Latest Post

PSTT Tegal Dideklarasikan, sebagai wadah Organisasi bagi supir truk kota Tegal

Written By suararakyat on Saturday, August 1, 2020 | 3:56 PM


Tegal (suararakyattegal.com)- Paguyuban Supir Truk Tegal (PSTT) terlahir dari sekumpulan insan yang menggantungkan nasibnya di sepanjang jalan, berkumpul dan menyatukan visi dan misi yang sama untuk meningkatkan persaudaraan yang senasib dan sepenanggungan, sehingga halangan apapun yang dijumpai akan terasa ringan dan mudah untuk di selesaikan.

Hal itu disampaikan Ketua PSTT, Rahmat Riyanto alias Anto Bolang dalam sambutannya pada acara deklarasi PSTT yang dihadiri seluruh keluarga besarnya, di Pantai Batamsari Martoloyo Kota Tegal, Sabtu (1/8/2020).

Anto mengemukakan bahwa PSTT memiliki visi atau pandangan, yakni  mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang sejahtera, mandiri dan profesional bersumber dari nilai nilai religius.

"Sedangkan misi kami diantaranya adalah mempererat persatuan, persaudaraan dan komunikasi yang aktif antar sesama anggota serta antar sesama profesi sesuai dengan slogan “ Bareng Brayan”, dan melakukan pengembangan dibidang ilmu pengetahuan yang dapat menunjang peningkatan produktifitas anggota. Serta misi lainya yang dijelaskan di AD/ART," papar Anto.

DEKLARASI- Ketua Paguyuban Supir Truk Tegal (PSTT) Rahmat Riyanto (kanan) bersama Divisi Hukum Agus Wijanarko SH serta Ustd Syukron Pengasuh Ponpes Jabal Nur Tegal. saat sesi pemotongan tumpeng dalam acara deklarasi di Pantai Batamsari Kota Tegal, Sabtu (1/8/2020)/
Dengan lahirnya PSTT ini, lanjut Anto, menjadi awal sebuah kerja keras yang panjang dibutuhkan kekompakan, keterbukaan serta soliditas antara sesama anggota yang menjadi modal utama dalam menuju visi dan mengemban misi PSTT.

"Masih banyak program program yang harus kita ciptakan untuk mewujudkan seperti yang diharapkan.
Paguyuban Supir Truk Tegal tidak hanya bergerak dibidang sosial saja, namun kita juga akan mengadakan kegiatan dibidang kemanusiaan, lingkungan hidup , keagamaan serta bidang bidang lainya," terang Anto.


Program tersebut akan dijalankan secara bertahap sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan.
Sekali lagi, Kerja keras, gotong royong dan keterbukaan menjadi modal utama PSTT menuju suksesnya organisasi ini.

"Semoga dengan lahirnya PSTT ini dapat menjadi wadah bagi para supir truk di Kota Tegal, khususnya dan kota-kota lain pada umumnya," harap Anto.

Sementara, Divisi Hukum PSTT, Agus Wijanarko SH mengungkapkan bahwa kunci organisasi adalah keterbukaan dan kerjasama yang baik, dan siap membantu semua anggota apabila nanti berurusan dengan hukum.

Acara deklarasi PSTT selain pemotongan tumpeng dan ramah tamah juga di selingi pembagian masker non medis dan hand sanitizer sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan dan melaksanakan anjuran pemerintah. (*)

Impas Sudah, Kini Masyarakat Desa Rajawetan Tonjong Brebes Memiliki Gedung Serbaguna

Written By suararakyat on Tuesday, July 28, 2020 | 7:45 AM

Tonjong,(suararakyattegal.com),- Gedung serbaguna desa Rajawetan kecamatan Tonjong kabupaten Brebes yang merupakan hasil karya masyarakat setempat, diresmikan dengan pengguntingan pita oleh kepala desa setempat, Senin (27/7).

Kades Rajawetan Suparjo mengatakan, terwujudnya pembangunan sarana gedung serbaguna ini impas sudah  Pemdes dalam memenuhi aspirasi masyarakat yang nanti akan diserahkan ke Badan Usaha Masyarakat Desa (BUMDes) untuk dikelola, dengan harapan masyarakat dapat memanfaat gedung ini sebagai kegiatan yang positif.

Lanjut Suparjo, pihaknya mengajak semua lembaga dan elemen masyarakat untuk tetap bersinergi bekerjasama serta mendukung semua program Pemerintah untuk membangun desa lebih maju lagi.

