Latest Post

Surat Terbuka Keluarga Meninggal Terduga Covid-19

Written By suararakyat on Thursday, September 17, 2020 | 12:29 AM


Semarang, Kepada Direktur RS Dokter Kariadi Semarang. Kami salah satu anak dari Almarhumah Masriyatun, Shandy Rizqia Arifianty, SH menyampaikan bahwa  sejak tanggal 11 juli  2020 Mamah Saya Masriyatun dirawat di RS. Dr Kariadi, kemudian tanggal 16 juli 2020 dilakukan operasi pengangkatan rahim, ovarium, dan omentum, serta sitologi cairan ascites, kemudian karena terdapat kanker di hati yang tidak terlokalisir untuk diangkat maka perlu dilakukan kemoterapi.


Kemoterapi pertama dilakukan pada tanggal 27 Agustus 2020, kemudian akan dilakukan kemoterapi lagi satu minggu kedepan.  

Tanggal 3 September 2020 mamah pergi ke RS. Dr Kariadi untuk kontrol dan kemoterapi, sesuai jadwal kontrol pukul 12.00 mamah datang ke Poli Bedah 1 jam sebelum jadwal. 


Dokter Residen Bedah baru datang ke Poli pukul 13.35, WIB karena terlalu lama menunggu di Poli Bedah mamah tidak ada kesempatan untuk lanjut kemoterapi karena kesiangan. 


Kemudian mamah mengalami nyeri perut hebat lalu dibawa ke IGD, saat skrining covid didapatkan hasil rapid test positif (IgG negatif IgM positif), lalu mamah dirawat di Isolasi IGD dilakukan swab dan hasil baru keluar 2 hari kemudian, sambil menunggu hasil mamah dibawa ke ruang Rajawali 4B keesokan harinya pada tanggal 4 September 2020 sekitar pukul 19.45. Karena peraturan di Ruang Isolasi Rajawali pasien tidak dapat ditunggui oleh Keluarga maka saya menanyakan bagaimana keadaan Mamah saya nanti mengingat Mamah tidak bisa bergerak sendiri dan tidak bisa makan maupun minum sendiri, pihak perawat menjawab bahwa kebutuhan pasien sepenuhnya akan dicukupi 24 jam pada perawat Ruang Isolasi Rajawali.


Pada tanggal 6 September 2020 hasil swab positif  dilakukan swab kedua pada hari yang sama. Mamah sempat meminta dijemput pulang karena mendapatkan pelayanan yang buruk, segala kebutuhan mamah tidak dicukupi dalam waktu segera. Saya sudah menjelaskan di awal bahwa mamah tidak bisa makan dan minum sendiri, saat akan dipindah sudah saya bawakan susu ensure yang mana riwayat selama mamah opname hanya bisa minum susu itu pun lewat NGT, tetapi di ruang isolasi mamah diberi makan nasi yang alhasil muntah seketika, kemudian minta dibuatkan susu dari pagi juga tidak dibuatkan, harus meminta-minta terus sampai sore harinya.



Hasil swab kedua, Mamah saya mendapat keterangan langsung dari perawat bahwa hasilnya negatif dan dijelaskan juga melalui pesan  Whats-Up antara  mamah dan petugas Ruang Rajawali 4B, kemudian  mamah langsung dipindah ke Rajawali 6A tanpa konfirmasi kepada pihak keluarga padahal hasil swab kedua dinyatakan negatif. 

Kenapa pihak RS tidak memindahkan ke ruang biasa atau dipulangkan ke rumah? padahal hasil swab negatif dan KU mamah relatif stabil, jika terlalu lama di RS alm mamah akan meningkatkan resiko terpapar covid mengingat imunitas  mamah yang kondisi imun rendah karena latarbelakang penyakitnya yaitu Kanker.


Pada tanggal 11 September 2020. Perawat Ruang Rajawali  6A menghubungi shandy melalui pesan Whats-Up yang menyatakan mamah dalam kondisi menurun dan sedang dalam penanganan pukul 07.22 WIB. 

Pihak keluarga segara menuju RSDK. Sedangkan pada Surat Keterangan Kematian  mamah dinyatakan meninggal pukul 07.05. Dalam hal ini keluarga tidak diberi kabar meninggal tetapi sedang dalam penanganan. 


