Terbakarnya Hutan Di Lereng G. Slamet Bagi Warga Sekitar Bukan Hal Menakutkan - suara rakyat
Home » , » Terbakarnya Hutan Di Lereng G. Slamet Bagi Warga Sekitar Bukan Hal Menakutkan

Terbakarnya Hutan Di Lereng G. Slamet Bagi Warga Sekitar Bukan Hal Menakutkan

Written By suara rakyat on Thursday, August 30, 2012 | 12:24 AM

Kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet
Pemalang, (srtegal) – Bagi kita umumnya yang tak pernah melihat jilatan api yang begitu besar menjilat kawasan hutan, tentu merupakan hal yang sangat menakutkan. Lain halnya dengan warga pada sejumlah desa di sekitar G. Slamet Pemalang ( jateng ) hal itu dianggapnya pemandangan biasa, penduduk setempat hampir rata- rata tidak menunjukan rasa takut sama sekali, buktinya mereka dengan tenang terus melakukan aktivitas seperti hari- hari biasanya.

Untuk mengetahui dari dekat situasi dan kondisi terakhir hutan di sekitar lereng G. Slamet yang hingga saat ini masih di lalap api, srtegal news menurunkan tim untuk melakukan pengamatan dan pemantauannya dari dekat. Dan berikut ini hasil laporannya :

 Musibah kebakaran hutan di lereng gunung Slamet sampai dengan Rabu siang (28/8) masih terlihat dari arah  Pulosari, Kabupaten Pemalang  ( jateng ). Dilihat dari desa ini tampak jelas terlihat ada tiga titik kebakaran yang cukup besar. Ketiga titik kebakaran tersebut oleh petugas yang dibantu oleh beberapa  unsure termasuk relawan terus diusahakan untuk dijinakan dan dipadamkan.

Akibat kebakaran hutan tersebut menurut salah seorang warga, mengaku bernama Tarmuji (40), sedikitnya telah menghanguskan ratusan hektar tanaman hutan. Dan saat ini memang warga di sekitar lereng masih adem ayem, tidak tampak rasa khawatir. Aktifitas warga beberapa desa di lereng gunung masih normal-normal saja. Hanya kondisi lingkungan agak tercemar, ada bau asap sehingga kesegaran udara gunung tidak seperti biasanya.

Untuk lebih dekat mengetahui titik api, tim srtegal news berusaha semakin mendekati titik- titik pusat kebakaran dan mendekat hingga di desa Jurang mangu, kecamatan Pulosari, kabupaten Pemalang, desa ini paling dekat dengan lereng gunung yang terbakar. Sudut pandang kearah titik api dari desa Jurang mangu mulai terlihat jelas. Dimana disana terlihat di tiga titik api mengebul, tapi bara api tidak begitu tampak karena terhalang awan.

Menurut beberapa warga, api akan terlihat jelas pada malam hari.  Cokro (35), warga desa setempat, misalnya, menyampaikan, bahwa musibah kebakaran ini terjadi beberapa hari yang lalu, sampai dengan Rabu malam (28/8) masih belum bisa diatasi . Kembali, hal ini tidak berpengaruh terhadap ketentraman warga desa Jurangmangu.

“ Beberapa hari lalu ada petugas kepolisian datang untuk menyelidiki penyebab terjadinya musibah. Kami jelas tidak tahu karena TKP ada dilereng atas. Kemarin malam warga melihat ada Pesawat Helikopter yang berusaha melakukan upaya pencegahan dengan menyemprotkan benda cair, kemungkinan untuk mencegah merambatnya api, namun hasilnya nggak tahu “, ungkap Cokro, warga yang lain.

Rasa penasaran untuk melihat kobaran api dan luas lahan yang terbakar srtegal news mendatangai Pos Pengamatan Gunung berapi yang berlokasi di desa Gambuhan, kecamatan Pulosari kabupaten Pemalang. Dari keterangan Nurkholis, petugas jaga, kebakaran mulai terjadi pada sabtu pagi (25/8) berawal dari arah Bambangan, Kabupaten Purbalingga, sebelah  timur lereng gunung Slamet. Diduga Nurkholis api berasal dari ulah pendaki gunung yang naik dari arah Bambangan, biasanya saat menyalakan api unggun untuk menghangatkan badan. Sampai dengan sekarang, ujar Nurkholis lagi, masyarakat belum terpengaruh karena jarak lahan yang terbakar masih jauh dari desa terdekat yang jaraknya masih sekitar 8 KM, kalau dihitung lurus.

“ Sampai dengan Rabu Pagi (28/8) dari pantauan melalui alat teropong (teleskop) ada enam titik api. Namun pada siang hari yang terlihat hanya tiga titik api. Upaya pemadaman saat ini sedang dilakukan pihak Perhutani KPH Pemalang. Sejauh ini pihaknya belum mengetahui berapa banyak langkah-langkah upaya pemadaman, termasuk  tidak tahu jumlah area hutan yang terbakar. Itu bukan kewenangan kami “,  jelas Nurkholis.

“ Dalam kaitan upaya pemadaman itu Kapolres Pemalang ikut tandang, ia sudah mendatangi di Pos Pemantauan gunung Slamet di desa Gambuhan. tim/srtegal news.       
Share this article :