Latest Post

20 ASN Kabupaten Tegal Terjaring Razia Satpol PP

Written By suara rakyat on Friday, November 17, 2017 | 10:40 AM

Slawi,(suararakyattegal.com) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal kembali menjaring Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) saat berada di tempat keramaian pada jam kerja. Mereka tidak bisa berkutik saat dipergoki sedang belanja dan jalan-jalan di super market serta tempat keramaian lainnya. Rabu(15/11) kemarin.
Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal M Berlian Adjie melalui Sekretaris Zaenal Arifin mengatakan, razia berhasil menjaring 20 Aparatur Sipil Negara (ASN), 11 diantaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selebihnya 9 orang merupakan tenaga honorer, guru dan perangkat desa.
“Mereka hanya kami data dan kita bina ditempat. Nanti hasilnya kami laporkan ke Pak Bupati, Sekda, dan BKD untuk pembinaan lebih lanjut", ujarnya.
Bagi PNS yang berkali-kali terjaring bisa dapat sanksi penurunan pangkat / penundaan kenaikan pangkat dari Bupati,” tambahnya.
Menurut Kepala Bidang Tramtibum, Susworo, Razia ASN mendasari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Selain itu, pihaknya juga mendasari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tegal Nomor 7 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum (tibum). Dalam perda itu, ada 12 tata tertib. Salah satunya tertib aparatur daerah, seperti pamong desa dan PNS.
Perda itu juga menyatakan bahwa setiap PNS dan lembaga pemerintah daerah dilarang bepergian didalam jam dinas untuk kepentingan pribadi atau golongan dan tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan dinas. “Kecuali kalau ada surat tugas dari pimpinannya, kami lepaskan,” kata Zaenal.
Susworo menambahkan razia dibagi menjadi dua tim. Tim I menyasar wilayah utara meliputi Slawi, Adiwerna, Talang, Pangkah, Tarub dan Kramat.
"Sedangkan tim II  menyasar wilayah selatan yang meliputi Bojong, Balapulang dan Margasari," imbuhnya. tio(r)

Jelang Ujian Nasional SMA N Sirampog Kabupaten Brebes Bebani Murid Rp 300 Ribu

Sirampog, (suararakyattegal.com) - SMA Negeri Sirampog kabupaten Brebes dalam persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2017 mendatang pihak sekolah menggelar rapat kerja (Rakor) dengan Komite dan Walimurid kls XII dilingkungan sekolah setempat Kamis (16/11) kemarin.
Kepala SMAN Sirampog, Yuniarso Amirudin MPd mengatakan, rakor tersebut dimaksud  untuk mengawali kegiatan persisapan UN  2017 agar wali murid khususnya kelas XII untuk bisa mengontrol  kegiatan belajar anaknya dirumah sehingga anaknya bisa meraih nilai yang memuaskan.
Dijelaskan UN 2017 SMA N Sirampog akan dilakukan dengan sistim Ujian Nasional Basic Komputer (UNBK) yang akan dilaksanakan beberapa bulan mendatang. Mulai saat ini siswa-siswinya terus digenjot dengan pendalaman materi pelajaran agar mereka bisa mendapat nilai yang cukup memuaskan dengan nilai mata pelajaran memuaskan pula dan mendapat rangking, sehingga beruntung  manakala  mereka melanjutkan  keperguruan tingi tanpa melalui test.
Sementara Humas SMAN Sirampog Sigit SPd mengatakan, jelang awal pelaksanaan UNBK 2017 pihak sekolah melakukan rapat koordinasi dengan komite dan wali murid  untuk membahas segala sesuatunya, seperti murid diberikan tambahan dan pendalaman materi pelajaran untuk menghadapi ujian nanti.
Dijelaskan pelaksanaan UNBK 2017 yang akan diikuti 102 murid masih ada waktu 3 - 4 bulan kedepan, sehingga waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk belajar pendalaman pelajaran oleh murid. Dalam tambahan pendalaman materi pelajaran pihak sekolah membutuhkan anggaran pasalnya tidak bisa diambil dari dana BOS, sehingga harus dibebankan ke wali murid secara musyawarah dengan komite. Hasil rakor tersebut telah disepakati bersama per wali murid dibebani sebesar Rp 300 ribu dan ada keringanan dapat dicicil 3 kali, jelasnya. imam(r)

