suara rakyat

Latest Post

Dinas Sosial Kota Tegal Segera Usulkan Perda Larangan Memberi Kepada Pengemis dan Pengamen

Written By suara rakyat on Wednesday, November 14, 2018 | 10:40 PM

Tegal,(suararakyattegal.com),- Keberadaan pengemis dan pengamen yang beroperasi di beberapa jalan protokol di Kota Tegal dianggap mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Menurut Kepala Seksie Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Tegal, Budi Santosa, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memberi uang kepada pengemis dan pengamen. Himbauan tersebut disampaikan setelah melaksanakan razia PGOT dan penyakit masyarakat, Rabu (14/11).
Budi menyampaikan, sebagai langkah lanjutan, pihaknya akan mengusulkan perda larangan memberi kepada pengemis dan pengamen. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan usulan tersebut.
Disisi lain, Dinas Sosial juga secara rutin melaksanakan razia PGOT, bekerja sama dengan Satpol PP Kota Tegal dan Polres Tegal Kota untuk menekan jumlah pengemis dan pengamen yang berada di wilayah kota Tegal.
Razia yang dilaksanakan berhasil menjaring 13 PGOT, mereka selanjutnya didata dan diberikan pembinaan Agar tidak melakukan hal serupa.
Dalam razia tersebut juga menyasar penghuni gubug liar di bantaran sungai kemiri disebelah barat Terminal Kota Tegal. Menurut Budi mereka adalah penghuni bantaran sungai dan bukan warga kota Tegal, mereka dihimbau untuk membongkar gubug tersebut agar kedepan sudah tidak ada lagi gubug liar di bantaran sungai kemiri.
Pada tahun 2019 mendatang selain pihaknya akan mempersiapkkan usulan perda larangan memberi kepada pengemis dan pengamen, Dinas Sosial juga akan terus melaksanakan razia PGOT dan penyakit masyarakat.
"Saya berharap kedepan jalan-jalan protokol khususnya akan bersih dari pengemis dan pengamen". tandas Budi. tio(r)

Optimalkan Pelayanan, Pemdes Kalijurang Lakukan Pembenahan Ruangan

Tonjong,(suararakyattegal.com),- Pemdes Kalijurang kecamatan Tonjong melakukan pembenahan diri dengan menata ruang pelayanan masyarakat secara total. Pasalnya, ruang yang sebelumnya di nilai kumuh dan terkesan kurang enak dipandang mata saat melayani kebutuhan masyarakat, hal ini disampaikan kepala desa setempat Tarsun diruang kerjanya Rabu (14/11).

Tarsun mengatakan, hal ini dilakukan semata mata untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara prima dan agar perangkat desa bisa semangat dan betah dalam melaksanakan kinerjanya.

Lanjut Tarsun, penataan ruang ini diantaranya ruang kerja setiap Kaur, ruang pelayanan permohonan KTP/KK dan lainnya,  ruang kades dan ruang sekdes serta ruang tunggu/tamu. Selain itu disediakan juga ruang konsultasi dan pengaduan masyarakat yang terjaga kebersihannya, ujarnya.

Dengan penataan ruang secara rapi dan bersih ini pihaknya berharap bisa melancarkan pelayanan masyarakat dan tertib administrasi, serta kantor pelayanan masyarakat yang berada dipelosok ini terlihat benar benar presentatif dan merupakan kebanggaan masyarakat setempat. imam(r)

