero) juga membentuk team inspeksi jaringan yang bertugas memantau pohon yang menjulang tinggi serta team pemeliharaan yang bertugas memotong atau memangkas pohon, sementara PLN sendiri ikut memantau tentang kebersihan usai dilakukan pemangkasan tersebut. Bila ditemukan hasil pemotongan pohon yang tampak mangkrak di pinggir jalan, hal tersebut dimungkinkan karena waktu yang kurang memadai sehingga dialihkan pada waktu kerja selanjutnya. 
"Saya rasa ini hanya miskomunikasi saja” Tandas Rifki.
Tambahnya, harapan kami kedepan ada komunikasi yang lebih baik, dan kamipun berterimakasih telah ada media yang berkenan memberikan informasi ini, yang kedepannya dapat seiring sejalan demi keamanan dan kenyaman masyarakat kota Tegal. Dn(r)


Kadis Perkimtaru Kecewa Pada Kegiatan PLN Dan DPU Kota Tegal

Tegal,(suararakyattegal.com)-PLN dan DPU menjadi sorotan kepala Dinas Permukiman dan Tata Ruang Pemerintah Kota Tegal, Sugeng Suwaryo, pasalnya semenjak dirinya menempati posisi sebagai kepala dinas tersebut menemukan kinerja PLN dari sisi penebangan pohon yang kurang profesional karena usai dilakukan penebangan hanya di singkirkan dan ditinggalkan di pinggir jalan. Sementara DPU juga dianggap kurang profesional karena pelaksanaan pembangunan trotoar di bawah pengawasan Cipta Karya di jalan Sudirman Kota Tegal mengakibatkan banyak pot tanaman yang pecah, sehingga PLN dan DPU dianggap perlu melakukan koordinasi dan meningkatkan profesionalisme kerja.
“ Penebangan pohon oleh PLN seharusnya jangan semena-mena dengan tidak melakukan ijin terlebih dahulu, hasil penebangan di tinggal di pinggir jalan itu bisa dianggap melanggar pasal 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, sementar saya juga kecewa terhadap DPU khususnya bidang cipta karya, saya komplaint karena penggarapan trotoar di jl. Jend Sudirman sampai dengan memecahkan pot-pot tanaman yang alasanya pembangunan itu harus dilaksanakan karena harus ada perbaikan. Seharusnya minimal yang sopan dan menghargai bukan malah memecah pot tanaman dan tampak terjadi pembiaran, saya minta pot-pot tanaman yang pecah diganti karena itu milik aset tahun anggaran 2015” Tegas Sugeng Suwaryo.

Tambahnya, profesionalisme kerja harus senantiasa tertanam oleh berbagai pihak demi ketertiban, kenyamanan dan kerjasama yang baik.Dn(r)

50 Wartawan Brebes Kunjungi Hutan Dewi Mangrove Pandansari

Brebes, (suararakyattegal.com) – Dinas Komunikasi Informasi Dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes adakan PressTour dengan menggandeng sekitar 50 awak media, baik dari media cetak, On Line maupun elektronik.Sabtu (18/11) kemarin. Tempat tujuan prestour tersebut tidak jauh-jauh dari wilayah Brebes itu sendiri yaitu ke obyek wisata Dewi Mangrove Pandansari yang tepatnya berada di desa Kaliwlingi Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes.
Kepala Dinkominfotik  Kabupaten Brebes Johari SH mengatakan, acara prestour ini sengaja diadakan setiap tahunnya, untuk menjalin silaturahmi antara pemerintah daerah (Pemda) Brebes dan wartawan yang bertugas melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Brebes. Dan tujuan prestour ke tempat wisata yang ada di wilayah Brebes itu sendiri yaitu untuk mengenalkan bahwa di Kabupaten Brebes memiliki 27 obyek wisata yang potensial, dan patut diakui keindahannya.
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam sambutannya menambahkan, Brebes telah memiliki 27 obyek wisata yang potensial, sehingga kita sengaja datang kemari untuk bersama-sama ikut mengembangkan potensi wisata yang ada  biar lebih dikenal di masyarakat luas. Lanjut Idza, kepada seluruh awak media yang ikut prestour kali ini untuk dapat membantu mengangkat atau mempromosikan obyek wisata hutan mangrove biar bisa mendatangkan wisatawan dari asing, pintanya.

