Latest Post

33 Rumah dan 1 Mushola Porak Poranda Di Terjang Angin Puting Beliung

Written By suararakyat on Monday, September 27, 2021 | 8:21 PM


Bumiayu, (suararakyattegal.com),- Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu Kapubaten Brebes alami bencana alam Angin Puting Beliung, yang mengakibatkan puluhan rumah rusak tepatnya di Dukuh Karanganyar RT 02/01, dan Dukuh Krajan Timur RT 01/04 dan RT 02/04 di Desa Kalinusu. Jum'at (24/09)sore.


Danramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi menjelaskan, angin puting  beliung memporak porandakan daerah tersebut sehingga mengakibatkan pohon pohon roboh dan merusak rumah warga. Jumlah ada 25 rumah rusak ringan, sedangkan 6 rumah rusak cukup berat, dan 1 bangunan mushola yaitu Musholla Al Ikhlas rusak cukup berat, sehingga total 33 rumah yang rusak. Dalam kejadian yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB, dan tidak ada korban jiwa, terangnya.


Selain itu, kerusakan parah pada bangunan akibat rumah tertimpa pohon di sekitar rumah yang tumbang. BPBD Bumiayu bersama pihak terkait dengan dibantu warga melakukan evakuasi batang pohon dan ranting-ranting pohon yang menimpa bangunan.


Pihaknya bersama Bhabinkamtibmas dan perangkat desa terus melakukan inventarisir kerugian, serta menghimbau agar warga lebih waspada dan secepatnya mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrim seperti sebelum kejadian puting beliung, yaitu hujan disertai angin kencang. 


Selain itu, kita juga menghimbau agar warga kedepannya mengurangi cabang-cabang pohon di sekitar pekarangan rumah agar tidak patah dan batangnya roboh saat angin besar terjadi,” pungkasnya. Rizal (r)

Melalui Program Yuk Kita Vaksin!, Dewi Aryani Gelontorkan Ratusan Ribu Vaksin

Written By suararakyat on Saturday, September 25, 2021 | 10:30 PM


Tegal,(suararakyattegal.com),- Sejak Agustus 2021 saja, Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, M. Si menggelontorkan ratusan ribu vaksin aspirasi melalui program “Yuk Kita Vaksin! Bersama Pulihkan Indonesia".

 

Pada bulan-bulan sebelumnya sepanjang tahun 2021, ratusan ribu dosis vaksin juga sudah digelontorkan. Selain di desa-desa, juga ditujukan untuk ormas, sekolah dan berbagai ormas dan komunitas.


"Harapan saya, dengan gencarnya vaksinasi, herd immunity segera terbangun,” kata Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.


Vaksinasi untuk masyarakat di desa-desa, selalu digelar di balaidesa. Warga pun semakin memiliki kesadaran, bahwa vaksin ini sangat penting, sehingga menumbuhkan semangat mempercepat herd immunity.


"Di setiap desa, warga sangat semangat divaksin, untuk menjaga agar tetap sehat dan akan terhindar dari virus corona. Meski begitu, saya tetap ingatkan, walaupun sudah divaksin harus tetap menjaga protokol kesehatan,” tuturnya.


Saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Desa Padaharja, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Sabtu (25/9/2021) pagi, Dewi Aryani melihat semangat ratusan warga yang memenuhi balaidesa untuk divaksin.


“Pada setiap kunjungan ke balaidesa, saya tebarkan energi positif dan meyakinkan warga bahwa pandemi segera berlalu,” kata Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes) ini.


Dewi Aryani menjelaskan, Aspirasi vaksin Covid-19 yang digelontorkan selama bulan Agustus 2021, sebanyak 17.200 dosis untuk Kabupaten Tegal, Brebes dan Kota Tegal. 

Sedangkan pada September 2021 ini, Perempuan Parlemen yang tak kenal lelah menyambangi desa-desa, menggelontorkan 83 ribu dosis vaksin untuk Kabupaten Tegal, dan sebanyak 20 ribu dosis untuk Kabupaten Brebes.


