suara rakyat

Latest Post

Musim Kemarau Panjang, Polsek Bumiayu Suplai Air Bersih

Written By suararakyat on Sunday, September 15, 2019 | 12:17 PM

Bumiayu,(suararakyattegal.com),- Warga desa Kalinusu kecamatan Bumiayu kabupaten Brebes mendapat droping air bersih dari Polsek Bumiayu Jumat (13/9) lalu.

Kapolres Brebes melalui Kapolsek Bumiayu AKP Wawan Dwi Leksono, S.Sos mengatakan, kondisi dimusim kemarau panjang ini mengakibatkan beberapa wilayah mengalami kekeringan dan masyarakat sangat membutuhkan air bersih. Dengan melihat keprihatinan itu pihaknya melaksanakan giat Polisi Peduli dalam wujud pemberian bantuan air bersih untuk masyarakat Daerah yang kekeringan di wilayah Dukuh Glempang Desa setempat sebanyak 5.300 liter.

Lanjut Wawan, selain di desa Kalinusu giat kepedulian tersebut dilaksanakan juga akan dilakukan didesa lainnya manakala ada informasi masyarakat yang mengalami kesulitan maupun membutuhkan air bersih, pihaknya siap untuk menindaklanjuti, ujarnya.

Sementara Kepala desa (Kades) Kalinusu Wasid mengakui, di musim kemarau panjang ini masyarakatnya mengalami kesulitan air terutama air bersih yang sangat dibutuhkan untuk masak, minum dan mencuci. Dan atas kepedulian tersebut pihaknya atas nama masyarakat menyampaikan terimakasih kepada Kapolres Brebes dan Kapolsek Bumiayu, dengan giat polisi peduli ini masyarakatnya bisa terbantu, ungkapnya. imam(r)

Hiburan Rakyat, Gebyar Bumiayu Fair Tahun 2019 Resmi Ditutup

Written By suararakyat on Wednesday, September 11, 2019 | 7:22 AM

Bumiayu,(suararakyattegal.com),- Gebyar Bumiayu Fair (GBF) Ke-19 Tahun 2019 resmi ditutup Bupati Brebes, melalui kepala dinas Perwarkim Taryono SH MSi, di Lapangan Asri Bumiayu, Selasa (10/9) malam.

Kadis Perwarkim Brebes Taryono dalam membacakan sambutan Bupati Brebes, memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara selama berlangsung dan berjalan aman dan kondusif. Serta, diakui GBF merupakan salah satu kegiatan hiburan dan promosi produk unggulan lokal di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan dan diminta ke depan bisa menjadi kemajuan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dalam upaya produk yang ada di Kabupaten Brebes bisa menembus pasar internasional

"Pemkab Brebes mengharapkan kegiatan GBF ke depan agar lebih baik lagi, dan berperan aktif
aktif terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan", harapnya, dalam sambutannya tersebut.

Sementara, Ketua Panitia Imam Santoso melaporkan, kegiatan GBF dengan tema "SDM Unggul Indonesia Maju" yang digelar selama 12 hari dengan jumlah pengunjung sekitar 7.000 perharinya. Pengunjung berasal 6 wilayah kecamatan di kabupaten Brebes bagian selatan (Bumiayu, Tonjong, Paguyangan, Sirampog, Bantarkawung dan Salem) berjalan dengan aman dan kondusif.
"Tidak dipungkiri panitia masih banyak kekurangan dan mohon dimaklumi. Ke depan panitia berupaya akan lebih profesional dalam menyelenggarakan hiburan dan promosi yang dikemas GBF ini," ujarnya.

Adapun penutupan GBF dihadiri  anggota DPRD Brebes Fraksi PDIP Hj.Tri Murdiningsih, S.Psi, M.Psi, Fraksi Garindra  H Nur Endro, Muspika  se Brebes bagian selatan, perwakilan SKPD Brebes dan tamu undangan lain, imam(r)

Jalan Poros Desa di Kecamatan Sirampog Alami Retak 20 Hingga 50 Sentimeter

Written By suararakyat on Monday, September 9, 2019 | 2:43 PM

Sirampog,(suararakyattegal.com),- Jalan poros desa di dukuh Limbangan desa Sridadi kecamatan Sirampog kabupaten Brebes sepanjang 50 Meter mengalami amblas dan retak retak, akibat tanah bergerak Senin (9/9).

Kepala desa Sridadi, Sudiryo mengatakan, jalan amblas tersebut terjadi Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB, pihaknya mendapat laporan dari warga dan langsung menuju ke lokasi bersama anggota BPD. Dengan didampingi petugas PU dan staf kecatamatan, untuk meninjau kondisi kerusakan sekaligus mendata sebagai bahan laporan ke Pemda Brebes, ujarnya.

Menurutnya, kondisi geografi wilayahnya masih labil sehingga infrastruktur yang ada seringkali terkena bencana alam. Padahal jalan poros tersebut pada anggaran aspirasi tahun lalu telah dilakukan pengaspalan, dan diduga adanya musim kemarau panjang, terik matahari mengakibatkan tanah kering yang terkikis oleh air saluran irigasi yang ada ditepi badan jalan, sehingga amblas dan retak retak.

Keretakan dengan lebar 20 - 50 Cm, dengan harapan dapat segera mendapat penanganan dari Pemda, pasalnya jalan poros ini merupakan akses  vital bagi warga dukuh Limbangan, Pekaleran, Lebagoak dan Sigombyang, menuju pusat ibukota desa/kecamatan, katanya.