Hal yang sama Ketua BPD Riswanto menjelaskan, pembangunan gedung serbaguna ini merupakan hasil karya pribumi asli Rajawetan secara swakelola dengan dukungan anggaran Pemdes yang dari bantuan Dana Desa 2019.

"Kami atas nama masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pemdes yang mewujudkan aspirasi sesuai dengan harapan masyarakatnya", tandas Riswanto

Sementara kegiatan peresmian gedung serbaguna tersebut dihadiri Sekcam Tonjong, Babinsa, Babhinkamtibmas, Perangkat desa, Ketua BPD, LPM, PKK, Ketua Rt/Rw, Karang taruna desa setempat. imam(r)

Desa Tambakserang Kec Bantarkawung Brebes Wujudkan Keinginan Warga

Written By suararakyat on Wednesday, July 22, 2020 | 7:42 PM

Bantarkawung,(suararakyattegal.com),- Pemerintah Desa Tambakserang Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes mewujudkan pembangunan jalan penghubung antara Dukuh Randegan dengan Dukuh Tambakserang sepanjang 1.Kilometer secara swadaya masyarakat dan melalui program padat karya dalam rangka penanggulangan dampak Covid-19.

Realisasi ini merupakan wujud respon Pemdes, atas aspirasi dari warga yang puluhan tahun yang lalu mengharapkan adanya akses yang dapat dilintasi oleh semua kendaraan agar dapat meningkatkan perekonomiannya, ujar kepala desa Tambak Serang, Usep Asikin S.Sos saat ditemui dilokasi padat karya Rabu (22/7).

Dikatakan Usef, sarana penghubung dua warga pedukuhan yang merupakan jalan setapak tepatnya berada di galengan persawahan ini hanya untuk pejalan kaki, dan manakala dimusim penghujan mengalami becek licin serta sulit untuk dilintasi.

"Sebenarnya keinginan warga untuk memiliki jalan tersebut sudah lama, sejak para Kades sebelumnya. Tetapi baru kali ini jalan tersebut mulai terealisasi", kata Usef.

Lanjut Usep, saat ini baru dibangun badan jalannya melalui program padat karya penanggulangan Covid-19 yang bersumber dari Dana Desa (DD). Selanjutnya, direncanakan pengerasan jalan, sehingga jalan itu benar-benar layak dilewati semua jenis kendaraan.

"Dengan mewujudkan jalan selebar 3 Meter diharapkan bisa melancarkan aktifitas warga dibidang perekonomian, pendidikan dan kesehatan", Tandas Usep.

Usep menerangkan, kondisi penduduk di dukuh Randegan sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) lebih atau lebih dari 200 jiwa. Selama ini dalam aktifitasnya harus menempuh dengan jalan kaki melewati jalan setapak sepanjang satu Kilometer tersebut untuk menuju desa maupun kecamatan.

Usep menambahkan, pembangunan jalan sepanjang Satu Kilometer dengan lebar badan jalan Tiga Meter dan bahu jalan masing-masing Setengah Meter di dua sisinya. Pembebasan tanah untuk badan jalan murni dari swadaya warga, dan pekerjaan pembangunan oleh warga melalui program padat karya penanggulangan dampak Covid-19. imam(r)

Sekolah Sistem Daring, Android dan Kuota Jadi Keluhan Utama Wali Murid

Tegal,(suararakyattegal.com),- Luar biasa imbas virus Covid 19 atau corona, dimana dapat mengubah berbagai sistem dan lini kehidupan di masyarakat. Selain berdampak buruk terhadap perekonomian, covid 19 juga berdampak pada dunia pendidikan.

Akibat penyebaran virus corona atau covid 19 tersebut sistem belajar secara daring dianggap sebagai solusi tepat guna mengurangi penyebaranya.
Kendati sistem belajar secara daring sudah berjalan sejak terjadinya corona, dan semakin lama sistem belajar tersebut kian mengundang kontroversi ditengah masyarakat.

Berbagai keluhanpun terlontar, diantaranya tidak memiliki handphone android yang memadai, tidak dapat menggunakan handphone android, tidak memiliki kuota, hingga keluhan secara psikis anak anaknya antara lain kekhawatiran penggunaan android terhadap kesehatan mata anaknya, kejenuhan terlalu lama di rumah dan lain sebagainya.