“Vaksin sinovac itu untuk warga desa di 18 kecamatan se-Kabupaten Tegal. Vaksinasi ini sebagai langkah percepatan membantu Pemerintah Kabupaten Tegal menuntaskan pandemi Covid-19,” jelas Dewi Aryani.


Sementara untuk bulan Oktober 2021 mendatang, vaksin aspirasi Dewi Aryani akan menggelontorkan 100 ribu dosis vaksin. Sebanyak 50 ribu untuk masyarakat Kabupaten Tegal, dan 50 ribu dosis untuk Kabupaten Brebes.

Setiap desa yang disediakan minimal 300 sampai 500 dosis, melihat antusias warga yang datang sangat tinggi seperti yang terjadi di Desa Harjosari Kidul, Kecamatan Adiwerna, Dewi Aryani pun akan memperjuangkan untuk menambah kuota vaksin.


Selain itu, Dewi Aryani juga menggelontorkan puluhan ribu dosis vaksin untuk siswa SMP dan SMA, SMK dan sederajat usia 12 tahun keatas di 14 kecamatan di Kabupaten Tegal.


Menurutnya, total sasaran saat ini untuk 20.000 siswa, dari total sekitar 97.000 lebih jumlah siswa SMP, SMA, SMK dan sederajat di Kabupaten Tegal. Namun pada tahap selanjutnya, akan diperjuangkan lagi sehingga semua siswa mendapatkan vaksin hingga 100 persen.


"Sasaran anak-anak sekolah usia 12 tahun keatas, karena mereka memiliki mobilitas yang cukup tinggi,” ungkap Dewi Aryani.(r)

Gerudug Balai Desa, Warga Timbangreja Kekeh Pembangunan Tower Harus Dihentikan

Written By suararakyat on Tuesday, September 21, 2021 | 8:33 PM


Tegal,(suararakyattegal.com), - Buntut dari penolakan warga terkait pembangunan tower yang ada di lingkungan Rt 02 Rw 04 Desa Timbangreja Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, serta menindaklanjuti surat pernyataan penolakan warga. Puluhan warga Desa Timbangreja didampingi kuasa hukumnya Adv MC. Wildanil, SH, dan Adv. Harnawan, SH menggerudug Balaidesa Timbangreja, Selasa (21/9) siang


Kedatangan puluhan warga ke Balaidesa Timbangreja untuk menyampaikan surat pernyataan penolakan pembangunan tower di lingkungannya. Aksi tersebut berlangsung tertib dan tetap menerapkan protokol kesehatan.


Koordinator Lapangan, M. Amin kepada wartawan menuturkan, "Awalnya aksi tersebut akan diikuti ratusan warga, namun atas anjuran dari pihak Kepolisian dibatasi karena faktor PPKM level 3, maka sekitar 70 warga yang mewakili dalam aspirasinya tersebut.


Dalam aksinya, warga mendesak untuk menghentikan pembangunan tower yang sedang berjalan. 


Amin menjelaskan bahwa pembangunan tower tersebut sama sekali tidak ada ijin dari warga sekitar dan sosialisasi," tegasnya.


Sementara pernyataan sikap penolakan dibacakan langsung oleh koorlap M. Amin di dampingi Kuasa Hukumnya dengan melampirkan surat pernyataan warga, dan somasi sama seperti yang dilayangkan kepada Bupati Tegal dan DPRD Kabupaten Tegal.


Setelah dibacakan surat pernyataan dan penolakan warga, Kepala Desa Timbangreja menandatangani tanda terima surat penolakan tersebut.


Amin juga menuturkan kepada awak media, "Sepulang dari aksinya tersebut, dirinya mengaku dihubungi pihak Polsek dan Koramil bahwa dalam hal pemberhentian pembangunan, pihaknya meminta waktu 2 (dua) hari untuk uji terkait dengan tingkat keamanan dan dampak pembangunan dari tower tersebut, tetapi Amin dengan tegas menolak.

