suara rakyat

Latest Post

Akibat Sakit Jantung, Seorang Nenek Meninggal di Gubug Tengah Sawah

Written By suararakyat on Saturday, July 13, 2019 | 12:03 PM

Salem,(suararakyattegal.com),- Warga dukuh Cigareng Desa Salem Kecamatan Salem Kabupaten Brebes digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan diarea persawahan, kematiannya diduga korban memiliki riwayat sakit jantung, belum lama ini.

Keterangan yang dihimpun menjelaskan, awal kronologi kejadian  mayat perempuan yang tergeletak disebuah gubug yang ada diarea sawah diketahui oleh bocah yang akan menjemput/mengajak pulang karena waktunya sudah hampir menjelang adzan Maghrib, akan tetapi bocah bernama Cahya Indra kusuma bin Warman (12) yang masih kerabat dengan korban merasa terkejut melihat korban yang berada digubug sawah itu dalam kondisi berbaring sudah tidak bernyawa lagi. Melihat kondisi demikian dirinya berteriak meminta tolong ke warga dan suara minta tolong terdengar oleh warga yang berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) bernama Maejui bin Kayat,(70) warga Dukuh Cigareng, Rt 01/06 Desa Salem. Saat itu juga Marjui bersama warga lainnya untuk melaporkan kejadian itu ke Polsek Salem, juga ke pihak keluarganya, dengan sigap anggota Polsek berdatangan ke TKP.

Kapolsek Salem Iptu Tri Wiratma SH membenarkan adanya penemuan mayat di gubug sawah. Sosok mayat itu diketahui bernama Tariyah binti Sartono (54),  pekerjaan tani warga desa Gununglarang Rt 01/01 kecamatan Salem.

Dijelaskan Tri, pihaknya segera melakukan evakuasi mayat dan dibawa ke Puskesmas Salem untuk dilakukan visum maupun pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat.

Menurut pihak Puskesmas Salem, melalui dr Amelia Farina menyebutkan, dari hasil visum pada bagian tubuh korban tidak diketemukan tanda kekerasan/penganiayaan fisik dan korban diprediksi telah meninggal sekitar kurang lebih sudah lebih dari 1 jam.

Lanjut Tri, menurut keterangan dari pihak keluarga korban memiliki riwayat sakit jantung, dan korban telah diserahkan kepihak keluarganya untuk dilakukan pemakaan, selanjutnya Polisi masih mendalami peristiwa ini, pungkasnya. imam(r)

Lembaga Masyarakat Desa Hutan Kecamatan Bantarkawung Brebes Ikut Bantu Pemerintah

Written By suararakyat on Tuesday, July 2, 2019 | 8:35 PM

Bantarkawung,(suararakyattegal.com),- Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Karya desa Jipang kecamatan Bantarkawung kabupaten Brebes, dalam rangka membantu Pemerintah Daerah (Pemda) Brebes untuk upaya mensukseskan Program Gerakan Kembali Bersekolah dengan mewujudkan sebuah wahana wisata pendidikan di lokasi kaki bukit Gunung Geulis desa Jipang tepatnya di petak 37 lahan hutan pinus milik negara seluas 2 Hektar dan 20 Hektar untuk kegiatan agroforestri digarap hanya bermodalkan semangat.

Lokasi menuju Wisata tersebut hanya ditempuh jarak sejauh 2,5 Km dari pusat ibukota kecamatan Bantarkawung itu bernama Gunung Geulis Learning Centre (GGLC) kini sudah mulai dimanfaatkan maupun dikunjungi oleh masyarakat lokal dan luar daerah.

Ketua LMDH Wana Karya desa Jipang sekaligus penggagas Estu Susilo mengatakan, dasar pembangunan ini antara lain memanfaatkan potensi hutan yang digagas oleh LKMD sejak tahun 2004 lalu, dengan melihat bentuk keprihatinan terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar hutan secara umum. Masyarakat pinggiran hutan adalah masyarakat miskin, masyarakat bodoh dan masyarakat terbelakang, hal ini disampaikan Ketua LMDH Estu Susilo saat ditemui disela sela kunjungan liburan murid SD di lokasi Wisata, belum lama ini.