Hal senada dikatakan kepala UPTD Bina Marga Bumiayu, Suharto melalui Staf Supriyadi ST, pihaknya bersama Pemdes akan segera membuat laporan tertulis yang ditujukan ke Pemda Brebes, guna mendapat perbaikan dan penanganan kerusakan sarana tersebut sementara telah dilakukan pengurugan tanah badan jalan yang mengalami retak, dan amblas ungkapnya. imam(r)

Harga Cengkeh Anjlog, Puluhan Petani di Desa Ragatunjung dan Wanatirta Mengeluh

Written By suararakyat on Friday, September 6, 2019 | 9:06 PM

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Puluhan petani Cengkeh di desa Ragatunjung dan Wanatirta kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes merasa mengeluh akibat permasalahan klasik saat panen mengalami merosotnya harga jual, baik cengkeh kering maupun basah, hal ini dikatakan Ruswadiyono selaku sekretaris desa (Sekdes) Ragatunjung saat ditemui diruang kerjanya Kamis (5/9) kemarin.

Dikatakan Ruswadiyono, sebagian besar masyarakatnya untuk kegiatan mata pencahariannya selain sebagai petani padi juga petani cengkeh. Dan di musim panen cengkeh tahun ini mereka menjual hasil panen dengan harga yang sangat murah, sedangkan mereka telah mengeluarkan biaya buruh petik yang tinggi. Pihaknya berharap kepada pemerintah untuk bisa menormalkan harga jual cengkeh agar mereka dapat menikmati hasil panennya, dalam meningkatkan kesejahteraan mereka, harapnya.

Hal senada dikatakan Kades Wanatirta Lukman Hakim, kondisi petani cengkeh di wilayahnya juga mengalami hal yang sama, karena harga jual cengkeh petani terus merosot. Kemerosotan harga jual cengkeh sudah dirasakan  petani sejak panenan tahun kemarin.

Menurut Lukman, merosotnya harga jual cengkeh ini hanya menguntungkan bagi pihak saudagar dan tengkulak, maupun pabrik rokok yang membeli/menampung cengkeh sebagai bahan baku rokok, padahal saat ini harga jual rokok perbungkusnya yang melambung tinggi, katanya.

Sementara Suwarno (52) salah seorang petani cengkeh desa ragatunjung mengungkapkan, tahun ini harga cengkeh basah antara Rp 25.000 - Rp 28.000 per Kilogram, tetapi belakangan merosot hingga di harga jual Rp 22.500/Kg. Sedangkan biaya petik/panen saat ini sudah tinggi hampir Rp 110.000 lebih perharinya. imam(r)

Telan Anggaran Rp 6,6 Milyar, Jembatan Sungai Keruh Desa Plompong Kembali Digarap

Sirampog, (suararakyattegal.com),- Jembatan sungai Keruh desa Plompong kecamatan Sirampog kabupaten Brebes kembali digarap, pasalnya jembatan tersebut dibangun pada anggaran tahun kemarin dan mengalami muspro bahkan rekanan merasa tidak mampu lagi, karena kondisi medan dan alam yang ekstrim. ujar Kepala desa (Kades) Plompong Suyanto saat ditemui diruang kerjanya Jumat (6/9).

Dikatakan Suyanto, pembangunan jembatan Plompong yang sempat dibangun dilokasi samping barat jembatan lama sebagai pengganti kondisi jembatan yang lama, dan hingga sekarang belum terealisasikan, dan mangkrak. Namun di bulan September 2019 ini kembali digarap oleh rekanan PT Cipta Adhi Karya dengan anggaran Rp 6,6 Milyard lebih, dalam masa waktu kontrak 120 hari.

Lanjut Suyanto, pembangunan jembatan Plompong yang akan digarap dengan anggaran Rp 6.6 Milyar lebih itu pihaknya tidak mengetahui bentuk kontruksi jembatan seperti apa yang akan digarap oleh rekanan. Padahal sebelumnya informasi yang didapat pembangunan jembatan itu diperlukan anggaran sekitar kurang dari Rp 13 Milyar, namun harapan saya yang penting jembatan itu bisa terwujud sesuai harapan, ungkapnya. imam(r)

Kades Cup 2019, Desa Bumiayu Cari Bibit Unggul Pemain Sepak Bola

Written By suararakyat on Wednesday, September 4, 2019 | 9:27 PM

Bumiayu,(suararakyattegal.com),- Tim Persatuan Sepakbola Rw 04 berhasil keluar sebagai juara I dalam laga memperebutkan Piala Kades Cup 2019 setelah menghalahkan Persatuan Sepakbola Dukuh Rw 06 dengan skore 3-0 di lapangan Bayu Goro desa Bumiayu. Selasa sore (3/9) kemarin.

Kepala desa (Kades) Sukaro melalui Sekdes Solihin mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI yang ke 74, dan mencari bibit unggul, sehingga desa Bumiayu bisa memiliki tim/club sepak bola yang kuat dan bisa membawa nama harum desa.

"Saya sangat mengapresiasi atas antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan secara sportif, sehingga berjalan lancar dan sukses, hal ini tetap dipertahan", harapnya.

Panita penyelenggara Diyin Zakarsih menjelaskan, jumlah tim yang ikut berlaga berjumlah 22 tim yang ada di desa Bumiayu, berlangsung selama 22 hari. Acara tersebut berjalan lancar dan aman kondusif, sehingga hasil pertandingan Piala Kades Cup ini keluar Juara I diraih PS Rw 04 Juara II PS dukuh Rw 06 Juara III  PS Rw 01, dan Juara harapan diraih PS Rw 03. imam(r)