Menurutnya, pokok permasalahannya adalah tower di bangun tanpa adanya sosialisasi dan ijin dari warga sekitar, Jadi harus di hentikan jangan sampai warga menghentikan pembangunan tersebut secara paksa," beber Amin didampingi oleh 2 Kuasa Hukumnya. (r)

Layangkan Surat ke Bupati dan Dinas Terkait, Warga Desa Timbangreja Tolak Keras Pembangunan Tower

Written By suararakyat on Monday, September 20, 2021 | 3:35 PM


Tegal,(suararakyattegal.com), - Warga Desa Timbangreja Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal menolak keras adanya pembangunan tower yang ada di lingkungan Rt. 02 Rw. 04 Desa Timbangreja Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal.


Pernyataan penolakan tersebut disampaikan dengan tegas oleh kuasa hukum warga setempat Adv. MC Wildanil, SH dan Adv. Harnawan, SH kepada awak media Senin (20/9/2021).


Menurut kuasa hukum, surat pernyataan penolakan warga tersebut sudah di layangkan beberapa minggu lalu kepada Bupati Tegal, Dinas Perijinan dan DPRD Kabupaten Tegal. Namun tetap saja pembangunan tower di Desa Timbangreja tetap berjalan," tuturnya.


Menurutnya, "Kami sebagai warga terdampak bisa saja menghentikan paksa, namun kami berusaha mengutamakan kondusifitas dan kenyamanan lingkungan desa. Kami sangat menyayangkan, selama dalam waktu sepekan belum ada tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Tegal," tegasnya.


"Bahwa penolakan warga ini salah satunya di karenakan dengan adanya pembangunan tower tersebut, gelombang elektromagnetik yang di hasilkan sangat memiliki dampak negative," sebut Kuasa Hukum.


Sementara Koordinator Lapangan yang juga sebagai perwakilan dari warga Desa Timbangreja, M. Amin menyampaikan tentang dampak negative adanya tower, yaitu:

Risiko kanker otak pada anak-anak dan remaja meningkat 400 persen akibat gelombang elektromagnetik, semakin muda usia pengguna, makin besar dampak yang ditimbulkan oleh radiasi;

Bukan hanya pada anak dan remaja, pada orang dewasa radiasi gelombang elektromagnetik juga berbahaya. Radiasi gelombang elektromagnetik dalam waktu 30 menit/hari selama 10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker otak dan acoustic neuroma (sejenis tumor otak yang bisa menyebabkan tuli).


Amin juga menjelaskan, "Radiasi gelombang elektromagnetik juga berbahaya bagi kesuburan pria. Menurut penelitian, penggunaan radiasi gelombang elektromagnetik  yang berlebihan bisa menurunkan jumlah sperma hingga 30 persen.

Frekuensi radiasi gelombang elektromagnetik pada radiasi gelombang elektromagnetik  bisa menyebabkan perubahan pada DNA manusia dan membentuk radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan karsinogen atau senyawa yang dapat memicu kanker.

Frekuensi radiasi gelombang elektromagnetik pada radiasi gelombang elektromagnetik  juga mempengaruhi kinerja alat-alat penunjang kehidupan (live saving gadget) seperti alat pacu jantung. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kematian mendadak.

Sebuah penelitian membuktikan produksi homon stres kortisol meningkat pada penggunaan radiasi gelombang elektromagnetik dalam durasi yang panjang. Peningkatan kadar stres merupakan salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan.

Medan elektromagnet di sekitar menara dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh lebih sering mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal.

Penggunaan radiasi gelombang elektromagnetik lebih dari 30 menit/hari selama 4 tahun bisa memicu hilang pendengaran (tuli). Radiasi gelombang elektromagnetik yang terus menerus bisa memicu tinnitus (telinga berdenging) dan kerusakan sel rambut yang merupakan sensor audio pada organ pendengaran.

Akibat pemakaian radiasi gelombang elektromagnetik yang berlebihan, frekuensi radiasi gelombang elektromagnetik yang digunakan (900 MHz, 1800 MHz and 2450 MHz) dapat meningkatkan temperatur di lapisan mata sehingga memicu kerusakan kornea.