Yang sangat disayangkan kenapa pihak keluarga tidak diberi kabar saat mamah dalam keadaan kritis tetapi diberi tahu setelah sudah meninggal.


Selama diisolasi hasil swab yang sudah dikeluarkan oleh pihak rumah sakit dinilai tidak transparan. Pasalnya, swab yang dilakukan mamah saya (M) saat diisolasi dilakukan sebanyak 2 kali, namun sangat disayang sampai pasien dinyatakan meninggal hasil swab yang kedua tidak pernah ditunjukan bahkan tidak diberitahukan ke pihak keluarga.


"Hasil swab pertama terkonfirmasi covid-19 disampaikan oleh Perawat Ruang Rajawali 4B terhadap adik saya ( shania ) sedang yang kedua tidak disampaikan dan tidak ditunjukan sama sekali.


Hasil whatsup pasien dengan paramedis 


Terlampir.


Kami menyesalkan seharusnya dokumen hasil pemeriksaan atau isi dari rekam medis tersebut merupakan milik pasien yang dibuat dalam bentuk ringkasan rekam medis dan dapat diberikan, dicatat, atau dicopy oleh pihak keluarga pasien.


Hal yang sampai detik ini menjadi pertanyaan bagi kami adalah ; 


1. Kenapa pihak keluarga tidak diberi kabar saat mamah dalam kondisi kritis, tetapi diberitahu setelah mamah sudah meninggal?


2. Kenapa hasil swab pertama dan kedua tidak dapat di serahkan pada keluarga alm Masriyatun? Ketika dikonfirmasi hanya bisa diberikan surat keterangan saja


3. Kenapa papah kami ( M.Aksan, SIP, MP ) ikut dalam prosesi pemulasan jenazah mamah Masriyatun?

Apakah hal tersebut sesuai dengan S.O.P pemulasan covid?


4. Kenapa selama di ruang isolasi mamah tidak mendapatkan pelayanan yang cepat mengingat pasien adalah tanggungjawab perawat selama 24 jam selama keluarga pasien tidak boleh mendampingi?


Sampai dengan hari ini rabu 16 September 2020  yang membuat rekam medis kepala ruang Muji Astuti,S.Kep. Ns, tidak bisa kami temui karena sedang rapat menurut perawat yang bertugas, begitu juga dokter penanggung jawab dr Farida, Sp.PD kami tidak diperkenankan untuk menghubungi beliau.


Perlu pembenahan Tata kelola dan kontrol sumberdaya  dalam penanganan pasien.


Perlu adanya sanksi kesalahan dalam pengelolaan yang terstruktur ditubuh rumah sakit.


Kami menyayangkan seharusnya jika dinyatakan hasil swab kedua negatif tentunya pasien bisa segera dipindah ke ruang biasa atau dipulangkan agar dapat ditunggui oleh anak-anaknya, sebagai kesempatan di 

akhir hayatnya kami bisa merawat, berbhakti, dan mendengar wejangan pesan dari sang ibu sebelum ajal tiba.


Kami  menunggu jawaban surat terbuka dari pihaK RS. Dr Kariadi 2 hari  sejak surat terbuka dibuat. 

Terimaksih.


Slawi , 16 September 2020

Yang menyatakan

An. keluarga almarhumah Masriyatun.





1.Shandy Rizqia Arifianty, SH.

2.Shantika Afny Varren, SH.

3. Shania Bil Qisthy.



Tembusan :  disampaikan kepada YTH.

1. Presiden RI

2. Menteri Kesehatan RI.

3. Komisi IX DPR RI.

4. Gubernur Jawatengah.

Upah Dibawa Kabur, Belasan Pekerja Proyek Mogok Kerja

Written By suararakyat on Tuesday, September 15, 2020 | 10:40 PM


Tegal,(suararakyattegal.com),- Diduga uang upah atau bayaran (tukang/kuli) dibawa kabur mandor initial AN asal Suradadi, Kabupaten Tegal, belasan pekerja proyek Puskesmas Kaligangsa, Kota Tegal mogok kerja.


Seorang pekerja proyek, Irwan (35) menuturkan, uang bayaran selama dua minggu belum dibayarkan, sementara hanya dibayar dengan sistem kasbon. Namun setelah bekerja dua minggu lamanya pekerja meminta hak bayarannya, mandor tersebut diduga lari tidak tanggung jawab. 


