suara rakyat

Latest Post

Semarakan HUT RI Ke 73, Kecamatan Paguyangan Adakan Karnaval Pembangunan

Written By suara rakyat on Saturday, August 18, 2018 | 7:13 PM

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Semarak Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 73 kecamatan Paguyangan, kabupaten Brebes gelar acara pawai karnaval pembangunan, Sabtu (18/8).
Acara karnaval pembangunan yang di ikuti oleh pelajar, instansi pemerintahaan, ormas, serta masyarakat umum di kecamatan paguyangan ikut meramaikan acara.
Dalam karnaval menampilkan berbagai bentuk kreasi dan kreatifitas warga dari musik tradisional hingga busana kedaerahaan. Berbagai motivasi dan suport untuk para atlit yang akan berlaga di asian game di Jakarta dan Palembang itu juga di tampilkan oleh hampir seluruh peserta karnaval pembangunan itu.
Acara yang di gelar untuk memeriahkan hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73 dengan menepuh jarak kurang lebih 5 Km.
Banyaknya peserta yang mengikuti acara tersebut, ditambah lagi tumpah ruah ribuan penonton yang berjajar sepanjang jalan yang di lewati oleh peserta mengakibatkan ruas jalan Bumiayu-Purwokerto macet total.
Terik matahari tidak menjadi kendur semangat para peserta dalam mengikuti karnaval hingga garis finish yang sudah di tentukan oleh panitia pelaksana.
Acara tersebut yang di hadiri oleh seluruh jajaran Muspika, beberapa anggota DPRD dari kabupaten Brebes, diantaranya Fraksi Golkar Mochamad Mafruchi dan Fraksi PKB Zamroni, serta para kepala desa yang ada di kecamatan paguyangan, hal tersebut yang di saampaikan oleh Sekcam kecamatan Paguyangan Sudarto SH.
"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh masyarakat kecamatan Paguyangan yang telah ikut andil dan mengikuti serta menysukseskan acara ini" ungkap nya".
Sementara itu Sunaryo Mpd, ketua panitia pelaksana menuturkan, jumlah peserta yang mengikuti acara karnaval pembangunan yang mengangkat tema "Disiplin Maju Bersama dan Berbudaya" ada sejumlah 53 peserta dari tingkat pelajar dan umum, terangnya.
Lanjut Sunaryo, ada beberapa kriteria yang akan kami nilai dalam lomba karnaval pembangunan ini, diantaranya dari segi kreatifitas, tema, estetika dan dari banyaknya jumlah peserta dari satu regu tersebut, imbuhnya.tri(r)

Pemdes Kalisumur Bumiayu Gelar Karnaval Tingkat Desa

Written By suara rakyat on Friday, August 17, 2018 | 10:48 PM

Bumiayu,(suararakyattegal.com),- Warga desa Kalisumur kecamatan Bumiayu kabupaten Brebes ramaikan acara karnaval HUT RI ke 73 ditingkat desa Jumat 17/8.
Kepala desa (Kades) Kalisumur H Mutholib mengatakan, karnaval yang diagenda setiap tahun dalam merayakan memperingati HUT RI pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada pemuda. Dalam pelaksanaannya seluruh masyarakat desa bisa berpartisipasi untuk ikut serta menjadi peserta dengan menampilkan beraneka kreativitasnya.
Panitia HUT RI Romadhon menjelaskan, kegiatan HUT RI ke 73 ini lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya, hal itu terlihat dari bagaimana cara mereka tampil semangat sebagai peserta. Acara tersebut pesertanya terdiri dari anak sekolah, pemuda, petani, dan ibu rumah tangga. Ditambah hasil kreasi atau kreativitas yang ditampilkan para peserta karnaval dilombakan oleh panitia, sehingga peserta lebih semangat, Jelasnya. tri(r)

Penuhi Usulan Masyarakat, Pemdes Kalijurang Adakan Upacara Bendera HUT RI Ke 73 Tahun