Emisi dan radiasi gelombang elektromagnetik bisa menurunkan kekebalan tubuh karena mengurangi produksi melatonin. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan tulang dan persendian serta memicu rematik.

Risiko kanker di kelenjar air ludah meningkat akibat penggunaan radiasi gelombang elektromagnetik  secara berlebihan.

Medan magnetik di sekitar radiasi gelombang elektromagnetik yang menyala bisa memicu kerusakan sistem syaraf yang berdampak pada gangguan tidur. Dalam jangka panjang kerusakan itu dapat mempercepat kepikunan.

Medan elektromagnetik di sekitar Tower juga berdampak pada lingkungan hidup. Burung dan lebah menjadi sering mengalami disorientasi atau kehilangan arah sehingga mudah stres karena tidak bisa menemukan arah pulang menuju ke sarang," terangnya.


Kepada awak media, Amin juga menuturkan tidak pernah adanya sosialisasi dari Pemerintah Desa atas rencana pembangunan tower sebagaimana tersebut diatas;

Pemerintah Desa Timbangreja Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal memberikan uang sebesar Rp. 750.000,00 (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) kepada warga masyarakat sekitar tempat dimana tower akan dibangun, tanpa adanya sosialisasi peruntukkan uang sejumlah tersebut diatas, yang belakangan patut diketahui bahwa uang tersebut telah diclaim oleh para pihak yang berkepentingan, seolah-olah uang tersebut adalah sebagai bentuk uang kompensasi warga masyarakat terdampak rencana pembangunan tower, dalam hal ini, setelah masyarakat mengetahui maksud dari pemberian uang yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Timbangreja Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal tersebut diatas, membuat warga masyarakat merasa KEBERATAN, bila nantinya warga masyarakat terdampak menanggung kemungkinan dampak negative dari gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan dari tower yang nantinya akan dibangun," tandasnya 


Amin menambahkan, bahwa dijelaskan pada Pasal 11 ayat (2) Peraturan Bersama Menteri disebutkan pesyaratan administratif yang terdiri dari: Status kepemilikan tanah dan bangunan;

Surat keterangan rencana kota; Rekomendasi dari instansi terkait khusus untuk kawasan yang sifat dan peruntukannya memiliki karakteristik tertentu; Akta pendirian perusahaan beserta perubahannya yang telah disahkan oleh Dephumkam (Kemenkumham);

Surat bukti pencatatan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) bagi penyedia menara yang berstatus perusahaan terbuka;

Informasi rencana penggunaan bersama negara; Persetujuan dari warga sekitar dalam radius sesuai dengan ketinggian menara; Dalam hal menggunakan genset sebagai catu daya dipersyaratkan izin gangguan dan izin genset," terangnya.


Atas surat penolakan warga Desa Timbangreja Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal terhadap pembangunan tower, yang sampai dengan hari ini belum diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal, maka kami akan menyampaikan surat tersebut pada hari Selasa, 21 September 2021 kepada Pemerintah Desa Timbangreja secara langsung, warga yang akan menyampaikan sebagai warga terdampak pembangunan tower akan didampingi oleh Pemuda Desa Timbangreja yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Timbangreja (FORKOMPETIM) sekitar ratusan warga yang akan menyampaikan penolakan secara tertulis terhadap Pemerintah Desa Timbangreja Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, dengan harapan pemberhentian pembangunan tower di Desa Timbangreja Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, dan  sebagai wujud penghormatan dan penghargaan atas hak-hak warga negara yang dilindungi oleh undang-undang," tegas Amin.(r)

Pantau Penggunaan Dana Desa, Tim Monev Kecamatan Bantarkawung Brebes Turun Lapangan Langsung

Written By suararakyat on Tuesday, September 14, 2021 | 5:20 PM


Bantarkawung,(suararakyattegal.com),- Pemeritah Desa Cibentang Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes laksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev), guna mengetahui kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa Tahap I Tahun 2021, di Aula kantor Desa Cibentang, Selasa (14/9)


Kepala desa (Kades) Cibentang Yanto  melalui sekdes Carsam mengatakan, dalam monitoring kali ini hanya dilakukan pengecekan / pemeriksaan amidnistrasi saja, dan tidak ada pengecekan fisik / pengerjaan pembangunan di lapangan. Pasalnya, angggaran semuanya masih difokuskan untuk penanganan pandemi Covid 19.