"Kami hanya meminta hak, meski jumlahnya variatif, karena sudah bekerja selama dua minggu belum dibayar oleh mandor (AN). Karena belum dibayar ya kami mogok kerja," tegas Irwan, Selasa (15/9/2020) pagi, saat ditemui di lokasi proyek. 


Selama ini, lanjut Irwan, mandor (AN) ketika ditagih uang bayaran hanya janji-janji saja. Setelah berjalan dua minggu ditagih lagi mandor tersebut malah tidak kelihatan batang hidungnya, bahkan HP nya tidak aktif. 


"Kami sudah beberapa kali menghubungi hand phone nya, baik melalui WA, SMS maupun telepon langsung, namun sejak Senin kemarin HP nya gak aktif," ungkapnya. 


Irwan menambahkan, bersama belasan teman pekerja lainnya datang ke lokasi proyek untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak pelaksana (perusahaan), namun pengakuan dari perusahaan sudah membayar langsung ke mandor (AN) lunas, bahkan over.  


"Kami meminta tanggung jawab ke pihak perusahaan dan minimal solusi supaya kami bisa menerima hak kami ini," ungkapnya sambil berharap. 


Sementara pihak perusahaan PT Astha Saka Semarang, melalui perwakilannya, Ardy mengatakan, pihak perusahaan sudah mengeluarkan hak para pekerja melalui mandor (AN) bayar lunas dan mungkin malah over (lebih). 


"Kami (perusahaan) kalau masalah bayaran tenaga tidak pernah telat. Bahkan kami memberikan ke mandor tersebut mungkin bahkan over," kata Ardy. 


Ardy menambahkan, minta kebijakan ke rekan pekerja untuk menunggu hari Kamis (17/9/2020), pihaknya akan menghitung hasil pekerjaan yang dilaksanakan mandor (AN) apakah masih ada kelebihan perhitungan atau bahkan minus. 


"Jika hasil perhitungan lebih dan masih ada sisa untuk pembayaran ya kita akan kembalikan ke pekerja, namun jika minus ya itu sudah bukan tanggung jawab kami, silakan selesaikan dengan yang bersangkutan," pungkasnya. Her(r)

Desa Karangjongkeng Kec Tonjong Kab Brebes Bangun Sarana Olah Raga Bagi Masyarakat


Tonjong,(suararakyattegal.com),- Pemerintah Desa (Pemdes) Karangjongkeng kecamatan Tonjong kabupaten Brebes wujudkan pusat kegiatan olah raga bagi masyarakatnya di lahan tanah milik desa.


Kepala desa Karangjongkeng Abdul Muhit mengatakan, tahun ini desanya telah mewujudkan sarana olah raga berupa lapangan/stadion yang akan digunakan untuk semua jenis kegiatan olahraga maupun berbagai event masyarakat dan Pemdes.


"Insya Allah akhir tahun ini sarana tersebut terwujud dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan berbagai jenis olahraga maupun kegiatan event di desanya, dengan dilengkapi lampu penerangan, ujar Muhit saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (15/9).


Dijelaskan Muhit, program sarana tersebut telah dianggarkan dari penyerapan dana desa (DD) tahun 2020 sebesar Rp 268 Juta.


"Kondisi pembangunan saat ini berlangsung sudah mencapai 60 persen. Dan diharapkan sebelum akhir tahun 2020 pembangunan sarana tersebut selesai".


Menurut Muhit, pihak desa yang masih memiliki lahan tanah luas itu, rencana kedepan dilokasi yang sama juga akan dibangun gedung serbaguna berikut fasilitas pendukungnya, diantaranya lokasi perparkiran, kantin dan taman untuk berkreaksi masyarakat. Sehingga nantinya semua sarana tersebut dapat meraup pendapatan asli desa (PADes), pungkasnya. imam(r)

Puskesmas Kutamendala Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak


Tonjong,(suararakyattegal.com),- Ditengah pandemi covid 19 sejumlah 42 ibu hamil warga desa Kutamendala kecamatan Tonjong kabupaten Brebes mendapat pemeriksaan Ante Natal Care (ANC) atau perawatan dan pemeriksaan berkala menjelang Persalinan secara terpadu oleh tim medis Puskesmas Kutamendala di ruang  periksa Puskesmas setempat Senin (14/9).


Kepala Puskesmas Kutamendala Edi Purwanto, S.Kep,Ns, M.Kes mengatakan, pemeriksaan ANC untuk  mendeteksi kehamilan menjelang persalinan secara dini dan rutin.


