suara rakyat

Latest Post

Memeriahkan HUT RI Ke 74, Desa Kretek Paguyangan Brebes Gelar Pesta Rakyat

Written By suararakyat on Monday, August 19, 2019 | 9:38 PM

Paguyangan, (suararakyattegal.com),- Warga masyarakat Kretek kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes menggelar pesta rakyat
dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke 74 yang dikemas acara karnaval tingkat desa yang digelar senin (19/8).

Kepala desa Kretek Akhya mengapresiasikan animo warganya yang memiliki rasa patriotisme yang tinggi dalam menghargai jasa perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Pemdes menggelar acara karnaval dalam memeriahkan HUT RI, elemen masyarakat yang ada ikut ambil bagian sebagai peserta karnaval dengan menampilkan berbagai kreaktifitas, ujarnya.

Hal senada Kapolsek Paguyangan Iptu Suroto SH yang sempat menghadiri karnaval tingkat desa Kretek merasa berbangga terhadap kondisi masyarakat kretek  selama mengadakan rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ditingkat desa ini bisa berjalan lancar, tertib, aman dan kondusif, dengan harapan agar dapat dipertahankan.

Sementara Ketua panitia HUT RI ke 74 desa Kretek Syamro SPd menjelaskan, kegiatan karnaval ini merupakan akhir rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 74 tingkat desa Kretek. Dan karnaval tersebut diikuti oleh peserta perwakilan masyarakat di 11 perdukuhan dan sekolah tingkat Paud hingga SLTA yang ada di desa Kretek. Adapun dari hasil penilaian peserta karnaval terbaik diraih oleh kelompok masyarakat  dukuh Duren jelasnya. imam(r)

Peringati HUT RI Ke 74 Desa Kalisumur Bumiayu Adakan Karnaval

Bumiayu,(suararakyattegal.com),- Kegiatan karnaval dalam rangka memperingati HUT RI ke 74 tahun 2019 yang digelar di desa Kalisumur kecamatan Bumiayu kabupaten Brebes sebagai upaya mewujudkan aspirasi masyarakatnya untuk mengadakan kegiatan karnaval HUT RI sendiri pada setiap tahunnya, hal ini disampaikan Kepala desa (Kades) setempat H Basuni SH usai kegiatan karnaval HUT R ke 74 Minggu (18/8) kemarin.

H Basuni mengatakan, Pemdes merealisasikan keinginan masyarakat, dan terlihat animo mereka sangat tinggi untuk berinovasi/kreaktifitas dalam menampilkan hasil karya pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintah. Sehingga adanya kegiatan ini Pemdes siap untuk mendukung sepenuhnya bahkan telah dijadikan draf Perdes sebagai kegiatan tahunan.

Sementara Ketua Panitia, Ramadhan menjelaskan, Karnaval HUT RI ke 74 ini diikuti peserta yang tiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah peserta nya, yang terdiri dari anak sekolah, ibu rumah tangga hingga petani yang ada.

Lanjut Ramadhan, karnaval HUT RI tingkat desa ini Panitia melakukan penilaian setiap peserta yang akan dipilih satu atau dua peserta yang terbaik, unggul dalam kreaktif untuk bisa mewakili desa pada karnaval tingkat kecamatan Bumiayu. Panitia karnaval HUT RI tingkat kecamatan juga akan mengadakan kegiatan lomba yang sama dengan penilaian peserta karnaval. ungkapnya, imam(r)

Mahasiswa KKN UNDIP Membuat Inovasi Pelayanan Publik

Written By suararakyat on Saturday, August 17, 2019 | 9:17 PM

Slawi,(suararakyattegal.com),- Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang yang ditempatkan di Desa Semboja, Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal mengadakan kegiatan mengenai Inovasi Semboja Menyapa. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 26 Juli 2019 lalu, dan dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua BPD, Anggota BPD, Ketua RW 1-2, Ketua RT 01-12, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat.

Semboja Menyapa merupakan salah satu inovasi kebijakan publik yang dihadirkan oleh mahasiswa KKN sebagai bentuk pengintegrasian layanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi berupa gawai/gadget serta social media.

