suara rakyat

Latest Post

Dedy Yon : Jangan Sampai Menyesal di Kemudian Hari

Written By suararakyat on Sunday, March 29, 2020 | 10:57 PM

Tegal,(suararakyattegal.com), Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal resmi memberlakukan kebijakan isolasi wilayah selama empat bulan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona / Covid-19 yang di mulai Minggu Sore 29/3/20, tepatnya di daerah Grogol perbatasan Kota Tegal dengan Kabupaten Tegal.

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, ada 49 titik jalan di perbatasan dan dalam kota yang ditutup menggunakan pembatas beton atau Movable Concrete Barrier (MCB). Penutupan akan dilakukan selama empat bulan mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020.

"Mulai malam ini sampai besok MCB sudah mulai dipasang, penutupan ini akan dilakukan empat bulan tapi bisa saja tiga bulan atau dua bulan blokir ini akan dibuka kembali," kata dia.

Dengan pemberlakuan isolasi wilayah tersebut, nantinya hanya ada satu akses keluar-masuk Kota Tegal yakni di Jalan Proklamasi, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, tepatnya depan kantor Dinas Kesehatan. Di lokasi ini akan disiagakan 50 petugas Gugus Tugas Covid-19 dengan alat pengukur suhu.

Dedy Yon meminta kesadaran warga Kota Tegal dan Warga Kabupaten Tegal untuk memahami kebijakan isolasi wilayah yang diberlakukannya. Kebijakan itu menurutnya demi melindungi warga dari bahaya Covid-19.

"Saya mohon maaf, ini demi kebaikan bersama, dan kebijakan Pemkot Tegal adalah bentuk wujud perhatian demi masyarakat semua. Kalau dipandang memberatkan seluruh masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya, saya Wali Kota Tegal lebih baik dibenci daripada maut menjemput mereka," ujarnya.

Dedy Yon Supriyono mengajak kepada kepala daerah se-Indonesia untuk melakukan isolasi wilayah. "Ayo kita mulai dari Kota Tegal, agar semuanya melakukan isolasi wilayah, Ajakan ini untuk memutus rantai penyebaran wabah virus Corona (COVID-19)", tandas Dedy.

Dedy Yon pun berpesan kepada para kepala daerah agar jangan sampai menyesal di kemudian hari. tio(r)

Puskesmas Buaran Bantarkawung Brebes Terapkan Social Distancing

Written By suararakyat on Saturday, March 28, 2020 | 7:58 PM

Bantarkawung,(suararakyattegal.com),- Untuk cegah virus covid 19 Puskesmas Buaran kecamatan Bantarkawung kabupaten Brebes memberlakukan  social distancing dan pengukuran suhu tubuh terhadap pengunjung dan para pasien rawat jalan. Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Buaran Sri Mulyani SST. MM diruang kerjanya Sabtu (28/3).

Pantauan suararakyattegal.com nampak terlihat di ruang tunggu pada setiap tempat duduk atau kursi pasien yang disediakan terjaga jarak sosial, antara pasien yang satu dengan pasien yang lain sekitar 1 Meter.

Kepala Puskesmas Buaran Sri Mulyani SST. MM mengatakan, bahwa penerapan social distancing maupun anjuran kesehatan untuk pencegahan penularan virus tersebut merupakan tindak lanjut dari himbauan Pemerintah menjaga jarak sosial di tempat pelayanan publik sebagai upaya mengantisipasi penyebaran covid-19 atau virus corona, ujarnya.

Menurut Mulyani, penerapan social distancing ini ternyata beberapa pasien juga mengaku lebih nyaman dan lebih rileks pasalnya setiap pasien tidak berdesakan lagi. Mereka merasa lebih leluasa untuk bergerak karena jaraknya yang saling berjauhan menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

"elama masih merebaknya atau masih adanya virus corona di Indonesia, maka social distancing di Puskesmas Buaran akan terus diterapkan dan diberlakukan", tandas Mulyani.