Berbagai keluhan tersebut, oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkot Tegal Ismail Fahmi, kepada SR mengatakan, bahwa pemerintah juga memahami perihal keluhan masyarakat terkait sistem pembelajaran secara daring, namun hal tersebut harus dilaksanakan guna mencegah terjadinya penularan atau penyebaran virus corona.

"Guna mencegah penularan atau penyebaran virus corona, maka pemerintah mengambil keputusan sistem belajar secara daring. Dan hal tersebut sudah berjalan sejak dua setengah bulan yang lalu" Tandas Fahmi, Rabu (22/7).

Tambah Fahmi, terkait dengan tidak memiliki hanphone android yang dapat menunjang belajar, bisa dilakukan belajar di lab komputer sekolahnya, karena di sekolah sudah terpasang wifi, dan yang tidak memiliki kuota dapat diberikan kuota kepada siswa yang tidak mampu dengan dana BOS.

"Dana BOS bisa digunakan sekolah untuk membantu pembelian kuota bagi siswa yang tidak mampu" Pungkas Fahmi. dn(r)

Mendasari Perwal No 9B Tahun 2019, Lurah Mbedud Akan Kena Sanksi Pertanggungjawaban

Tegal,(suararakyattegal.com),- Perihal pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan pelatihan ketrampilan sesuai dengan Perwal No 9B Tahun 2019 harus dilaksanakan tepat sasaran. Mendasari perwal tersebutlah bagi pengguna anggaran nakal (mbedud) bakal dilakukan pemanggilan untuk pertanggungjawabanya. Hal tersebut disampaikan Plt Kabag Pemerintah Pemkot Tegal, Nauli Astomo, Selasa (21/7)

"Siapapun yang melanggar perwal bakal dilakukan pemanggilan guna pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat, karena kegiatan yang diajukan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat suatu kelurahan tersebut yang di kemas dalam Musrenbang" Tandas Nauli.

Disisi lain, tujuan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat baik berupa ketrampilan, pelatihan dan lain sebagainya harus disesuaikan kebutuhan masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mendapatkan ketrampilan dalam mengembangkan bakat yang dimiliki. Dan dengan tujuan lain diharapkan mampu membantu secara ekonomi dan dapat mengembangkan bakat ketrampilan yang dimiliki.

Dalam perwal menjelaskan bahwa kegiatan tersebut harus dilaksanakan untuk masyarakat yang berdomisili atau ber KTP di kelurahan setempat yang mengajukan anggaran kegiatan pemberdayaan masyarakat. dn(r)

Kecamatan Paguyangan Kab Brebes Gelar Sosialisasi Pedoman Tatanan Normal Baru Aman Corona

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes terapkan pedoman tatanan normal baru aman covid 19 kab Brebes Tahun 2020. Panduan bagi masyarakat pada layanan kesehatan, kegiatan di luar, tempat kerja, layanan pendidikan dan sekolah, perjalanan dinas atau bisnis dan kegiatan yang lainya.

Hal ini disampaikan Camat Paguyangan Edi Mulyani SIP saat memaparkan Sosialisasi di Aula kantor kecamatan setempat Selasa (21/7).

Dikatakan Edi, untuk masalah hajatan warga di serahkan ke kepala desa  (Kades) masing-masing dan di perbolehkan adanya orgen tunggal / hiburan asalkan harus protokol kesehatan tetap di laksanakan dan adanyanya pantauan dari instansi terkait.

Semetara Direktur utama Bank BPR Kabupaten Brebes, Sri Widiarsih SE menerangkan untuk kasus covid 19 di kabupten  Brebes terus meningkat, maka untuk pencegahan penularanya adalah harus adanya pembatasan kegiatan masyarakat.

Dijelaskan Sri, pedoman tatanan normal baru aman covid 19 kabupaten Brebes telah di susun dan diskusi maupun kordinasi dengan tim penyusun covid 19 tingkat kabupaten Brebes dan menjadi panduan bagi masyarakat. Dan masyarakat di haruskan untuk menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan pakai hand sanitiser serta menjalani hidup sehat seperti olah raga dan melaksanakan joging agar untuk mempertebal imunisasi tubuh, jelas Sri.

Kegiatan Sosialisasi Pedoman Tatanan Normal Baru Aman Covid 19 kabupaten Brebes Tahun 2020 dihadiri Direktur utama bank BPR Kabupaten Brebes, Muspika, Kepala Puskesmas Winduaji, Korwil pendidikan, Pengurus NU, Pengurus Muhammadyah Paguyangan, Staf Baperlitbangda kabupaten Brebes. firman(r)