Tonjong,(suararakyattegal.com),- Pemerintah Desa (Pemdes) Kalijurang kecamatan Tonjong kabupaten Brebes atas usulan masyarakat menggelar upacara peringatan HUT RI ke 73 sendiri dilapangan desa setempat, Jumat (17/8).
Kepala desa Kalijurang Tarsun mengatakan, upacara bendera dan penurunan bendera yang diadakan setiap tahun di desanya bertujuan agar masyarakatnya bisa memperingati hari kemerdekaan. Dan seluruh elemen masyarakat yang ada di desanya dapat berantusias ikut serta mengikuti menjadi peserta upacara dan disaksikan oleh seluruh warga, katanya, usai menjadi inspektur upacara.
Dijelaskan Tarsun, awalnya upacara bendera yang di adakan sendiri oleh Pemdes karena untuk memenuhi aspirasi warga terutama para pelajar yang ada di desa tersebut.
Selain itu, upacara yang di adakan di kecamatan, terkendala dengan jarak desa kalijurang ke ibu kota kecamatan berjarak kurang lebih 10 Km tandasnya. tri/imam(r)

Pembamgunan Jalur Penyelamat Flay Over Kretek Bumiayu Sudah Direalisasi

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Pembangunan jalur penyelamat yang rencana dibangun oleh Bina Marga Jawa Tengah (Jateng) pada tahun 2019 mendatang, setelah digelarnya acara audensi oleh masyarakat peduli flay over (FO) Kretek kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes antara anggota fraksi PDIP DPR RI Muhammad Prakosa dan Bupati /wakil Bupati Brebes di Bumiayu mendapat respon. Pemda Brebes telah merealisasikan pembangunan jalur penyelamat didepan kantor uji petik atau eks terminal lama Bumiayu.
Kordinator Masyarakat Peduli FO Kretek, Rokhmat mengungkapkan, sarana jalur penyelamat yang dibangun oleh Pemda tersebut merupakan bukti nyata dalam merespon aspirasi masyarakat namun fasilitas yang dibangun tersebut lokasinya terlalu jauh.
Menurutnya, lokasi jalur penyelamat yang dibangun  Pemda merupakan langkah darurat untuk mengantisipasi kecelakaan kendaraan kondisi rem blong dari arah selatan saat melewati jalan turunan lokasi FO kretek diruas jalan raya Purwokerto-Tegal, dan sarana ini yang semestinya dibangun tidak terlalu jauh dari lokasi tersebut. Namun demikian pihaknya tetap mengapresasikan Pemda Brebes yang berupaya mewujudkan jalur penyelamat tersebut, ujarnya.
Sementara Kepala UPTD PU Bumiayu melalui bagian Bina Marga Siswanto mengatakan, pembangunan jalur penyelamat yang dibangun Pemda Brebes dilokasi halaman kantor uji petik Dishub di Bumiayu ini dimulai pekerjaannya pada Senin(13/8) lalu.
Dijelaskan Siswanto, sarana yang dibangun Pemda Brebes ini bersifat darurat dengan anggaran sebesar Rp 200 Juta, dibangun sepanjang 25x7 meter posisi menanjak berlandasan pasir, sehingga manakala kendaraan mengalami rem blong bisa banting stir kekiri masuk kejalur penyelamat tersebut, jelas Siswato diruang kerjanya Kamis (16/8) kemarin.
Sementara Udin Asro aktivis lSM di Bumiayu mengharapkan pembangunan yang akan dibangun oleh Pemerintah Propinsi Jateng nanti lokasinya jangan terlalu jauh, paling tidak jarak dari FO Kretek ke lokasi jalur penyelamat idealnya sekitar 1 KM, dan menurutnya masih ada lahan kosong yang dekat dengan lokasi FO Kretek. ungkapnya. tri/imam(r)

Desa Purbayasa Bangun Jembatan dengan Dana Desa

Written By suara rakyat on Tuesday, August 14, 2018 | 11:50 PM

Tonjong, (suararakyattegal.com), - Dana Desa (DD) 2018 dicairkan tiga tahap oleh Pemerintah untuk pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Seperti halnya Desa Purbayasa, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, saat ini pemerintahan desa (Pemdes) setempat sedang melaksanakan proyek pembangunan jembatan sepanjang 48x3 Meter dengan ketinggian 4 Meter di atas Sungai Prupuk senilai Rp670 Juta lebih.
Kepala Desa (Kades) Purbayasa Yudi, menjelaskan, Jembatan Sungai Prupuk mengalami putus saat diterjang banjir beberapa tahun lalu. Jembatan yang berfungsi sebagai sarana transportasi penghubung warga pedukuhan yang selama ini menggunakan jembatan darurat dari rangkaian bambu.
"Jembatan tersebut hanya bisa dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua saja," ujar Yudi, saat ditemui di kantornya, Selasa (14/8).
Menurut Yudi, dengan adanya anggaran DD tahun ini, pihaknya memfokuskan pembangunan jembatan yang menjadi tuntutan warganya.
"Pembangunan jembatan tersebut saya serahkan sepenuhnya kepada tim pelaksana kegiatan (TPK) sebagai pelaksana pembangunannya," pungkasnya.mam(r)