Pembukaan Jumbara ke 11, PMI dan PMR Adakan Simulasi Pertolongan Gempa

Brebes,(suararakyattegal.com),- Gempa berkekuatan 6,5 skala richter melanda kawasan desa Kebogadung Kecamatan Jatibarang Brebes. Ratusan korban tewas bergelimpangan di tengah asyiknya anak anak sedang bermain dipelataran dan juga orang tua yang tengah sibuk bekerja. Bagi yang masih hidup mereka teriak histeris meminta tolong. Untung saja, berselang beberapa waktu kemudian ratusan anggota Palang Merah Indonesia (PMI) datang menolong.
Suasana menegangkan tersebut tergambar pada drama simulasi penanganan gempa saat pembukaan Perkemahan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) ke-11 PMI tingkat Kab Brebes di lapangan desa Kebogadung, Jatibarang Brebes, Selasa (13/11) kemarin.
Dalam drama simulasi tersebut, PMI telah melakukan upaya pertolongan dengan mengedepankan sisi kemanusiaan tanpa pandang bulu. Upaya pertolongan dan keselamatan korban menjadi prioritas utama sehingga medan apapun ditempuh demi meminimalisir jatuhnya korban.
Jumbara ke-11 dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dengan cara memukul drumb.
Dalam kata sambutannya, Bupati mengajak kepada peserta Jumbara untuk mengedepankan cinta kasih kepada sesama manusia. Dalam artian memiliki pri kemanusian yang tinggi sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Kuasa.
Menurut Idza, kiprah dan peran aktif organisasi Palang Merah Indonesia di tengah masyarakat hingga saat ini telah kita akui begitu besar, dalam kaitannya membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan.
Demikian pula dengan Palang Merah Remaja yang merupakan sebuah organisasi yang menjadi wadah pembinaan dan pengembangan remaja di bidang kemanusiaan. Dengan demikian, PMR juga menjadi ajang untuk memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Dengan bekal ketrampilan bidang kesehatan umum dan PPPK (P3K), anggota PMR diharapkan menjadi panutan dan andalan diantara teman teman sekolah, baik dalam memiliki kegiatan positif maupun upaya mewujudkan hidup sehat.
"Hidup sehat memang sesuatu yang mudah diucapkan namun pada kenyataannya tidaklah semudah itu".
Terlebih dalam mengubah kebiasaan hidup tak sehat yang mungkin telah melekat erat. Keberadaan anggota PMR sebagai garda depan mewujudkan hidup sehat ini penting, karena kalian akan lebih mudah mengajak dan memberi contoh pada teman teman yang lain.
“Dengan keteladanan dan contoh nyata dari teman sepermainan, saya optimis generasi muda kita akan lebih mudah mengadaptasi perilaku hidup sehat, tandas Idza.
Dengan pola hidup sehat, secara langsung akan menjadikan para generasi muda menjadi cerdas dan pintar. Terlebih Presiden RI Joko Widodo berpesan kepada generasi muda indonesia, pesan beliau terdapat pada koleksi playground taman pintar di yogyakarta, bertuliskan untuk menjadi bangsa yang besar, perlu generasi yang sehat dan pintar. Karena kedua komponen tersebut merupakan modal yang berharga dalam membangun bangsa ini.
Ketua PMI Cabang Brebes Wahidin Soedja mengatakan, PMI Brebes telah melakukan upaya terobosan dengan bulan dana PMI yang dikemas dengan lelang dana kemanusiaan PMI.
Saat ini, telah terkumpul dana lelang lebih dari Rp 1,5 milyar, tuturnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Tahroni, dan pejabat lainnya. gofar(r)

Bangunan Penyangga Ambrol, Jembatan Sungai Erang Terancam Putus Total

Written By suara rakyat on Tuesday, November 13, 2018 | 10:03 PM

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Kondisi Jembatan sungai Erang desa Ragatunjung kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes nyaris putus, pasalnya bangunan penyanggah dibawah jembatan mengalami longsor dan ambrol akibat dihantam banjir saat turun hujan lebat Minggu sore (11/11) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala desa Ragatunjung Masduki AM SE melalui Sekdes Ruswadiyono mengatakan, jembatan tersebut sudah berusia 20 tahun lebih melintas sungai Erang dengan ukuran 6x3 Meter tinggi 3 Meter dari permukaan air. Sungai itu sebagai sarana vital penghubung aktivitas tiga warga desa (Ragatunjung-Kretek- Cilibur) dan menuju pusat kota kecamatan, katanya saat ditemui diruang kerjanya Selasa (13/11) kemarin.

Dijelaskan Ruswadiyono, jembatan ini merupakan jalan kabupaten, tepatnya berlokasi di Dukuh Pojok, desa Ragatunjung, atau dilokasi tugu pembatas desa Ragatunjung-Kretek. Melihat insiden tersebut pihaknya bersama pihak pemdes Kretek telah membuat laporkan ke Pemda Brebes melalui Camat Paguyangan untuk mendapat penanganan.

Lebih lanjut diterangkan Ruswadiyono kondisi jembatan tersebut saat ini masih dapat dilewati namun beban berat kendaraan harus kurang dari 2,5 ton dan pengguna jalan ekstra hati hati, karena kondisi bangunan penyangga dibawah jembatan mengalami ambrol terkikis air sungai, dengan kondisi menggantung.
Pihaknya khawatir manakala kondisi jembatan tidak segera mendapat penanganan ataupun terjadi kembali sungai mengalami banjir maupun turun hujan lebat, maka sarana penghubung transportasi warga terputus total, terang Ruswadiyono.

Hal senada dikatakan Kades Kretek melalui Sekdes Edi Setiabudi SH, dirinya merasa prihatin melihat kondisi jembatan tersebut. Untuk penanganan sementara pihaknya akan segera melakukan musyawarah dengan lembaga desa dan tokoh masyarakat yang ada untuk bisa bergotong royong memperbaiki secara darurat, hal ini dilakukan karena jembatan itu juga dimanfaatkan oleh warga Kretek, terangnya.

Sementara Pj Camat Paguyangan Eko Purwanto SP mengakui adanya laporan dari pihak Pemdes Ragatunjung dan Kretek tentang kondisi jembatan yang nyaris putus, dan pihak kecamatan merespon laporan untuk langsung menindaklanjuti ke pihak Pemda Brebes.