“Desa sebagai unsur pemerintahan yang paling bawah sudah seharusnya memberikan pelayanan yang dekat dan bersahabat dengan masyarakat, terlebih sekarang ini banyak masyarakat yang sudah melek teknologi informasi. Keterbukaan pemerintah desa kepada masyarakat menjadi hal yang paling diutamakan sebagai alat untuk mendukung pembangunan di desa”, ungkap Johan Varian Ignatius Simbolon.

Inovasi ini berawal dari percakapan dengan beberapa tokoh masyarakat yang ada di Desa Semboja. Para tokoh masyarakat mengatakan, bahwa Pemerintah Desa saat ini berjalan dengan sangat baik. Kebutuhan masyarakat dilayani oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa dengan baik hingga waktu diluar jam kerja. Urusan kesehatan masyarakat, Kepala Desa Semboja selalu siap dengan mobil siaganya untuk mengantar masyarakatnya berobat.

Pendapat tokoh masyarakat tersebut langsung kami (mahasiswa KKN) konfirmasi kepada Kepala Desa Semboja yaitu, Untung Basuki.

Untung mengungkapkan, bahwa pelayanan atau pengabdian kepada masyarakat menjadi yang utama dan nomor satu. Kepentingan/kebutuhan masyarakat tidak bisa ditawar menawar, ujarnya.
Atas hal tersebut, kami membuat inovasi Semboja Menyapa bersama Pemerintah Desa yang nantinya akan menjalankan program ini  dilapangan.

Setelah menggagas inovasi Semboja Menyapa, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro kemudian melakukan edukasi dan memperkenalkan inovasi ini kepada masyarakat Desa Semboja. Seusai acara pengedukasian selesai, masyarakat yang hadir saat itu memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN atas inovasi yang telah dibuat, juga tak lupa Kepala Desa dan Ketua BPD turut mengapresiasi atas pelaksanaan program ini.

Bentuk pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa kepada Pemerintah Desa Semboja beserta masyarakat adalah melalui pencetakan x banner semboja menyapa. Pada x banner ini tertera nomor telepon serta social media milik Kepala Desa Semboja.

Harapan kami (mahasiswa KKN) dengan adanya program ini, tentunya akan semakin memudahkan pemerintah desa dan masyarakatnya dalam berkomunikasi. Selain itu, aspirasi dan keluhan masyarakat terkait pelayanan publik serta pertolongan kesehatan dapat semakin cepat tertangani dengan adanya penggunaan teknologi dan informasi dalam inovasi semboja menyapa. (r)

Peringati HUT RI Ke 74, RT 01 RW 03 Kelurahan Debong Lor Adakan Lomba Tumpeng

Tegal,(suararakyattegal.com),- Warga RT 01 RW 03 Kelurahan Debong Lor Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal gelar acara malam tasyakuran HUT RI Ke-74 dan dimerihakan dengan lomba tumpeng oleh ibu ibu PKK pada 16-08-2019. Maksud dan tujuan diadakannya lomba tumpeng yaitu untuk memupuk rasa gotong royong saling bahu membahu demi menciptakan sesuatu hasil yang memuaskan.

Dalam acara malam tasyakuran di hadiri langsung oleh Kepala Kelurahan Debong Lor Drs Nurokhman, dan merupakan suatu kehormatan bagi warga RT 01 RW 03, dimana biasanya tiap tahunnya yang hadir hanya perwakilan dari kelurahan. Dengan datangannya Lurah Debong Lor sehingga secara kebetulan ditunjuk untuk menjadi juri dalam lomba tumpeng, sehingga adil dalam penilaian karena tidak tau siapa dan milik siapa tumpeng tersebut. Dalam lomba tersebut dimenangkan kelompok II yang digawangi Hj Endang, dimana dalam penilaiannya masuk kriteria yaitu, penampilan, rasa, dan kreatifitas.

Menurut Nurokhman, warga RT 01 RW 03 sering diperbincangkan di Kelurahan, dimana warganya guyub rukun dan kompak. "Saya berangkat dari rumah pas lewat melihat warga sudah kumpul akhirnya saya mampir, ternyata memang benar warganya memang kompak", tandasnya Jum'at (16/8) malam.