Sementara tim Monev Kecamatan Bantarkawung melalui Sekcam Agus Prastyo SH menyampaikan, bahwa monitoring yang di lakukan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung sejauh mana pelaksanaan program di desa, serta untuk memantau apakah dalam pelaksanaannya sudah sesuai dengan RAP dan RAB atau tidak.


Lanjut Agus, tujuan dan maksud dilakukan monitoring ini untuk mengetahui secara langsung sejauh mana pelaksanaan program di desa. Dan hasil monitoring sejauh ini dari Tim Monev kecamatan Bantarkawung, yang sampai hari ini baru melaksanakan monev sejumlah 15 desa dari 18 desa yang ada. Melihat pelaksanaan program kegiatan sudah berjalan dan sesuai dengan RAB, ujarnya. Rizal(r)

Bulan September, Dewi Aryani Nge-Gass, Vaksinasi 200 titik di 18 Kecamatan di Kabupaten Tegal

Written By suararakyat on Thursday, September 2, 2021 | 5:25 PM


Tegal,(suararakyattegal.com),- Dr Dewi Aryani MSi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan kembali melaksanakan kegiatan vaksinasi di 200 titik merata di 18 kecamatan di Kabupaten Tegal sepanjang bulan September 2021.


Sebanyak hampir 200 titik akan dilaksanakan vaksinasi biofarma atau sinovac untuk usia 12 tahun keatas mulai tanggal 2 September 2021 baik untuk vaksin dosis pertama maupun dosis ke dua. Ratusan nakes Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal di terjunkan untuk mengawal suksesnya vaksinasi bagi masyarakat luas.


Sepanjang bulan Agustus lalu DeAr panggilan akrab Dewi Aryani telah melaksanakan vaksinasi untuk 17.200 orang dan bulan September sekitar 33.000 orang. Melihat antusias masyarakat yang semakin tinggi DeAr tak tanggung-tanggung dalam memperjuangkan vaksin untuk masyarakat di dapilnya.


“Kita harus bantu masyarakat untuk segera mendapatkan vaksin secepatnya. Tak hanya supaya herd immunity terbentuk namun juga melihat antusiasnya masyarakat saat ini harus menjadi momen yang harus mendapatkan perhatian serius. Tidak pandang bulu dari golongan manapun dan kelompok manapun saya ingin semua masyarakat yang masuk dalam prioritas di vaksin mereka harus segera mendapatkan vaksin Covid-19 ini. Harapan saya mulai tokoh masyarakat , kepala daerah hingga kepala desa mendukung upaya ini agar warga semua mendapatkan perlindungan kekebalan tubuh secepatnya”, tandas DeAr, Kamis (2/9).


Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan dalam waktu dekat juga akan segera mengupayakan memperjuangkan untuk vaksinasi di sekolah- sekolah baik SMP, SMA maupun SMK se-Kabupaten Tegal dengan rincian siswa SMP sebanyak 47.566 siswa, SMA sebanyak 11.523 siswa dan SMK sebanyak 37.971 siswa. 


Tak hanya vaksinasi, DeAr juga menggelorakan semangat “Bersama Pulihkan Indonesia”, maknanya semua pihak bersama-sama harus bergotong royong menyukseskan program kesehatan melalui vaksinasi Covid-19 agar Indonesia segera terbebas dari virus Covid-19 dan segala lini kehidupan kembali normal dengan cara baru dimana walaupun sudah di vaksin namun protokol kesehatan tetap harus secara disiplin di tegakkan. Rakyat sehat, negara kuat dan berdaulat. (r)