Latest Post

Empat Kloter Jamaah Calon Haji Kabupaten Tegal Bertolak ke Donohudan

Written By suara rakyat on Monday, July 16, 2018 | 7:26 PM

Slawi,(suararakyattegal.com),- Empat kelompok terbang (Kloter) Calon jamaah haji asal Kabupaten Tegal diberangkatkan menuju Asrama Donohudan Solo, Jawa Tengah.
Kloter 1 SOC dan Kloter 2 SOC dilepas, Ahad (15/7) malam pukul 23.30 WIB. Sedangkan Kloter 3 SOC dan Kloter 4 SOC diberangkatkan pada Senin (16/7) pagi pukul 08.00 wib dari halaman Pemkab Tegal.
Pemberangkatan dilepas secara simbolis oleh Pelaksana Tugas Bupati Tegal Umi Azizah didampingi anggota Forkompinda, Sekretaris Daerah dokter Widodo Joko Mulyono, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Tegal dan sejumlah undangan lain.
Pelaksana Tugas Bupati Tegal Hj Umi Azizah menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan rihlah mubarokah (perjalanan berkah) dan perjalanan yang mulia. Untuk itu kita patut bersyukur.
"Harus kita syukuri. Ada yang sudah mendaftar haji. Tapi batal berangkat. Ada yang meninggal. Ada yang tidak bisa berangkat 2 orang karena dirawat di Rumah Sakit," ujarnya.
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal itu berharap, para jamaah calon haji untuk memanfaatkan waktu ibadah dengan maksimal. Selain itu, calon haji juga perlu mempraktekkan tiga hal yakni ikhlas, sabar dan tawakal.
"Haji ibadah yang membutuhkan kesiapan prima baik fisik maupun physic. Kesehatan juga harus diperhatikan dan dijaga dengan baik," tandas Umi.
Umi juga meminta para jamaah calon haji untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan. Menurutnya, semangat paseduluran harus melekat dan menjadi kebiasaan jama'ah.
"Kepada petugas TPHD dan TKHD agar memprioritaskan pelayanan kepada jamaah. Semoga perjalanan lancar, diberikan kesehatan, kemudahan dan khusyu dalam beribadah," pungkasnya.
Sementara itu, acara pemberangkatan ditandai dengan kumandang azan, doa talbiyah dan kibasan bendera hijau oleh Pelaksana Bupati Umi Azizah diiringi doa selamat menunaikan ibadah haji. san/tio(r)

Desa Banjarsari Bangun Jembatan Penghubung Dengan Dana Desa

Bantarkawung,(suararakyattegal.com),- Untuk mendekatkan dan menghubungkan wilayah kedua warga desa dalam melakukan aktifitas Pemerintah Desa (Pemdes) Banjarsari Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes Jawa Tengah, saat ini sedang membangun sebuah jembatan penghubung sepanjang 18 x 3 meter di atas Sungai Dadali yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) tahun 2018. Sedang target jembatan dapat dimanfaatkan warga awal Nopember mendatang.
Kepala Desa (Kades) Banjarsari Agus melalui Sekdes Jaharudin mengungkapkan, jembatan tersebut dibangun secara swakelola dengan kontruksi besi itu berfungsi sebagai sarana penghubung transportasi warga Desa Banjarsari dengan warga desa Cinanas Kecamatan Bantarkawung.
"Pembangunan jembatan tersebut dianggarkan dari DD  2018 sebesar Rp 450 Juta lebih," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/7).
Dia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan kesepakatan hasil Musyawarah Desa (Musdes) beberapa waktu lalu dan sekaligus penggunaan DD tahun berikutnya juga akan memperbaiki badan jalan  desa yang menuju ke akses jembatan tersebut  sepanjang 1 Km.
"Sebelum rencana ini diwujudkan kedua warga desa dalam melakukan aktifitasnya menggunakan akses jalan setapak dan melintas dengan turun ke bawah sekitar 4 meter ke sungai itupun manakala Sungai Dadali tidak mengalami banjir," pungkasnya.mam(r)