Dikatakan Estu, sebagai target wahana tersebut pengadaan ruang kelas (kejar paket B dan C), gedung pertemuan, restorasi, sekretariat, galeri home industri, bumi perkemahan, intigritid farming sistem (pertanian, perikana , peternakan dan kehutanan ), serta playing kids. Namun dengan bermodalkan semangat pergerakan gotong royong para tim/anggota LMDH setempat  baru mewujudkan ruang kelas 2 lokal, mushola, toilet, aula, sekretariat, ruang Keamanan, wahana bermain (permainan tradisional, plyingfox, gardu pandang, taman) los warung khusus masyarakat kurang mampu, lahan seluas 15 Hektar sebagai kebun tanaman sereh wangi, 1 unit pabrik pengolahan sereh wangi, ujarnya

Menurutnya dalam perjalanan pembangunan wisata GGLC. Ini hanya bermodalkan semangat dan keyakinan GGLC mulai di sentuh tanggal 11 Nopember 2018, lahan yg isinya belukar dan tidak ada yg datar, mulai di olah diawali dengan gerakan kerja bakti setiap hari minggu selama 7 bulan secara swadaya dengan harapan ke depan wahana wisata ini bisa dikonotasikan pada dunia pewayangan alias kawah candra di muka. GGLC tempat menempa kaum-kaum sudra menjadi kaum bangsawan, GGLC tempat menempa generasi muda menjadi Gatotkaca yang siap membela kebenaran dan siap menjadikan masyarakat sejahtera, berpola fikir maju, menjungjung tinggi agama, budaya dan jiwa tepo seliro, ungkap Estu.

Sementara Wakil Ketua DPRD Brebes H Sudono SH mengapresiasikan ide gagasan tersebut agar dapat berkembang dan ditiru oleh LMDH lain yang bermitra dengan Perhutani untuk memanfaatkan potensi lahan di wilayah hutan. imam(r)

Calon Haji Se Kabupaten Brebes Bagian Selatan Selesaikan Manasik

Written By suararakyat on Sunday, June 30, 2019 | 3:18 PM

Bumiayu,(suararakyattegal.com),- Ratusan calon haji (Calhaj) se kabupaten Brebes bagian selatan tuntaskan mengikuti manasik yang digelar oleh Kementerian Agama RI kabupaten Brebes  melalui masing masing Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan secara serentak.

Kepala KUA Bumiayu HM Fauzi SAg mengatakan, pelaksanaan manasik haji yang diakhiri dengan latihan/praktek rukun haji salah satunya adalah melakukan tawaf, berjalan dengan baik dan lancar dihalaman RM Sakalibel Bumiayu Sabtu (29/6) kemarin.

Dikatakan Fauzi, jumlah calhaj  126 orang merupakan gabungan dari kecamatan Bumiayu sejumlah 97 dan Tonjong 29, mereka telah diberi pembekalan ilmu tata cara melaksanakan ibadah haji ditanah suci. Dan pihaknya mengapresiasi para calhaj yang bersemangat dapat mengikuti manasik sampai selesai.

Hal senada disampaikan kepala KUA Tonjong H Hasyim SAg, pembekalan manasik haji bagi calhaj akan dilanjut ditingkat kabupaten di Brebes sebanyak 2 kali dengan harapan mereka bisa menunaikan ibadah di tanah suci kembali pulang di tanah air dengan selamat, serta membawa predikat haji mahbrur, pungkasnya usai menutup acara manasik haji. imam(r)

Sebagian Warga Wanatirta Paguyangan Brebes Mundur Sebagai Penerima PKH

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Upaya membantu meringankan beban pemerintah, masyarakat desa Wanatirta kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes berangsur mengundurkan diri sebagai penerima pemanfaatan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah. Pasalnya mereka dinilai sudah mampu/sejahtera, hal ini terlihat pada acara verifikasi dan validasi (perval) basis data terpadu (PDT) 2019 yang digelar Pemdes di aula kantor desa setempat, belum lama ini.

Pj Kades Wanatirta Katub mengapresiakan atas warganya yang menyadari kondisi keluarganya telah mapan dalam ekonominya, sehinngga mereka untuk memutuskan berhenti menerima bantuan dari Pemerintah yang dituangkan dalam surat pernyataan tidak lagi sebagai penerima manfaat program PKH, ujarnya.

Dijelaskan Katub, jumlah warga sebelum pihak Pemdes melakukan verifikasi dan validasi data terpadu, bagi warga yang menerima manfaat program PKH hampir mencapai 900 kepala keluarga (KK) dan dari hasil sementara pendataan ulang ternyata berkurang secara bertahap diantaranya beberapa warga yang menyatakan mundur secara sukarela karena telah berhasil memanfaatkan bantuan PKH. Juga ada warga yang dicoret dari penerima manfaat karena tidak sesuai dengan kriteria penerima manfaat tersebut, serta ada sebagian warga yang mampu merasa malu manakala akan dilabeli keluarga miskin.

