Latest Post

Sengketa Tanah Perhutani KPH Pekalongan Dan Pemkab Brebes Berakhir

Written By suara rakyat on Tuesday, December 12, 2017 | 10:31 AM

Bumiayu,(suararakyattegal.com) - Persengketaan tanah milik Perum Perhutani KPH Pekalongan Barat dengan Pemkab Brebes kini berakhir sudah, pasalnya masalah tersebut telah ada kesepakatan bersama dengan ditandai pemasangan pancang pal batas di petak 3a, 3e dan 8a RPH Kalinusu BPKH Bantarkawung, hal ini disampaikan Kepala Desa Kalinusu Kaeroni saat ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Kades Kalinusu Kaeroni menjelaskan, tanah yang dimasalahkan tersebut terkait selisih batas lahan kawasan hutan dengan lahan hak guna usaha (HGU) yang berada didukuh Maribaya desa Kalinusu yang merupakan lahan yang akan dijadikan ladang pengembangan hewan sapi oleh Pemda Brebes dalam upaya melaksanakan program menyokong swasembada daging Nasional, jelasnya.
Dikatakan dari hasil kesepakatan kedua belah pihak awalnya saling mengklaim  kini sudak tidak lagi bermasalah dan berakhir selesai dengan pemancangan tapal batas yang dihadiri Kabid Kawasan Permukiman dan Pertanahan Dinas Perencanaan Kawasan dan Pemukiman, Perencanaan Hutan Wilayah I Perum Perhutani Jateng, Adm Perum Perhutani KPH Pekalongan Barat, dan Muspika Bumiayu, sehingga jelas mana tanah milik perhutani dan tanah HGU. 
Dengan adanya penyelesaian tersebut pihaknya berharap siapapun pengelolanya baik Perhutani maupun Pemkab lahan diwilayah dukuh Maribaya tetap agar dapat digarap untuk kesejahteraan warganya, karena selama ini perekomian maupun mata pencaharian warga tergantung dari hasil menggarap lahan tersebut, katanya.
Sementara Adm Perum Perhutani KPH  Pekalongan Barat,  Setiawan membenarkan adanya kesepakatan bersama dengan Pemkab Brebes dan pemancangan tersebut sudah sesuai karena dari hasil pengukuran bersama Badan Pertanahan Nasiuonal (BPN) dengan Departemen Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani Jawa Tengah, dengan melalui proses panjang hanya masalah selisih  batas berhasil diselesaikan secara baik, ujarnya. imam(r)

Proyek pembangunan Jembatan Sawangan Bumiayu Dilanjut Kembali

Written By suara rakyat on Thursday, December 7, 2017 | 5:36 PM

Bumiayu,(suararakyattegal.com) -  Pembangunan jembatan Sawangan Bumiayu kabupaten Brebes yang sempat mangkrak  kini mulai kembali digarap. Awal pembangunan jembatan tersebut pelaksanaannya pada September 2016 lalu dan terhenti akibat pelaksana yang tak dapat menyelesaikan sesuai kesepakatan kontrak.
Siswanto selaku pengawas pembangunan jembatan  Dinas Pekerjaan Umum wilayah Bumiayu menjelaskan, pembangunan jembatan Sawangan ini dilanjutkan dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 400 Juta untuk menyelsaikan pekerjaan kontruksi besi dan betonisasi badan jembatan termasuk pemuatan oprit sayap sisi selatan dan utara, jelasnya saat ditemui diruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
Lanjut Siswanto, adanya kelanjutan pembangunan tersebut diharapkan bisa mewujudkan aspirasi masyakat dalam mengurangi kondisi kemacetan dan kesemrawutan dijalan utama dalam kota Bumiayu. Dan pembangunan jembatan tersebut untuk melengkapi sarana jembatan dengan panjang 60 x 3 Meter akan tetap diselesaikan dengan anggaran tahun depan, katanya.
Sementara Kepala Desa Bumiayu, Dwi Hari Basuki mengatakan, jembatan Sawangan ini sebagai sarana penghubung dari dukuh Sawangan desa Bumiayu dengan desa Kalierang yang melintas diatas sungai Keruh itu mampu menjadi pengurai kemacetan. Selain itu keberadaan sarana tersebut masyaratkat mendukung sepenuhnya, pasalnya aspirasi tersebut telah diusulkan sejak tahun 1990an, sehingga terwujudnya jembatan merupakan jalan keluar  yang terbaik dan diharapkan untuk segera dirampungkan pembangunannya.imam(r)