Tambah Eko, sambil menunggu penanganan dari pihak terkait dirinya meminta kepada Pemdes setempat untuk segera membuat tulisan tanda peringatan bagi pengguna jalan, termasuk beban berat kendaraan yang dilarang melewati jembatan tersebut, tandasnya. imam(r)

Peringati HKN, Walikota Tegal Tanggapi Kebijakan Baru BPJS Kesehatan

Tegal,(suararakyattegal.com),- Kebijakan baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terkait rujukan berjenjang yang diberlakukan mulai (1/10) lalu, menuai beberapa persoalan, hal tersebut menjadi salah satu perhatian  Wali Kota Tegal, Drs HM Nursholeh MMPd.
Terkait kebijakan baru BPJS tersebut, Wali Kota akan berkirim surat kepada pihak terkait, Kementrian Kesehatan untuk meminta penjelasan dan peninjauan kembali kebijakan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tegal saat dialog interaktif, Wali Kota Menyapa dengan tema aku cinta sehat, memperingati Hari Kesehatan Nasional, di radio Sebayu FM, Senin (12/11) kemarin.
“Selaku kepala daerah saya akan kirim surat kepada pihak terkait untuk meminta penjelasan kepada Pemerintah pusat terkait kebijakan BPJS tersebut”, tandasnya.
Ia menyampaikan, apakah kebijakan tersebut bisa di kaji ulang, mengingat jika kebijakan tersebut tetap dilaksanakan, akan menyulitkan pasien saat berobat dan juga akan merugikan Rumah Sakit tipe B dimana di Kota Tegal rumah sakit tersebut milik pemerintah.
Senada dengan Wali Kota Tegal, dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur RSUD Kardinah dr. Hery Susanto, Sp.A menyampaikan, dengan diberlakukannya kebijakan BPJS, terkait dengan rujukan berjenjang, yaitu rujukan dari fasilitas pelayanan kesehatan pertama kemudian ke rumah sakit tipe D, kemudian ke rumah sakit tipe C, baru kemudian ke rumah sakit tipe B, akan merugikan baik pasien maupun rumah sakit tipe B dan tipe A
Selain merugikan rumah sakit dengan kebijakan baru tersebut, juga merugikan pasien.
Lanjut Hery, pasien yang sudah terbiasa dengan pelayanan dokter dan pelayanan pada rumah sakit tipe B, kemudian diharuskan melalui pelayanan kesehatan di rumah sakit lain.
Selain itu, rekam medis pasien yang sudah berada rumah sakit tipe B, karena mereka sudah terbiasa periksa di rumah sakit tipe B apabila pasien tersebut periksa dirumah sakit yang baru mereka belum memiliki rekam media pasien tersebut.
Dengan kondisi seperti sekarang ini, menurut dr. Hery rumah sakit tibe B dan tipe A jumlah pasiennya akan menurun, karena pasien BPJS diharuskan melalui rumah sakit tipe D atau C terlebih dahulu.
Ia berharap kedepan, pihak-pihak terkait yang berkompeten dalam kebijakan BPJS tersebut bisa duduk bersama untuk mengatur, sehingga semua fasilitas pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik dan pasien dapat terlayani dengan baik. tio(r)

Camat Bantarkawung Minta Seluruh Kades Miliki Program Tanggulangi Kemiskinan

Bantarkawung,(suararakyattegal.com),- Kecamatan Bantarkawung yang tidak masuk kategori sepuluh besar se kabupaten Brebes dan dinilai aman tentang penanggulangan angka kemiskinan, namun Kepala desa harus tetap berupaya untuk menuntaskan secara total, dan kembali mendata warga miskin yang belum terdata, hal ini disampaikan Camat Bantarkawung Sumarno SPd saat membuka soaialisasi mekanisme pemutahiran mandiri data terpadu program pencanangan fakir miskin (MPM DTPFM) di Aula Pendopo Bantarkawung, Senin (12/11).

Sumarno mengatakan, seluruh Kades selama menjabat diharapkan memiliki cita cita program untuk menuntaskan maupun menanggulangi angka kemiskinan di wilayah masing masing.

Kades Cibentang M Nafsin merasa kesulitan untuk memverifikasi kriteria warga miskin, dan meminta adanya petugas gabungan yang terjun ke by name by addres. Pihaknya kesulitan mendata, saat ini karena adanya faktor mental, dengan faktor mental di masyarakat tersebut angka kemiskinan akan bertambah.

Sementara tim kordinator penanggulangan kemiskinan BAPPEDA kabupaten Brebes Susilo menyampaikan, untuk menvalidkan data base yang akurat maka diminta, supaya kades aktif berperan serta mensukseskan program ini, sehingga diharapkan adanya angka kemiskinan di kabupaten Brebes bisa menurun. Dan sebelum memverikasi data kemiskinan dilakukan melalui musyawarah desa (Musdes) terlebih dahulu? ujarnya.

Soaialisasi tersebut dihadiri Kasubag Penanggulangan kemiskinan Perwakilan Bappeda kabupaten Brebes,  Camat, kasi PMD dan seluruh Kades se kecamatan Bantarkawung. imam(r)