Jelang Pilgub Panwaskab Brebes Adakan Rakor

Written By suara rakyat on Thursday, November 16, 2017 | 12:01 AM

Bumiayu,(suararakyattegal.com) - Jelang Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub), Pemilihan Legislative (Pileg) dan Pimilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres ) mendatang, Panwas Kabupaten Brebes Menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Hotel Anggraeni, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Rabu (15/11) kemarin.
Dalam rakor tersebut panwaskab menghadirkan nara sumber dari dua instansi yakni dari Polres Brebes dan Kesbangpol. Dalam rakor telah dibahas diantaranya membahas masalah kerawanan bencana alam dan yang menjadi perhatian penyelenggaraan Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) dan Pilpres. Pasalnya, bencana dapat menjadi gangguan dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) dan Pilpres.
Ketua Panwaskab Brebes Wakro SIP mengungkapkan, masalah kerawanan bencana alam menjadi perhatian karena hal itu juga dapat menimbulkan gangguan dalam penyelenggaraan Pilgub maupun Pilpres.
Menurutnya, hal yang dibahas terkait titik kerawanan bencana alam di Kabupaten Brebes, baik bencana longsor maupun banjir. Sedangkan berdasarkan pengalaman yang lalu sudah dilakukan pemetaan daerah mana saja yang rawan akan bencana banjir dan longsor di wilayah Brebes bagian selatan, kerawanannya pada bencana longsor. Hal itu dikarenakan daerah selatan merupakan daerah perbukitan ,katanya.
Ditambahkan Wakro, pemetaan itu bertujuan untuk melihat kesiapan tentang distribusi logistik saat Pilgub atau pilpres. 
Saat ini Panwaskab berkoordinasi dengan KPU Brebes sedang memverifikasi seluruh Partai Politik (Parpol).
Sementara, nara sumer KBO Intel Polres Brebes, Ipda Susanto Agus Priyono mengungkapkan, Kabupaten Brebes menduduki peringkat pertama untuk Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Jumlahnya IKP mencapai 2.001 secara nasional, namun kabupaten atau kota di Jateng tidak termasuk daerah yang mempunyai kerawanan tinggi,katanya. 
Rakor yang dimoderatori M Ma'ruf dihadiri  nara sumber dari KBO Intel Polres Brebes, Ipda Susanto Agus Priyono, Kasi Linmas Satpol PP Brebes, dan Atik Cahyani, seluruh Panwascam, Camat, Kapolsek  Danramil dan dua perwakilan tokoh masyarakat. imam(r)

Kecamatan Bumiayu Berhasil Melakukan Efisiensi Anggaran

Written By suara rakyat on Wednesday, November 15, 2017 | 11:36 PM

Bumiayu,(suararakyattegal.com) - Pemerintahan kecamatan Bumiayu kabupaten Brebes pada anggaran tahun 2017 berhasil melakukan efisiensi anggaran. Efesiensi ini terjadi karena dalam penggunaan anggaran dapat menggunakan di bawah Rencana Anggran Belanja (RAB) yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten. Terutama dalam pembelanjaan barang dapat dilakukan dengan harga yang lebih rendah dari yang ditetapkan dalam RAB. 
Efisiensi anggaran pembangunan di 15 Desa yang ada di Kecamatan Bumiayu Kabupten Brebes mencapai Rp 1 Milyar lebih. Dana sebesar itu merupakan sisa lebih penggunaan anggaran atau Silpa, hal ini dikatakan Camat setempat, Urip Rasidiq SIP saat ditemui diruang kerjanya Selasa (14/11) kemarin.
Camat Bumiayu mengatakan, Silpa sebesar itu merupakan hasil efisiensi dari seluruh anggaran dana pembangunan untuk 15 desa yang ada di Kecamatan Bumiayu. Adanya Silpa sama artinya dengan menyelamatkan uang negara.
Dijelaskan Dalam pembelajaan ada barang yang harganya dapat lebih rendah dari yang ditetapkan di RAB sehingga menjadi lebih efisien, sedangkan efisensi sebesar Rp 1 M tersebut merupakan hasil perhitungan Silpa dari penggunaan Dana Desa (DD) Tahap 1, Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap 1 dan Bantuan Keuangan (BK) Provinsi dan BK Kabupaten serta Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP). Total anggaran pembangunan untuk 15 desa yang ada di Kecamatan Bumiayu mencapai Rp 17 M lebih.dengan Silpa sebesar Rp 1 M tersebut selanjutnya dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes). Dana Silpa dari efisiensi menjadi milik desa dan dapat dikelola lebih lanjut di APBDes tahun selanjutnya.
Ditambahkan, Urip, pihaknya berpesan kepada para Kepala Desa di Kecamatan Bumiayu tetap berhati-hati dalam mengelola bantuan keuangan desa. Kesalahan dalam pengelolaan dapat menjadikan permasalahan hukum dan itu harus dihindari dengan tetap berpegang pada pedoman atau aturan yang ada, seperti penggunaan sistim keuangan desa Sikeudes, harap Urip. imam(r)