Akibat Truk Alami Rem Blong 2 Pengendara Motor Tewas Di Tempat

Written By suara rakyat on Wednesday, December 6, 2017 | 10:54 PM

Bumiayu,(suararakyattegal.com) - Kembali terjadi insiden kecelakaan lalulintas yang diduga akibat rem blong dengan menelan dua korban jiwa yang terjadi di jalan ruas jalan Tegal-Purwokerto, tepatnya di dukuh Pekulen desa Pagojengan Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes,  Selasa (5 /12) kemarin sekira pukul 04.00 Wib pagi hari.
Sumber yang diperoleh menyebutkan, kalau truk gandeng dengan Nomor Polisi E 9053 E yang melaju dari arah Purwokerto menuju arah Bumiayu mengalami rem blong atau tak berfungsi setelah melewati jalur Flyover Kretek Paguyangan. Dengan kondisi jalan yang terus menurun membuat truk pengangkut biji gandum itu sulit dikendalikan, dan oleh pengemudi truk dihentikan setelah menabrak sepeda motor dengan No Pol G 2946 XX yang ada didepannya dan menabrak pohon hingga terbalik ke sawah. Lokasi kecelakaan berada di sebelah utara terminal lama Bumiayu
Padahal sang kernet setelah kondisi truk terasa rem tak berfungsi saat melaju diturun  fly over, sang kernet turun dari truk berupaya untuk menghentikan truk dengan bantalan balok namun tidak berhasil dan truk tetap melaju dan menabrak motor didepanya hinnga terguling di TPK
Korban tewas dikethui bernama Masripah (61) dan Ahmad Mujeni (40) keduanya warga Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, yang berboncengan mengendarai sepeda motor dari arah Paguyangan menuju Bumiayu. Kedua korban tewas di tempat kejadian akibat ditabrak dari belakang dan terseret truk.
Sedangkan kondisi truk gandeng hancur pada bagian depan, begitu pula dengan sepeda motor hancur akibat terseret truk. 
Korban tewas langsung  dievakuasi  ke RSUD Bumiayu, selain itu kondisi  sopir truk dan kerenet hanya mengalami luka ringan.

Kapos Lantas Bumiayu, Aiptu Triwantoro membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Menurutnya, saat ini sopir truk sedang dimintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, termasuk truk naas bagian depan juga dievakuasi dengen ditarik mobil dereka agar tidak mengganggu arus lau lintas. imam(r)