Tim Penilai Apresiasi Kerja Kemanusiaan TBM Sakila Kerti

Tegal,(suararakyattegal.com),-Tim penilai kompetisi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), di Ruang Sriwijaya I Kantor Kemenpan RB, menyampaikan apresiasi atas kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti dengan Layanan dengan Inovasi Simultan untuk Pengasong Masyarakat Lansia Terminal (“Ladis Song Malam”), baru-baru ini.
Seperti yang disampaikan tim penilai Prof. Siti Zuhro, yang mengungkapkan rasa salut kepada inovator, Ia bisa turut merasakan betapa sulit dan butuh kesabaran untuk mengajak warga terminal untuk mau belajar.
Menurut Prof. Siti Zahro, Inovator (Yusqon) telah melakukan inovasinya dengan dua pilar utama, yakni Smart People dan Smart Environment, dan yang menarik menurutnya adalah user dari inovasi ini adalah masyarakat Grass Root dimana kalangan masyarakat inilah yang sebetulnya membutuhkan sentuhan dari Pemerintah, dan Negara harus hadir disana.
Sementara itu, Tim Penilai Wawan Sobari menyampaikan, bahwa inovasi ini merupakan pekerjaan yang mulia. Wawan menambahkan, jika inovasi ini diteruskan dan dikembangkan dengan baik tidak menutup kemungkinan inovasi ini menjadi program yang sifatnya nasional, sebab lanjut Wawan target dari penerima manfaat kegiatan “Ladis Song Malam” ini adalah masyarakat miskin dan masyarakat marjinal, dan dengan inovasi ini bisa menambah pengetahuan mereka baik Pendidikan secara informal dan Pendidikan kewirausahaan.
Dalam kesempatan yang sama Plt. Wali Kota Tegal M. Nursholeh yang hadir secara langsung dalam paparan didepan tim penilai menyampaikan bahwa, inovasi Ladis Song Malam ini ingin mengubah image Terminal, yang selama ini terkesan kotor, kumuh dan warganya cenderung bodoh menjadi sesuatu yang berbeda, mengentaskan kebuta akasaraan warga terminal, mengajarkan bagaimana berwira usaha yang lebih menguntungkan, menghindarkan para pedagang dari jerat rentenir dan Pendidikan informal lainnya. Plt. Wali Kota, menyampikan komitmennya untuk terus mendorong mengembangkan inovasi ini,
Senada dengan Plt. Wali Kota, Inovator “Ladis Song Malam”, Yusqon menyampikan TBM Sakila Kerti merupakan tempat pendidikan informal untuk pengasong dan pengamen di Terminal Kota Tegal. Sekolah yang berada di Terminal Kota Tegal dan sudah didirikan dari tahun 2011 silam ini menjelma sebagai lembaga nonformal pembelajaran bagi warga terminal, dimana Warga yang setiap hari mencari penghidupan di lokasi itu bisa melanjutkan pendidikan dan mendapatkan ijazah.
Yusqon berharap melalui “Ladis Song Malam” itu bisa memutus kebodohan, memutus ketergantungan terhadap orang lain dan sebagainya.hum/dn(r)

ADD dan DD Desa Waru Dilaksanakan Dengan Transparan

Written By suara rakyat on Friday, July 13, 2018 | 3:14 PM

Bantarkawung, (suararakyattegal.com), - Dengan banyaknya dana yang dikucurkan pemerintah untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat desa, seperti halnya Agaran Dana  Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2018 yang di peruntukan untuk pembangunan desa sangat membantu untuk kemajuan pembangunan desa itu sendiri.
Selain dana tersebut digunakan untuk pembangunan fisik, seperti jalan, drainase juga di sektor kesejahteraan  masyarakat di bidang pendidikan pun juga masuk dalam anggaran dana tersebut.
"Pembangunan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memajukan sebuah desa agar supaya bisa di nikmati oleh seluruh elemen masyarakat, maka perencanaan dan penggunan pun harus transparan dan jelas," ujar Kepala Desa Waru Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes Wastam Suganda melalui Sekda nya Sarmad saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu (11/7) kemarin.
Menurut Sarmad, agar tidak terjadi dan timbul nya masalah dalam perencanaan pembangunan dan penggunaan dana tersebut maka seluruh elemen masyarakat yang diwakili oleh tokoh masyarakat, ketua RT dan RW se desa Waru, pemerintah desa dan instasi-instasi yang terkait dalam menentukan rencana pembangunan dan penggunaan dana tersebut, diawali dengan diadakannya acara musyawarah dulu.
"Agar pembangunannya tepat sasaran dan bermanfaat yang dirasakan oleh masyarakat umum,"ungkap nya.
Sarmad menegaskan, masyarakat pun bisa mengecek langsung dengan datang ke kantor balai desa "Kami sudah buat rincian dana dan penggunaan dana tersebut," ujar Sarmad tegas.
Untuk penunjang pendidikan, lanjut Sarmad, juga sudah anggarkan dari dana tersebut untuk bantuan perlengkapan anak sekolah yang terdiri dari 60 anak usia SD, 30 anak usia SMP dan 10 anak usia sekolah lanjutan atas(SMA.
"Total 100 anak yang dibagikan buat anak-anak yang harus diperhatikan.
Hal ini untuk menyukseskan program pemerintah Kabupaten Brebes kembali ke sekolah," pungkasnya.tri/imam(r)