Akibat Hujan Deras Ruas Jalan Bantarkawung Tertimbun Tanah Longsor

Bantarkawung,(suararakyattegal.com) - Hujan deras seharian mengguyur wilayah kecamatan Bantarkawung kabupaten Brebes sehingga mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di jalan kabupaten ruas Sindangwangi-Jemasih, dukuh Babakan Desa Sindangwangi, Bantarkawung,  Selasa malam (14/11) kemarin.
Kepala desa Sindangwangi Sudaryo mengakui, untuk kesekian kalinya diwilayahnya terjadi tanah longsor manakala terjadi turun hujan deras, dan saat ini longsor kembali terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Bagian longsor merupakan tebing setinggi 10 Meter di atas jalan kabupaten tersebut. Sehingga mengakibatkan separoh badan jalan tertutup timbunan longsor sepanjang 12 Meter serta aliran listrik padam akibat pohon tumbang yang mengenai kabel?jelasnya.
Dikatakan Sudaryo dalam penanganan longsor tersebut saat ini personil TNI Koramil 12 Bantarkawung yang dibantu warga keesokan harinya melakukan bakti karya menyingkirkan material longsor yang menutup badan jalan tersebut. Dan dalam waktu singkat, tujuh personil TNI dibantu warga dan petugas Perhutani dan Satpol PP Kecamatan Bantarkawung, dengan peralatan cangkul dan sebuah alat berat dari Dinas PU Brebes dapat menyingkirkan material longsor dan jalan kembali dapat dilintasi kendaraan roda empat secara normal kembali, katanya.
Sementara Camat Bantarkawung, Gunarto SIP setelah mendapat laporan kejadian bencana alam tanah longsor akibat hujan deras tersebut melaporkan ke Bupati Brebes melalui Dinas terkait.
Lebih lanjut pihaknya mengimbau kepada warga di sekitar untuk berhati-hati, begitu juga bagi pengguna jalan, terutama saat terjadi hujan karena jalan tersebut berada di bawah tebing sehingga rawan terjadi longsor saat hujan deras," ungkap Gunarto. imam(r)

Bupati Brebes Adakan Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana

Brebes,(suararakyattegal.com) - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengajak warga masyarakat Brebes untuk bersikap dan bersifat ramah terhadap alam. Pasalnya, keramahan yang diperbuat manusia akan terhindar diri dari bencana alam.
Perilaku bijak dan ramah, akan mendatangkan barokah bukan musibah, demikian disampaikan Bupati saat rapat koordinasi antisipasi bencana banjir, tanah longsor dan angin di Kabupaten Brebes tahun 2017/2018, di Gedung Korpri Jalan MT Haryono Brebes, Selasa (15/11).
Idza berharap, seluruh warga masyarakat dengan kerendahan hati bisa menyikapi alam secara baik. Jangan sampai merusak hutan, membuang sampah sembarangan ataupun perbuatan merusak alam lainnya.
Bencana bisa terjadi karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, ujarnya.
Kepada seluruh jajaran terkait, dari TNI, Polri, BPBD, Relawan, Camat, Kepala Desa dan segenap masyarakat juga diharapkan untuk siap siaga dalam mengantisipasi bencana alam. Pengalaman terburuk pada Februari 2017 berupa banjir yang diakibatkan jebolnya tanggul Kali Pemali menjadi pelajaran berharga, sehingga mengajak kita untuk terus waspada.
"Mari kita bersama bekerja mengantisipasi kemungkinan terburuk, berupa bencana banjir, tanah longsor maupun angin", ajaknya.
Idza juga mengaku gembira dengan langkah Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah yang tengah memperbaiki saluran irigasi di Brebes dengan dana hingga lebih dari Rp 200 milyar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes Eko Andalas Muchti menjelaskan, rakor dikandung maksud sebagai upaya dini mengantisipasi terjadinya banjir, tanah longsor dan angin. Karena diprediksi sesuai data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim hujan terjadi hingga Februari 2018.
Dirinya juga melaporkan, hingga 31 Oktober 2017 telah terjadi bencana sebanyak 184 kali kejadian. Diantaranya, banjir 44 kali, 63 tanah longsor, 35 kebakaran, 23 kekeringan dan 19 kali bencana alam lainnya.
Dalam rakor tersebut, antara lain membahas tentang penyusunan peta rawan bencana, sosialisasi kebencanaan, identifikasi daerah rawan bencana, menyiapkan logpal dan bahan banjiran, pendirian posko siaga bencana, gelar peralatan, pelatihan relawan, pembentukan resque BPBD, pelatihan water resque dan lain-lain. tio(r)