Ketua PKK Kota Tegal Sambut Kedatangan Tim Penilai PKK Jawa Tengah

Tegal,(suararakyattegal.com) - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal Endang Nursholeh bersama Jajaran PKK Kota Tegal, Forkopimda serta Kepala OPD di lingkungan Kota Tegal menyambut kedatangan Tim Penilai Evaluasi Lomba Hari Kesatuan Gerak PKK tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017. Selasa (5/12) kemarin di Peringgitan Rumah Dinas Walikota Tegal.
Kedatangan Tim Penilai PKK Jawa Tengah ke Kota Tegal tersebut dalam rangka untuk melakukan Evaluasi Lomba Hari Kesatuan Gerak PKK tingkat Jawa Tengah kategori tertib Administrasi PKK di Kelurahan Sumurpanggang. Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di Kelurahan Randugunting, serta kategori Hatinya PKK di Kelurahan Kejambon.
Dalam sambutan pembukaanya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal Endang Nursholeh mengatakan, bahwa pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK sangat membantu pencapaian tujuan pelaksanaan kegiatan 10 program PKK di masyarakat. HKG PKK menurutnya juga bentuk komitmen PKK dari tingkat pusat sampai ke daerah secara berjenjang.
Karena itu dirinya berharap dalam pelaksanaan kegiatan HKG PKK perlu adanya kerjasama lintas sektor terkait dan seluruh komponen masyarakat. Pelaksanaan HKG PKK harus mendapat dukungan dari pemerintah dan semua elemen masyarakat meliputi LSM, Tokoh Masyarakat dan Dunia Usaha, pungkasnya.
Sementara itu Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah  Hj Sudarli Heru Sudjatmoko dalam sambutannya mengungkapkan, apresiasinya kepada Tim Penggerak PKK Kota Tegal yang di Ketuai Endang Nursholeh yang berhasil membawa kota Tegal masuk ke tiga besar nominasi lomba HKG PKK tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Sudarli Heru Sudajtmoko menerangkan untuk kategori tertib administrasi Kota Tegal mempunyai pesaing yaitu Kota Semarang dan Kota Magelang. Sedangkan untuk kategori UP2K dan Hatinya PKK, Kota Tegal akan melawan Kota Semarang dan Kota Surakarta.
Mudah-mudahan bisa masuk sehingga bisa mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional, ucapnya.
Dalam kesempatan itu pihaknya juga mengatakan, bahwa dalam berkegiatan PKK harus dibantu dinas. “PKK punya orang namun yang punya dana adalah dinas, begitu juga kerja dinas tanpa dibantu PKK juga tidak akan maksimal, karena PKK lah merupakan garda terdepan yang langsung bertemu masyarakat, tambahnya.
"Saya berharap antara dinas terkait dan PKK kedepan harus dapat meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dalam upaya mensejahterakan masyarakat menuju kemandirian", cetusnya.
Usai diterima Ketua Tim PKK Kota Tegal, Tim Penilai Evaluasi Lomba HKG PKK Tingkat Jawa Tengah kemudian langsung bergerak menuju Sekretariat PKK Kota Tegal dan tiga kelurahan tesebut, untuk menilai ketertiban administrasi serta meninjau langsung hasil-hasil program PKK di masyarakat.dn(r)

Pramuka Di Madrasah Harus Jadi Benteng NKRI

Slawi,(suararakyattegal.com) - Gerakan pramuka khususnya di pangkalan madrasah harus mampu menjadi benteng untuk menjaga keutuhan NKRI. Hal itu dikatakan Wakil Kepala MA Negeri Babakan, Lebaksiu Bidang Kesiswaan Zainul Falihin saat membuka kegiatan Temu Penegak se Kabupaten / Kota Tegal, belum lama ini di MA Negeri 1 Tegal.

"Kita sebagai umat islam dan warga gerakan pramuka harus Hubbul Wathon Minal Iman," tegasnya.

Menurutnya, gerakan Pramuka juga dapat menjadi benteng pertahanan penyebaran virus dekadensi moral remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, serta radikalisme agama dan lainnya.

" Untuk itu saya sangat mengapresiasi kegiatan Temu Penegak yang digagas Racana IAIN Purwokerto. Kegiatan semacam ini perlu di teruskan dan mendapatkan dukungan untuk dilaksanakan di kabupaten yang lain, karena mampu menjadi sarana menjalin silaturahim dan persahabatan sesama Pramuka," ujarnya

Ketua Dewan Racana IAIN Purwokerto, Arif Munajat mengatakan, Temu Penegak merupakan program Racana Sunan Kalijaga-Cut Nyak Dien IAIN Purwokerto sebagai kegiatan pungkasan dalam periode ini.

"Kegiatan Roadshow ini pertama kali digelar di Tegal. Tujuannya ingin mengajak Pramuka Tegal untuk berlatih bersama meningkatkan kapasitas diri sebagai calon pemimpin," terangnya.

