suara rakyat

Latest Post

Heri Suhartono : Perbaikan Jembatan Kali Kumisik Diperkirakan Telan Anggaran Hingga 500 Juta

Written By suara rakyat on Tuesday, January 22, 2019 | 7:16 PM

Margasari,(suararakyattegal.com),- Banjir bandang yang robohkan Jembatan Kali Kumisik di Desa Wanasari, Kecamatan Margasari, Senin (21/1) sore, kemarin sudah ditinjau Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal. Hasil perhitungan dinas teknis ini diperoleh perkiraan biaya untuk menyambung jembatan tersebut berkisar Rp 500 Juta.

Hal itu disampaikan, Kepala DPU Kabupaten Tegal, Heri Suhartono saat meninjau lokasi bencana, Selasa (22/1) pagi tadi.
"Pagi tadi kami diminta Bupati Tegal untuk mengecek dan mengestimasi biaya perbaikan jembatan ini", katanya.

Sebelumnya, jembatan dengan lebar 1,5 meter dan panjang 100 Meter ini sudah putus akibat terjangan banjir tahun lalu. Kemudian warga berinisiatif membuat akses jembatan darurat dari kayu. Meski beresiko, warga tetap menggunakannya karena ini merupakan akses terdekat warga Dukuh Gesing Desa Wanasari ke kota Kecamatan Margasari. Setelah adanya banjir ini, jembatan non permanen yang berdiri di atas bangunan lama yang roboh pun ikut hanyut.

Heri menuturkan, tidak seluruh bangunan fisik di sepanjang jembatan ini roboh, masih ada sisa.
"Material jembatan seperti besi yang jatuh ke badan sungai, Senin sore kemarin masih bisa dimanfaatkan", katanya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Tedjo Kisworo mengatakan, pihaknya akan mengusulkan penetapan status kebencanaan agar proses perbaikan jembatan tersebut bisa segera dilakukan tahun ini. tio(r)

Jembatan Plompong Sirampog Brebes Putus, Ribuan Warga Terisolir

(Photo : Dok)
Sirampog,(suararakyattegal.com),- Ratusan Kepala keluarga (KK) desa Plompong kecamatan Sirampog kini terisolir, pasalnya jembatan Plompong yang terbuat dari rangkaian besi dan bercat warna merah yang menjadi satu -satunya akses utama warga menuju ke pusat kota Kecamatan Sirampog, putus dihantam arus deras air sungai, Senin (21/1) sekirar pukul 17.00 WIB.

Kepala desa (Kades) Plompong Fatoni melalui Darto selaku Sekretaris Desa (sekdes) menjelaskan, Jembatan yang melintang di atas sungai Keruh sepanjang 90 Meter putus setelah abudmen di oprit sisi selatan ambrol dihantam arus deras sungai saat turun hujan lebat yang mengguyur di wilayah kecamatan Sirampog sejak pukul 14.30 WIB.

Diterangkan Darto, sebelumnya warga masyarakat dan pemdes telah menduga jembatan tersebut akan putus manakala air sungai menerjang dan mengikis bangunan tiang bawah sebagai penyangga jembatan, dan saat itu sambil menunggu penanganan dari pemerintah Pemdes telah berupaya penanganan darurat dengan mengerahkan warga bekerja bhakti tiap hari Jumat untuk mengalihkan deras air sungai agar tidak menghantam maupun menggerus bangunan jembatan tersebut, namun nyatanya kini terjadi putus.

Putusnya jembatan Plompong ini untuk yang kesekian kalinya. Terakhir jembatan putus pada tahun 2011 dan dibangun kembali yang kemudian mengalami kerusakan dan dilakukan beberapa kali perbaikan. Pada tahun 2017 lalu sempat dilakukan pembangunan jembatan baru di sisi barat untuk menggantikan jembatan lama yang kondisinya sangat memprihatinkan, namun pembangunan jembatan baru tidak dapat dirampungkan oleh rekanan alias mangkrak karena proses pembangunannya terkendala dengan arus sungai manakala sungai mengalami banjir dengan derasan air yang besar. Padahal pembangunan jembatan tersebut telah menyerap anggaran dari pemerintah provinsi Jawa Tengah mencapai puluhan Miliar.

Jembatan yang putus kali ini merupakan jambatan lama yang kondisinya sangat memperihatinkan. Jembatan dengan landasan lembaran baja tersebut kini tak dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan.

Kepala Desa Plompong Fatoni mengatakan, putusnya jembatan mengakibatkan terisolirnya ratusan KK atau ribuan warganya. Warga merasa kesulitan akses transportasi aktivitas perekonomian maupun pendidikan menuju ke pusat pemerintahan kecamatan.