“Saya berharap kepada warga sekitar obyek wisata agar tetap menjaga kelestarian alam dan ikut membantu pembangunan obyek wisata dengan cara menata kampung biar kelihatan rapi dan tidak membuang sampah sembarangan”, harapnya. tio(r)

20 ASN Kabupaten Tegal Terjaring Razia Satpol PP

Written By suara rakyat on Friday, November 17, 2017 | 10:40 AM

Slawi,(suararakyattegal.com) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal kembali menjaring Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) saat berada di tempat keramaian pada jam kerja. Mereka tidak bisa berkutik saat dipergoki sedang belanja dan jalan-jalan di super market serta tempat keramaian lainnya. Rabu(15/11) kemarin.
Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal M Berlian Adjie melalui Sekretaris Zaenal Arifin mengatakan, razia berhasil menjaring 20 Aparatur Sipil Negara (ASN), 11 diantaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selebihnya 9 orang merupakan tenaga honorer, guru dan perangkat desa.
“Mereka hanya kami data dan kita bina ditempat. Nanti hasilnya kami laporkan ke Pak Bupati, Sekda, dan BKD untuk pembinaan lebih lanjut", ujarnya.
Bagi PNS yang berkali-kali terjaring bisa dapat sanksi penurunan pangkat / penundaan kenaikan pangkat dari Bupati,” tambahnya.
Menurut Kepala Bidang Tramtibum, Susworo, Razia ASN mendasari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Selain itu, pihaknya juga mendasari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tegal Nomor 7 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum (tibum). Dalam perda itu, ada 12 tata tertib. Salah satunya tertib aparatur daerah, seperti pamong desa dan PNS.
Perda itu juga menyatakan bahwa setiap PNS dan lembaga pemerintah daerah dilarang bepergian didalam jam dinas untuk kepentingan pribadi atau golongan dan tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan dinas. “Kecuali kalau ada surat tugas dari pimpinannya, kami lepaskan,” kata Zaenal.
Susworo menambahkan razia dibagi menjadi dua tim. Tim I menyasar wilayah utara meliputi Slawi, Adiwerna, Talang, Pangkah, Tarub dan Kramat.
"Sedangkan tim II  menyasar wilayah selatan yang meliputi Bojong, Balapulang dan Margasari," imbuhnya. tio(r)

Jelang Ujian Nasional SMA N Sirampog Kabupaten Brebes Bebani Murid Rp 300 Ribu

Sirampog, (suararakyattegal.com) - SMA Negeri Sirampog kabupaten Brebes dalam persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2017 mendatang pihak sekolah menggelar rapat kerja (Rakor) dengan Komite dan Walimurid kls XII dilingkungan sekolah setempat Kamis (16/11) kemarin.
Kepala SMAN Sirampog, Yuniarso Amirudin MPd mengatakan, rakor tersebut dimaksud  untuk mengawali kegiatan persisapan UN  2017 agar wali murid khususnya kelas XII untuk bisa mengontrol  kegiatan belajar anaknya dirumah sehingga anaknya bisa meraih nilai yang memuaskan.
Dijelaskan UN 2017 SMA N Sirampog akan dilakukan dengan sistim Ujian Nasional Basic Komputer (UNBK) yang akan dilaksanakan beberapa bulan mendatang. Mulai saat ini siswa-siswinya terus digenjot dengan pendalaman materi pelajaran agar mereka bisa mendapat nilai yang cukup memuaskan dengan nilai mata pelajaran memuaskan pula dan mendapat rangking, sehingga beruntung  manakala  mereka melanjutkan  keperguruan tingi tanpa melalui test.
Sementara Humas SMAN Sirampog Sigit SPd mengatakan, jelang awal pelaksanaan UNBK 2017 pihak sekolah melakukan rapat koordinasi dengan komite dan wali murid  untuk membahas segala sesuatunya, seperti murid diberikan tambahan dan pendalaman materi pelajaran untuk menghadapi ujian nanti.
Dijelaskan pelaksanaan UNBK 2017 yang akan diikuti 102 murid masih ada waktu 3 - 4 bulan kedepan, sehingga waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk belajar pendalaman pelajaran oleh murid. Dalam tambahan pendalaman materi pelajaran pihak sekolah membutuhkan anggaran pasalnya tidak bisa diambil dari dana BOS, sehingga harus dibebankan ke wali murid secara musyawarah dengan komite. Hasil rakor tersebut telah disepakati bersama per wali murid dibebani sebesar Rp 300 ribu dan ada keringanan dapat dicicil 3 kali, jelasnya. imam(r)