Dirinya berharap kegiatan ini menjadi kawah candradimuka bagi pengembangan kegiatan Penegak di masa depan. "Ini sebagai wujud nyata pembinaan dan pelatihan bagi pramuka penegak Madrasah Aliyah," imbuhnya

Sementara itu, Andalan Cabang Urusan Humas Kwarcab Tegal, Nurkhasan yang didaulat menjadi narasumber mengajak Pramuka Madrasah menjadi garda terdepan dalam menangkal Radikalisme dan memerangi berita hoax di media sosial.

"Kewajiban anggota Pramuka untuk memerangi berita bohong / hoax. Lebih-lebih berita yang mengandung isu radikalisme dan separatisme, harus bisa kita konter,” tandas Khasan.

Menurutnya, peran Pramuka itu cukup penting dalam rangka menyikapi maraknya penyalahgunaan media sosial untuk perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan norma sosial dan undang-undang.

“Kita (Pramuka) punya tagline di media sosial, Setiap Pramuka Adalah kantor Berita. Maksudnya, setiap Pramuka harus bersikap seperti pemimpin redaksi bagi akun media sosialnya. Anggota Pramuka juga harus hati-hati menulis atau memposting apa pun di media sosial,” ungkapnya

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari Sabtu-Minggu (2-3/12) diisi dengan sejumlah materi diantaranya Tehnik Corel Draw,  Rover Scout Leader Mentality, jurnalistik dan fotografi, Rover Scout Disscusion, River Tubing, Outdoor Management Games dan Penanaman Pohon. tio(r)

Lelang Jabatan Eselon II Kota Tegal Di Ikuti Tiga Pejabat Kabupaten Tegal

Written By suara rakyat on Monday, December 4, 2017 | 4:33 PM

Tegal,(suararakyattegal.com) - Tiga orang pejabat dari Kabupaten Tegal, mengikuti lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Kota Tegal, ketiga pejabat tersebut diantaranya Dadang Darusman Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Tegal, Imam Maskur Camat Kedung Banteng Kabupaten Tegal dan Iwan Kurniawan Kapala Bidang di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tegal. Ketiganya dinyatakan lolos seleksi administratif, dan berhak mengikuti tes berikutnya.
Menurut Sekretaris Panitia Seleksi lelang JPT Pratana, Plt. Sekretaris Daerah Kota Tegal yuswo Waluyo menyampaikan, saat ini panitia Seleksi tengah mengadakan seleksi paparan dari makalah atau gagasan tertulis yang diadakan mulai Senin-Sabtu (4 s/d 9 Desembre 2017) mendatang. Bagi mereka yang lolos dari seleksi ini akan berhak mengikuti seleksi Assesment yang dilaksanakan di Semarang dari Senin-Rabu (11 s/d 13 Desember 2017).
Dadang Darusman melamar untuk formasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, sementara Imam Maskur melamar untuk formasi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tegal, dan Pariwisata sedangkan Iwan Kurniawan melamar untuk formasi kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tegal.
Dadang Darusman saat ditemui sebelum melaksanakan paparan di depan panitia seleksi menuturkan, pihaknya sengaja mencoba mencari peluang baru di kota Tegal. Ia mengaku sudah menyiapkan bahan untuk paparan dengan menggali informasi terkait problematika yang ada di kota Tegal, khususnya yang terkait dengan formasi yang di lamar, yakni Dinas Lingkungan Hidup.
Tambahnya, ada satu permasalah yang mendasar mengenai persampahan di Kota Tegal, banyak kesamaan dengan di Kabupaten Tegal, namun untuk di kota Tegal masih belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir sampah yang permanen. Lanjutnya, jika memungkinkan untuk bekerja sama dengan daerah tetangga terkait permasalahan TPA ini kenapa tidak.
Dadang mengaku optimis dan menyerahkan hasil dari tes yang dilakukan kepada panitia seleksi lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Kota Tegal. Dn(r)