Akibat Hujan Lebat, Tanah Amblas Sedalam 7 Meter

Written By suara rakyat on Wednesday, July 11, 2018 | 8:19 PM

Bantarkawung,(suararakyattegal.com),- Akses jalan milik desa penghubung warga dukuh Kutalarang ke dukuh Karanganyar desa Waru kecamatan Bantarkawung kabupaten Brebes sepanjang 100 Meter mengalami amblas sedalam 7 Meter.
Amblanya tanah tersebut akibat diguyur hujan besar beberapa waktu lalu, tepatnya di kawasan hutan pinus dukuh Kutalarang, dan hingga kini belum bisa ditangani dengan anggaran Dana Desa (DD), hal ini disampaikan kades Waru melalui sekdes Sarmad, saat ditemui diruang kerjanya Rabu (11/7) kemarin.
Sekdes Waru Sarmad mengungkapkan, akses transportasi warga pedukuhan tersebut hingga kini belum dapat diperbaiki oleh pihak Pemdes, karena harus dimusyawarahkan terlebih dahulu. Selain itu kondisi lokasi tersebut sangat parah dan medan yang sangat berat untuk diperbaiki, kemungkinan harus dilakukan pemindahan lokasi atau relokasi ketanah yang tidak labil, terangnya.
Lanjut Samad, sementara aktivitas warga yang sebelumnya menggunakan jalan tersebut kini melalui lahan Perhutani secara trabas yang hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Dengan kondisi itu pihak Pemdes tetap akan menangani dan memperhatikan akses jalan tersebut, sebab jalan itu sebagai sarana transportasi perekonomian dan perdagangan serta pendidikan warga pedukuhan itu. Dengan menggunakan anggaran DD pada tahun berikutnya itupun harus ada musyararah desa setelah menentukan lokasi pengganti jalan yang amblas, tersebut jelasnya.
Diakui geografis desa Waru ini di dataran tinggi yang gersang dan paling terpencil, dengan perbatasan wilayah kabupaten Cilacap. Sarana insfrastrukturnya masih perlu mendapat perhatian Pemerintah, pungkas Sarmad. imam(r)

Sisa Bencana, Koramil 11 Kodim 0713/Brebes Inisiatif Ajak Warga Gotong Royong

Written By suara rakyat on Tuesday, July 10, 2018 | 10:44 AM

Paguyangan,(suararakyattegal com),- Dalam rangka mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, anggota Koramil 11 Kodim 0713/Brebes melakukan gotong royong bersama warga desa Cilibur kecamatan Paguyangan dengan membangun jembatan darurat sungai Cilongkrang, Senin (9/7) kemarin.
Danramil 11/Paguyangan melalui Bati Taud Peltu Diono mengatakan, jembatan tersebut dinilai sudah tidak layak dan kondisinya sangat memprihatinkan setelah mengalami ambrol saat diterjang banjir pada beberapa waktu lalu, dan hanya menyisakan badan jalan untuk dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua saja. Oleh karena itu sebelum jembatan tersebut diperbaiki oleh Pemda Brebes, TNI berinisiatif mengajak warga bergotong royong membangun jembatan darurat  yang terbuat dari batang pohon kelapa dan pohon mahoni agar semua jenis kendaraan bisa lewat, katanya.
Hal senada Kepala desa Cilibur Tohimin , mengakui keprihatinan kondisi jembatan sungai Cilongkrang yang belum mendapat perhatian Pemda Brebes, karena jembatan ini merupakan akses penghubung transportasi aktivitas perekonomian maupun perdagangan, serta pendidikan warga, dan juga akses penghubung warga antar desa.
"Saya berharap kepada Pemda Brebes agar jembatan tersebut bisa segera kembali diperbaiki sehingga aktivitas warga bisa lancar dan normal", ungkap Tohimin.
Sementara tokoh masyarakat desa Cilibur M Sofan mengungkapkan, selain kondisi  jembatan yang memprihatinkan juga sarana jalan desa maupun jalan kabupaten di desa Cilibur saat ini kondisinya rusak parah dan belum mendapat perhatian serius oleh Pemda Brebes, pasalnya geografi desa Cilibur  berada di dataran tinggi. Desa Cilibur juga merupakan salah satu desa terpencil di kecamatan Paguyangan yang selama ini sangat minim mendapat pembagian proyek pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat, walaupun pihak desa memiliki anggaran Dana Desa (DD) maupun anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) itu semua untuk penanganan dalam memperbaiki semua sarana insfrastruktur tersebut tidak bisa menjadi andalan, ungkapnya. imam(r)