Menurutnya dengan adanya kegiatan verifikasi dan validasi data terpadu semacam ini hingga berakhir bisa mengetahui data yang benar benar valid. Jumlah warganya yang masih miskin dan berhak sebagai penerima manfaat PKH didesanya dengan harapan kondisi kesejahteraan warga Wanatirta dari zona merah berubah menjadi zona hijau, dalam bidang pengentasan kemiskinan, pungkasnya. imam(r)

Guna Pembangunan Tebing Pengaman Jalur Kereta API, PT KAI Siap Beri Kompensasi

Written By suararakyat on Thursday, June 27, 2019 | 7:32 PM

Tonjong,(suararakyattegal.com),- Puluhan warga dukuh Pekandangan desa Kutamendala kecamatan Tonjong kabupaten Brebes yang memiliki lahan tanah di sepanjang rel Kereta Api  (KA) akan mendapatkan gantirugi, pasalnya lahan tanah mereka akan dijadikan proyek pembangunan tebing pengaman jalur rel KA. Hal ini disampaikan Johar selaku Kepala desa (Kades) Kutamendala usai acara mediasi antar warga dengan pihak PT KAI di Aula desa setempat Kamis (27/6) Siang.

Dikatakan Johar, jumlah pemilik lahan yang akan digunakan proyek tersebut sekitar 30 warga, lahan tanah pertanian mereka dalam waktu dekat ini akan dilakukan pembebasan untuk digunakan pembangunan akses tebing pengaman KA, namun jumlah luas lahan yang akan dibutuhkan itu baru akan dicek dan diukur.

Hal senada dikatakan Dirjen Perhubungan Perkereta Apian (KAI) Taufik, proyek pembangan tebing ini merupakan kebutuhan/kepentingan Nasional untuk keselamatan masyarakat. Pemerintah melalui Dirjen akan memberikan gantirugi kepada mereka sesuai aturan maupun estimasi sewa lahan yang berkisar Rp 80 Ribu sampai Rp 90 Ribu per M2, sehingga tanpa merugikan mereka, ujarnya.

Sementara Danramil Tonjong,  Kapten Inf Suwardi dalam sambutannya meminta kepada pemilik lahan agar bisa membebaskan lahannya dan mendukung dengan adanya proyek nasional ini.

Dijelaskan Suwardi, lahan yang akan digunakan proyek tersebut yang merupakan lahan pertanian. Pihaknya mengharapkan juga kepada pelaksana proyek agar bisa memperhatikan dampaknya seperti irigasi pertanian jangan sampai tersendat, karena pertanian ini sebagai andalan ketahanan pangan Nasional, juga merupakan tanggung jawab pihaknya.

Acara Musyawarah mediasi pembebasan lahan pertanian untuk pembangunan tebing pengaman KA maupun proyek Nasional tersebut dihadiri Muspika Tonjong, Dirjen Perhubungan PT KAI, Rekanan PT Mulya Agung Cirebon, Kades dan Ketua BPD Kutamendala serta puluhan warga dukuh Pekandangan. imam(r)

Kunjungan Kemenkes RI, RSUD Bumiayu SDM dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Akan Segera Terpenuhi

Bumiayu,(suararakyattegal.com),- Kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bumiayu segera akan terpenuhi, hal ini disampaikan Direktur RSUD setempat dr  H Ali Budiarto, saat ditemui diruang kerjanya Rabu (26/6) kemarin.

Dikatakan dr Ali, belum lama ini pihaknya telah mendapat kunjungan dari salah satu pejabat Kementrian kesehatan RI yaitu Direktur Kesehatan Keluarga, dr Erna Muladi MSC-CMFM yang berjanji akan segera membantu dan memenuhi kekurangan Sumber Daya Manuasia (SDM) dan fasilitas yang dibutuhkan oleh RSUD Bumiayu.

Dijelaskan dr Ali, kunjungan Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI dr Erna dalam rangka inspeksi mendadak (Sidak) ke RSUD Bumiayu dan beliau mengapresiasi perkembangan dan kemajuan RSUD Bumiayu yang saat ini disiapkan menjadi rujukan Ponek di wialayah selatan Kabupaten Brebes, jelasnya.

Lanjut dr Ali,  dr Erna yang di tahun 1985 pernah bertugas di Bumiayu itu, berharap agar pembangunan gedung medis terpadu dengan lima lantai yang meliputi instalasi bedah sentral, Ponek, Picu, Nicu dan Unit Gawat Darurat (UGD), dengan sumber dana pinjaman daerah tersebut dapat segera terwujud dan Kemenkes RI akan dapat membantu kebutuhan SDM dan peralatan medisnya, harapnya.

Sementara kondisi RSUD Bumiayu saat ini sangat membutuhkan dokter spesialis kandungan dan spesialis anastesi. Peralatan medis yang lengkap juga masih banyak dibutuhkan RSUD Bumiayu.

Menurutnya RSUD Bumiayu terus mengalami kemajuan dan jumlah pasien baik poliklinik maupun rawat inap terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pasien rawat jalan atau pelayanan poliklink di tahun 2018 lalu mencapai 35.044 pasien dan rawat inap mencapai 5.213 pasien, sehingga masih membutuhkan SDM maupun perlengkapan fasilitas yang memadai dalam melayani kesehatan masyarakat, pungkasnya. imam(r)