Home » » Diduga Rekanan Garap Proyek Asal-Asalan, Warga Unjuk Rasa

Diduga Rekanan Garap Proyek Asal-Asalan, Warga Unjuk Rasa

Written By suararakyat on Friday, August 10, 2012 | 6:18 PM

Paguyangan, (SR) -  Sekelompok warga Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes melakukan unjuk rasa untuk menghentikan proyek pembangunan talud pengaman tebing yang ada di pinggir jalan nasional ruas Tegal-Purwokerto, tepatnya dilokasi pabrik Gondorukem dan Terpentin, di Petuguran Desa setempat, Kamis (9/8) sore.
Massa unjuk rasa, dengan membawa tulisan menuntut proyek dihentikan karena diduga rekanan melaksanakan proyek tersebut tidak sesuai dengan bestek bahkan papan informasi proyek tersebut tidak terlihat. Dalam melakukan aksinya sekelompok warga tersebut nampak membawa beberapa pamflet yang diantaranya bertuliskan, Proyek ini Bermasalah Harus Dihentikan, Proyek ini Membahayakan Pengguna Jalan, Proyek ini Menyalahi Bestek dan lainnya. Pamflet tersebut juga ditempel di pohon tempat lainnya di lokasi proyek
Mereka  meminta agar proyek yang saat ini sebagian sedang digarap rekanan dihentikan karena jika dilanjutkan hasilnya dikawatirkan akan cepat rusak dan bisa membahayakan pengguna jalan. Terlebih saat ini mendekati arus mudik jika talud setinggi tujuh meter itu ambrol, matrialnya akan menimbun jalan dan akan mengganggu kelancaran kendaraan arus pemudik lebaran.
"Kami khawatir kalau talud ambrol bisa membahayakan pengguna jalan apalagi saat ini menjelang arus mudik," kata Harjo, salah satu warga yang ikut unjuk rasa.
Menurut Harjo, pembangunan talud sepanjang 100 meter dengan ketebalan talud di bagian bawah kurang dari 80 centimeter dan bagian atas juga kurang dari 40 centimeter. "Itu jelas-jelas diduga menyalahi bestek maka harus dihentikan," ujarnya.
Warga lainnya, H. Karman mengatakan hal yang senada, bahwa proyek tersebut harus dihentikan dan pihaknya juga sebelumnya sudah meminta pada pelaksana pekerjaan untuk menghentikan pekerjaan karena diduga pengerjaannya asal asalan. "Aksi ini bukan yang pertama kali, sebelumnya kami juga sudah mengingatkan agar pekerjaan dihentikan saja kalau asal-asalan," katanya.
Sementara itu, pihak pelaksana pekerjaan saat akan di konfirmasi tidak ada di lokasi proyek. Informasi yang diperoleh, mandor atau pengawasnya menghilang ketika ada sekolompok warga melakukan unjuk rasa. (mam).
Share this article :