Menurut Darto, ada jalur alternatif namun harus melalui dua wilayah kecamatan yakni Desa Cilibur di Kecamatan Paguyangan dan menuju wilayah Kecamatan Bumiayu dengan jarak sekitar 20 km jarak yang mesti ditempuh warga, ungkapnya.

Sementara Camat Sirampog, Wigiyanto SIP membenarkan putusnya jembatan Plompong tersebut, akibat putus total sehingga tidak dapat dilalui semua kendaraan, termasuk pejalan kaki, karena sangat berbahaya bagi warga.

Lebih lanjut Wigiyanto menjelaskan, pihaknya melalui pemerintahan desa sedang mengiventarisir kerusakan dan melaporkan ke Pemerintah Brebes melalui dinas terkait, dengan harapan segera dilakukan penangan darurat untuk mengurangi beban bagi warga desa Plompong untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-harinya, ujarnya. imam(r)

Bupati Brebes Beri Pembinaan Kepada RT dan RW Tentang Program Pemerintah

Written By suara rakyat on Monday, January 21, 2019 | 2:42 PM

Bantarkawung,(suararakyattegal.com),-Kepala desa (Kades) dan Ketua RT/RW di dua wilayah kecamatan Bantarkawung dan Bumiayu kabupaten Brebes di beri pembinaan untuk mensosialisasikan program program yang di gelontorkan pemerintah.

Bupati brebes Hj Idza Prihatin SE Mhum dalam melakukan pembinaan kepada mereka dengan mensosialisasikan program program yang telah digelontorkan Pemerintahan yang sekarang ke masyarakat pedesaan. Acara pembinaan tersebut diawali di wilayah kecamatan Bantarkawung di aula kecamatan setempat, Senin (21/1).

Dalam pengarahannya dihadapkan 549 ketua Rt/Rw se kecamatan Bantarkawung, Hj IDZA Priyanti mengatakan, jabatan ketua RT/RW merupakan sebagai ujung tombak dalam membantu program pemerintah, sehingga harus mendapat perhatian.

Idza mengakui, kepedulian Pemkab Brebes terhadap mereka untuk bersilahturahmi baru kali ini, karena kesibukan dan pihaknya berharap mereka dapat membantu warga yang membutuhkan pelayanan, diantaranya membantu mengawal ibu hamil untuk pencegahan angka kematian anak dan ibu di Kabupaten Brebes, serta mengawal pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan pihak pemerintah desa (pemdes). Sehingga program nasional dan program pembangunan bisa berjalan transparan dengan hasil yang dapat dinikmati dan bermanfaat bagi seluruh warga masyarakat, ujar Idza.

Sementara rombongan Bupati Brebes setelah melakukan pembinaan di kecamatan Bantarkawung meluncur ke kecamatan Bumiayu untuk melakukan hal yang sama di Pendopo 2 Bumiayu. imam(r)

Hujan Lebat, Tebing Setinggi 50 Meter Alami Longsor

Written By suara rakyat on Saturday, January 19, 2019 | 2:24 PM

Paguyangan,(suararakyattegal.com),- Tebing setinggi sekitar 50 meter di ruas jalan Propinsi menuju obyek wisata (OW) Kaligua Pandansari, samping jembatan Kalierang dukuh Kalibuntu desa Wanatirta kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes mengalami longsor. Sehingga sebagian ruas jalan tertutup oleh material longsoran tebing pada Jumat (18/1) sore kemarin.

Tebing longsor diakibatkan turun hujan lebat yang mengguyur wilayah Brebes Selatan pada Jum’at sore, selain tebing juga  satu rumah milik warga RT 13, RW 04 Dukuh Kalibuntu, Desa Wanatirta. Dalam insiden tersebut tidak memakan korban jiwa.

Kepala Desa Wanatirta H Maskur AS membenarkan kejadian tersebut, kelongsoran terjadi  pada Jumat sore sekitar pukul 16.30 WIB yang disebabkan hujan lebat yang berkepanjangan. Dalam insiden ini pihaknya telah melaporkan ke Pemda Brebes melalui Camat Paguyangan.

Dikatakan Maskur, selain tebing longsor juga sebuah rumah milik warga pada bagian dapurnya juga ikut longsor dan ambruk. Pihaknya menghimbau warganya agar selalu berhati-hati, terutama bagi pengunjung agro wisata Kaligua, saat datang hujan lebat agar berhenti dan mencari naungan yang dianggap aman, karena jalur yang dilewati merupakan daerah rawan longsor. imbaunya saat meninjau/berada dilokasi Sabtu (19/1).