Renungan dan Janji Ulang Jelang Hari Pramuka ke 57 Berjalan Khidmat

Slawi,(suararakyattegal.com),- Puluhan anggota Pramuka Dewasa yang terdiri dari pengurus Kwarcab, Mabicab, Pelatih, Pramuka Penegak dan Pandega mengikuti renungan dan Ulang Janji menjelang Hari Pramuka Ke - 57 di Sanggar Pramuka Kwarcab Tegal, Senin (13/8) malam kemarin.
Renungan dan ulang janji dipandu oleh Ketua Kwarcab Tegal, dokter Widodo Djoko Mulyono dan dihadiri sejumlah Pengurus Kwarcab, Pengurus DKC dan Pramuka Penegak Pandega di wilayah Slawi dan sekitarnya.
Acara dimulai sekitar Pukul 23.55 WIB malam menjelang hari Pramuka tanggal 14 Agustus 2018 dengan saling memberi hormat yang dipimpin oleh Pemimpin Upacara renungan.
"Saling hormaat.... Gerak," ucap Pemimpin Upacara yang merupakan Pramuka Penegak.
Selanjutnya rangkaian acara dilanjutkan dengan penyalaan api Dasadharma sebagai simbol 10 Dharma Pramuka yang perlu dihayati, ditanamkan dan diamalkan oleh anggota Pramuka. Sekaligus sebagai semangat kaum muda Indonesia yang menyala nyala.
10 (sepuluh) api Dasadharma tersebut dibawa oleh 10 (sepuluh) pembawa obor dari Pramuka Penegak, dengan langkah yang mantap maju ketengah satu per satu menyalakan obor yang yang secara simbolis api pertama dinyalakan oleh Ketua Kwartir Cabang selaku Pembina Upacara.
Secara berurutan Dasa Darma diucapkan, disertai nyala obor dalam sikap sempurna yang menerangi segenap peserta upacara.
Tidak lama kemudian, Sang Merah Putih, lambang kebanggaan bangsa Indonesia, yang mencerminkan keberanian karena membela yang benar dan akan menjadi saksi apa yang direnungkan jajaran Pramuka, memasuki arena upacara renungan dan menempatkan diri di tengah arena dengan mengambil posisi sebelah kanan depan Pembina Upacara.
Ketua Kwartir Cabang Tegal, dokter Widodo Djoko Mulyono selaku Pembina Upacara mengajak kepada peserta upacara renungan untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia yang diberikan.
"Adik - adik dan Kakak - kakak warga Gerakan Pramuka yang berbahagia. Pada malam yang berbahagia ini, marilah kita bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semuanya," ucapnya.
Pembina Upacara melanjutkan, setelah kita renungkan bersama akan perjalanan perjuangan dan pengabdian kita, maka pada kesempatan yang baik ini marilah kita semua sebagai Pandu Indonesia membulatkan tekad, mengorbankan semangat untuk meneruskan perjuangan dan pengabdian itu demi tercapainya tujuan bangsa, yakni masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
"Marilah kita pegang Sang Merah Putih yang ada di pundak kita, dengan maksud agar selama jantung kita masih berdetak, kita akan selalu ingat, bahwa dipundak kita, dipercayakan tugas dan tanggungjawab untuk melaksanakan janji Pramuka Indonesia, Tri Satya," ajaknya yang diikuti seluruh peserta.
Meski digelar dengan sederhana, kegiatan renungan dan ulang janji berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan pembacaan doa sera menyanyikan lagu Padamu Negeri dan Syukur.
Acara diakhiri dengan syukuran ditandai pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur oleh Ketua Kwarcab Tegal diserahkan kepada Ketua DKC Pramuka Penegak Pandega Tegal Septi Kusuma Putri sebagai simbol adanya estafet kepemimpin dan kaderisasi dalam Gerakan Pramuka. Hum/San(r)