Usai acara tasyakuran HUT KE-74 RI puluhan warga menyantap nasi tumpeng yang sudah dilombakan secara ramai-ramai. Sambil bercanda ria sekaligus untuk  mempererat Persatuan Dan Kesatuan warga khususnya warga RT 01 dan memupuk Jiwa Nasionalisme para warga ini dalam memeriahkan HUT RI Ke-74 patut untuk dicontoh.

Menurut Hj Endang, kita para ibu ibu PKK sengaja mengadakan lomba tumpeng ini supaya dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga, ujarnya. tio(r)

FKD Kalijurang Brebes Gelar Focus Group Discusion Untuk Bahas TPA

Written By suararakyat on Thursday, August 15, 2019 | 11:43 PM

Tonjong,(suararakyattegal.com),- Forum Kesehatan Desa (FKD) Kalijurang Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di aula kantor desa setempat, belum lama ini.

Ketua FKD Kalijurang Dwi Mei Ismawan mengatakan, kegiatan yang digelar dengan tema TPA yang ada didesa Kalijurang harus bagaimana ini, menjadi perhatian serius pasalnya disoal dan dikeluhkan oleh masyarakat akibat dampak keberadaannya, ujarnya.

Hal senada dikatakan Kepala desa (Kades) setempat H Edi  Riyanto,keberadaan TPA selama ini menjadi permasalahan kesehatan dan mengganggu kenyamanan masyarakat disekitarnya yang merasakan bau tidak sedap maupun menghirup asap pembakaran sampah dengan polusi udara kotor.

Lanjut Edi pihaknya meminta kepada dinas terkait agar dapat mencarikan solusinya agar tidak menjadi masalah dimasyarakat dengan kondisi tersebut tidak mungkin dibiarkan karena masyarakat butuh kenyamanan dan dikhawatirkan yang berdampak pada timbulnya gejala penyakit bagi warga. Melalui forum FGD tersebut diharapkan ada solusi yang tepat dan bijak.

Sementara Camat Tonjong Cecep Suganda yang juga hadir dalam diskusi ini mengingatkan agar ada penyelesaian, karena masalah sampah merupakan masalah bersama. Pemerintah Desa juga dapat mengalokasikan anggaran untuk penanganan sampah di desa agar diupayakan  meminimalisir dampaknya, ungkanya.

Kegiatan yang digelar FKD tersebut dihadir Muspika Tonjong, Kepala Puskesmas Tonjong, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Kantor Lingkungan Hidup (LH) Bumiayu, dan puluhan warga masyarakat desa setempat. imam (r)

Mahasiswa KKN UNDIP Tim II Tahun 2019 Beri Edukasi dan Pendampingan Cara Berwirausaha

Tegal,(suararakyattegal.com),- Edukasi dan pendampingan yang dilakukan Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Tahun 2019 yang bertempat di Balai Desa Jatiwangi, dengan tujuan untuk meningkatkan minat berwirausaha melalui inovasi produk baru dari potensi yang dimiliki oleh Desa Jatiwangi.

Sasaran dari kegiatan ini yaitu UMKM Jamur Tiram yang ada di Desa Jatiwangi, BUMDes Jatiwangi, Ibu-Ibu PKK dan pemuda Desa Jatiwangi yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Tahun 2019 yang di tempatkan di Desa Jatiwangi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, yaitu masih minimnya UMKM yang ada di Desa Jatiwangi dan sebagian besar pemuda yang ada di Desa Jatiwangi lebih memilih untuk merantau daripada bekerja di daerahnya sendiri, serta adanya Kelompok Tani Jamur Tiram yang sedang berkembang di Desa Jatiwangi.

Inovasi Abon Jamur yang dibuat oleh Mahasiswa KKN UNDIP merupakan salah satu produk olahan yang berbahan dasar jamur tiram. Bahan dasar jamur tiram tersebut dapat dibeli di UMKM Oemah Jamur yang ada di Desa Jatiwangi. Selain pembuatan abon jamur, Mahasiswa KKN UNDIP juga menjelaskan mengenai Harga Pokok Produksi, pengemasan, dan promosi produk. (r)