Sementara untuk penanganan material tanah longsor yang menutupi badan jalan, sebagian telah dibersihkan dengan mengerahkan warga dan dibantu oleh jajaran Polsek serta personil TNI koramil Paguyangan dengan menggunakan alat seadanya. Dengan gotongroyong sehingga akses jalan dapat kembali normal,  pungkasnya. imam(r)

Puting Beliung, Bupati Tegal Tinjau Kerusakan Bencana di Selapura

Written By suara rakyat on Friday, January 18, 2019 | 5:45 PM

Slawi,(suararakyattegal.com),- Bencana angin puting beliung yang melanda sebagian wilayah Desa Selapura, Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, hari Kamis sore (17/1) kemarin menyita perhatian Bupati Tegal Umi Azizah. Didampingi sejumlah pejabat terkait termasuk Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto langsung melakukan peninjauan ke lokasi bencana hari Jumat (18/1) pagi tadi.

Dari hasil pantauannya terdapat empat belas bangunan yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung. Rinciannya, tiga belas rumah milik warga dan satu bangunan sekolah yaitu SD Negeri Selapura 02.

Melihat kondisi itu, Umi menyampaikan rasa dukanya kepada warga yang tertimpa musibah dan minta kepada Pj. Kades Selapura untuk mendata. “Saya minta pak Kades segera identifikasi bagian mana saja yang rusak,” katanya.

Umi menyampaikan, data tersebut diperlukannya karena ada beberapa rumah yang rusak berat dan harus segera diperbaiki agar tidak membahayakan, seperti rumah milik ibu Tarmini dan milik ibu Samah. Keduanya adalah wanita lanjut usia yang masing-masing tinggal sendiri di rumahnya. "Keduanya bisa kita bantu, tapi warga sekitar juga harus gotong royong untuk meringankan beban keduanya", katanya.

Mengantisipasi datangnya awal musim penghujan yang biasanya disertai angin kencang seperti ini, Umi menghimbau personil Dinas Perkimtaru dan BPBD Kabupaten Tegal untuk siaga.

"Lakukan perambasan pada pohon-pohon yang sudah tua, tinggi, atau percabangannya banyak sehingga berpotensi patah atau bahkan roboh", ujarnya.

Umi juga menghimbau kepada masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaannya mengingat intensitas dan curah hujannya saat ini sedang tinggi.

Usai meninjau lokasi bencana ini Umi segera mengagendakan koordinasi dengan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perangkat terkait untuk bersama-sama menuntaskan rehabilitasi penanganan pasca bencananya.

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Kapolres Tegal Dwi Agus Prianto mengatakan, pihaknya sudah menurunkan ratusan personil kepolisian untuk membantu masyarakat yang terkena musibah.

Berkenaan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah yang terganggu karena kelas mengalami kerusakan, Dwi menuturkan Polres Tegal akan membangun tenda lapangan sebagai pengganti ruang kelas.

“Harapan kita, hari Senin nanti proses belajar bisa berjalan meski untuk sementara", katanya. Dwi menambahkan, Polres Tegal akan hadirkan sejumlah Polwan untuk lakukan trauma healing ke sejumlah siswa, khususnya kelas satu dan dua. hum/tio(r)

Ketua JOSS Korwil Tingkat Jawa Tengah Hadiri Nobar Debat Presiden

Semarang,(suararakyattegal.com),- Acara debat calon presiden semalam Kamis 17 Januari 2019, ternyata banyak mendapatkan respon baik oleh masyarakat, animo masyarakat dalam menyaksikan perhelatan debat calon presiden juga dilakukan oleh salah satu komunitas masyarakat di pelangi café Jl. Singosari Raya No.45, Pleburan, Semarang, hal ini disampaikan Akhmad Shaomy Nugroho,ST.

Menurut Shaomy, pihaknya bergabung dengan JOSS (Jokowi Sahabat Semua) sengaja hadir bersama pengunjung yang lain di cafe pelangi dalam rangka nonton bareng (Nobar) debat Capres, sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa figur jokowi adalah benar-benar sahabat untuk semuanya tanpa membeda-bedakan. Kata Shaomy selaku Ketua  JOSS Korwil Jateng

Dijelaskan, JOSS adalah bagian dari komunitas masyakat yang berniat melakukan transfer knowledge terkait hasil-hasil pembangunan Pemerintah sebagai upaya perimbangan informasi kepada masyarakat, pungkasnya. imam(r)