Dengan maraknya penyebaran virus tersebut jajaran medis tidak bosan bosan memberikan himbauan dan penyuluhan kepada masyarakat, dengan memberikan edukasi untuk mengisolasi diri, mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, sering minum air putih hangat, konsumsi makanan bergizi dan seimbang, konsumsi buah dan sayur yang mengandung Vitamin C dan E. Jika batuk dan bersin gunakan masker, Isolasi diri berdiam dirumah selama 14 hari serta ikuti anjuran Pemerintah, berprilaku hidup bersih dan sehat, pungkasnya. imam(r)

RSUD Bumiayu Minim Fasilitas Alat Perlengkapan Diri (APD)

Bumiayu,(suararakuattegal.com),- RSUD Bumiayu kabupaten Brebes sejak Kamis kemarin tangani  sejumlah 4 Pasien Dalam Pengawasan  (PDP) mereka diduga  terinfeksi virus corona, dan setelah ditangani 1 orang berhasil telah dinyatakan sehat, dan 3 orang lainya masih dalam penanganan status PDP.

Hal tersebut dikatakan Direktur RSUD Bumiayu, dr. H. Zunan Arif Budi S diruang kerjanya Kamis (26/3) lalu.

Dikatakan Zunan, pasien yang diisolasi di RSUD Bumiayu  tersebut awalnya dalam kondisi mengeluh sesak nafas dan memiliki riwayat pernah berada di luar kota dan sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan corona lini 3, RSUD Bumiayu hanya  memiliki 2 ruang isolasi khusus penanganan virus covid 19 yang berada agak jauh dari kamar pasien umum.

"Pasien umum tidak perlu khawatir tertular karena ruang isolasi jauh dari kamar pasien umum serta dalam penanganan pasien juga telah memenuhi Standar Operasional Pelayanan (SOP)." ujarnya.

Untuk menghindari pasien tertular virus corona dari luar, RSUD Bumiayu juga menerapkan aturan melarang anggota keluarga maupun kerabat untuk menjenguk pasien, dengan harapan pasien PDP bisa segera sehat sediakala, kata Zunan.

Tambah Zunan mengakui Minimnya fasilitas yang dimiliki sebagai rumah sakit rujukan dalam menangani pasien khususnya bagi yang terinfeksi virus covid 19 diantaranya RSUD Bumiayu baru menyediakan 2 ruang isolasi, dan terbatasnya Alat Perlengkapan Diri (APD). Minimnya fasilitas tersebut pihaknya tetap akan berupaya untuk menambah jumlah 2 ruang isolasi lagi dan melengkapi fasilitas lainnya agar semua pasien dapat ditangani secara baik, tuturnya. imam(r)

Desa Pandansari Paguyangan Brebes Bentuk Tim Gugus Cegah Vovid-19

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Pemdes Pandansari kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes melalui musyawarah desa (Musdes) terkait virus Corona membentuk tim gugus cegah covid-19 di ruang kantor desa setempat Kamis (26/3) kemarin.

Kepala desa Pandansari Irwan Susanto mengatakan, sesuai surat perintah bupati Brebes setiap desa harus membentuk tim gugus yang menangani pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19 dengan tujuan diantaranya untuk mencegah dan menanggulangi orang yang keluar masuk desa Pandansari terkait bahayanya virus corona tersebut. Upaya lingkungan di sekitar tidak terjadinya pencemaran juga
mengantisipasi masyarakat agar tidak tertular terjadinya wabah penyakit corona.

Dijelaskan Irwan, setelah terbentuknya susunan kepengurusan Gugus dalam Musdes ini langsung melakukan action sekaligus membuat peraturan yang meliputi pemberhentian koperasi simpan pinjam dalam rangka mengatasi orang luar terjangkit virus corona, tidak diperkenankan ada kegiatan hajatan yang melibatkan orang banyak agar dipending, pengadaan alat pelindung diri dan pengadakan alat penyemprotan disinfektan yang didanai dari dana desa, dan keluar masuk orang dari wilayah lain harus di pantau oleh tim dari tugas gugus dan disemprot dengan disinfektan beserta semua jenis kendaraanya.