Dikatakan Edi, kegiatan pemeriksaan terhadap setiap ibu hamil tersebut dalam upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di kabupaten Brebes yang dinilai masih tinggi se Jawa Tengah.


Menurut Edi, salah satu solusi efektif dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah dengan cara meningkatkan pertolongan persalinan secara terpadu.


Lanjut Edi, selain ibu hamil di desa Kutamendala juga desa lain yang menjadi binaaannya telah mendapatkan hal yang sama. Pihaknya dengan melakukan jemput bola ke desa desa dan ditengah pandemi covid 19 berharap mereka juga harus mengikuti protokol kesehatan, pungkas Edi. imam(r)

Ketua Gugus Tugas Kecamatan Bumiayu Beri Edukasi dan Sosialisasi ke Masyarakat

Written By suararakyat on Thursday, September 10, 2020 | 8:29 PM


Bumiayu,(suararakyattegal.com),- Kasus penyebaran Virus Corona atau COVID-19 di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes bertambah. Penambahan ini terjadi bertahap selama satu minggu. Hal ini disampaikan Ketua Gugus Tugas Kecamatan Bumiayu Eko Purwanto SP MSi kepada awak media Kamis (10/9).


Eko mengatakan, penambahan yang signifikan tersebut berdasarkan dari hasil penelusuran terhadap Orang Dalam Resiko (ODR), per saat ini di wilayahnya terdapat 12 kasus.


Lanjut Eko, belasan pasien tersebut merupakan kategori orang tidak bergejala. Sehingga penanganannya dilakukan dengan isolasi mandiri.


 “Tadi kita langsung memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Intinya kita gotong royong. Dan Alhamdulillah, masyarakat memahami,” katanya.


Eko menghimbau kepada masyarakat, kita tidak perlu khawatir kepada pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri. Selama menjaga jarak aman dan tidak bersentuhan langsung maupun berinteraksi jarak dekat dan selalu melakukan tindak pencegahan, risiko tertular akan semakin rendah.


“Makanya kita mengimbau terus aturan protokol kesehatan, gunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir sesering mungkin, juga mandi dan ganti baju setelah beraktivitas di luar. Itu semua untuk pencegahan,” ujarnya.


Menurut Eko, kemungkinan sembuh akan tinggi justru dengan dukungan masyarakat sekitar dimana tercatat jumlah sembuh sudah mencapai 5 kasus.


"Manakala ada dukungan penuh dari  masyarakat, diharap akan membuat mereka semangat dan imunitasnya tinggi sehingga bisa melawan dan tahan terhadap serangan  virus,” pungkasnya. imam(r)

LBH GMBI Wilter Jateng Siap Audiensi Dengan Gubernur Demi Bantu Masyarakat Yang Membutuhkan Bantuan Hukum

Written By suararakyat on Sunday, August 30, 2020 | 9:43 PM


Tegal,(suararakyattegal.com), - Tidak akan berhenti berbuat baik dalam membantu masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan hukum, LBH GMBI Wilter Jawa Tengah siap audiensi dengan Gubernur Jateng. 


Ketua LBH GMBI Wilter Jawa Tegah, Wendy Napitupulu SH. CPLC.CPCLE mengatakan, bersama rekan sejawatnya dalam waktu dekat ini  bakal beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, terkait bantuan hukum terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum. 


Menurut Wendy, tujuan audiensi tersebut guna memantapkan langkah untuk membantu masyarakat khususnya Jawa Tengah yang membutuhkan bantuan hukum dengan sistem kerja sinergi dengan pemerintah.


"Kami melakukan itu, mendasari masih banyaknya masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum, karena buta tentang hukum, sehingga hal ini sudah seharusnya ada sinergitas lembaga kami dengan pemerintah agar terwujud kinerja berbasis taat aturan pemerintah dan taat hukum," terangnya. 


Menurut Wendy, lembaganya juga tengah mempersiapkan kantor LBH GMBI Wilter Jawa Tengah di Semarang.


"Ke depan, LBH kami dapat melayani bantuan hukum dengan baik dan semoga terlaksana beserta program kerja yang menyentuh masyarakat bawah, karena notabene tujuan kami baik membantu masyarakat yang buta tentang hukum," pungkasnya. dn(r)