Kegiatan Musdes tentang pembentukan tugas gugus dalam rangka pencegahan dan penanggulangan bahayanya tentang penyakit virus corona/ Covid-19 dihadiri Kades, Babinsa, Babinkamtibmas, Perangkat Desa, Karang taruna, Bidan desa, BPD, Ketua RT/RW dan Tomas se desa andansari. imam(r)

Dewi Aryani : Memangkas Ego Sektoral Sebaiknya Doni Monardo Diberi Kewenangan Penuh

(suararakyattegal.com),- Melihat situasi terkait covid-19 yang berkembang makin tidak terkendali Dewi Aryani Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah mempertimbangkan memberikan kewenangan penuh kepada ketua gugus tugas covid-19 nasional Doni Monardo utk menangani wabah covid-19 di seluruh tanah air.

Saat ini perlu langkah cepat untuk menyelamatkan rakyat. Penekanan saat ini yang bisa di lakukan adalah memutus rantai penyebaran di semua wilayah terutama daerah daerah jangan sampai terlambat seperti yang di alami Jakarta saat ini. Jakarta segera berlakukan karantina wilayah meluas untuk menghentikan arus warga Jakarta ke daerah daerah dan menghentikan sementara arus orang daerah masuk Jakarta. Selain urusan logistik sembako dan kegiatan emergency lainnya.

Selain itu sangat penting untuk meningkatkan percepatan sistem atau prosedur kesehatan dengan mengusahkaan tes ysng cepat, masif, akurat dorong ke Gene Expert yang saat ini alatnya sudah ratusan jumlahnya, tinggal mengganti catridge dari TBC ke Covid sebelum dilanjutkan ke clustering. Langkah cepat lain adalah segerakan perbanyak ICU, Ruang Isolasi dan Ventilatornya, perbanyak rumah sakit termasuk rumah sakit swasta yang ada di semua daerah.

“ Alur untuk memutus penyebaran kan diantaranya adalah tracing (pendeteksian), clustering (pengelompokan), dan containing (karantina) di wilayah wilayah berdasar data proses tersebut. Baru di berlakukan karantina wilayah terbatas di titik titik atau cluster cluster yang telah di tentukan".

Semua kepala daerah sedang menunggu aturan yang tepat dari pusat bahkan soal penggunaan relokasi anggaran supaya dikemudian hari pasca bencana mereka tidak di anggap menyalahi aturan oleh BPK dan BPKP karena dengan pedoman yang berbeda beda saat ini.

“Ketua Gugus Tugas Covid-19 Nasional harus di beri kewenangan penuh karena keluhan beliau pada saat rapat virtual dengan komisi 9 pada tanggal 23 Maret lalu adalah adanya ego sektoral di lintas kementrian. Ini akan makin menyulitkan beliau dalam menentukan langkah dan antisipasi lebih maksimal. Berikan kewenangan penuh untuk mengorganisir sekaligus membuat keputusan. Saya yakin presiden sudah menunjuk orang yang tepat dan saya yakin pak Doni pasti bisa. Semua daerah tengah menanti langkah gerak cepat termasuk mempermudah pengadaan barang APD dll untuk memberi kepastian keselamatan utk semua tenaga medis. Sdh banyak korban dari segala lapisan masyarakat termasuk anggota DPR dan tenaga medis”, tegas Dewi Aryani. (*)

Koramil 11/Paguyangan Brebes Gotong Royong Selesaikan Pembangunan Masjid Al Islah

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Prajurit Koramil 11/Paguyangan Brebes bantu Takhmir masjid selesaikan pembangunan sarana peribadatan di Masjid  Al Islah di dukuh Lor desa Kretek kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes, Jumat (27/3).

Danramil 11/Paguyangan Kapten Arh Suryadi mengatakan, pengerahan anggotanya untuk membantu masyarakat bersama sama membangun sarana maupun fasilitas kepentingan umum yang dikemas dalam kegiatan karya bhakti sesuai kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Takhmir Masjid Al Islah Kretek Khadirin Latif menyampaikan apresiasi kepada prajurit Koramil yang telah membantu dan mewujudkan pembangunan fasilitas kebutuhan untuk kelengkapan sarana peribadatan seperti tempat berwudlu, kamar mandi/toilet, perbaikan saluran air, pemasangan keramik lantai, dan pengecatan dinding tembok sebagai pengerjaan finishing rehab masjid Al Islah. Dengan harapan partisipasi yang dilakukan prajurit ini bisa menjadi tauladan warga umat islam setempat untuk tetap memiliki rasa bergotong royong yang tinggi, tandas Khadirin. imam(r)