Home » » Kerjanya Sering Mengintimidasi Dan Memeras Keberadaan Wartawan Nakal Perlu Ditertibkan

Kerjanya Sering Mengintimidasi Dan Memeras Keberadaan Wartawan Nakal Perlu Ditertibkan

Written By suararakyat on Wednesday, September 19, 2012 | 2:04 PM

Sirampog, (srtegal news) - Keberadaan oknum yang mengatasnamakan wartawan alias wartawan gadungan  dirasakan sangat meresahkan masyarakat. Pasalnya telah banyak masyarakat yang menjadi korban intimidasi dan pemerasan oleh oknum itu. Hal itu terkuak dalam acara seminar jurnalistik bertema eksistensi wartawan di era keterbukaan yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Pemuda Buniwah (IKPB) Kecamatan Sirampog dan Komunitas Jurnalis Bumiayu (KJB) digedung KPN Rukun Sirampog Kab. Brebes Senin, (17/9) kemarin.

“Kami sering didatangi oknum yang mengaku wartawan, datang tidak melihat waktu dan seringkali menunjukkan wajah yang seram seperti menakut-nakuti “, tutur Tobiin salah satu peserta seminar.

Dikatakan Keberadaan wartawan gadungan ini jelas-jelas telah mengotori wartawan sesungguhnya yang bekerja secara professional dan banyak memberikan informasi bermanfaat dan membantu masyarakat.

“Saya berharap ada tindakan dari lembaga atau organisasi wartawan yang resmi, untuk memberi sanksi kepada mereka yang telah mengotori profesi wartawan”, harapnya.

Hal senada dikatakan Mahnuri ketua Paguyuban Kades Kecamatan Tonjong, bahwa pihaknya sering menerima pengaduan dari anggota tentang ulah para wartawan gadungan itu, karenanya diharapkan pihak berwenang untuk melakukan penertiban pada oknum-oknum yang merusak citra wartawan tersebut.

Menanggapi keluhan tersebut, Wasdiun SIkom narasumber pertama menyampaikan oknum wartawan nakal itu semakin bertambah subur seiring bergulirnya liberalisasi pers paska reformasi 1998, sejak itu control birokrasi terhadap keberadaan media pers begitu bebas

Dikatakan, sebuah media pers bisa meluncur begitu saja tanpa harus lewat prosedur yang rumit, berbarengan dengan itu, siapapun seolah juga bisa masuk dalam komunitas pers.siapapun bisa mebuat media sekalipun tanpa ditopang sumber dana dan sumber daya manusia yang concern terdapap idealisme pers.

Lebih lanjut dijelaskan jangan takut menghadapi mereka dan jika nyata-nyata melakukan pemerasan jangan segan-segan untuk melaporkan pada pihak berwajib dengan diserta bukti. Dalam melaksanakan tugasnya, wartawan diatur oleh kode etik dan harus mengedepankan moral, kalau benar tidak perlu takut, mereka harus dilawan dengan cara yang baik tentunya.

Sementara itu Drs Atmo Tan sidik, nara sumber kedua juga menyampaikan perlu diterbitkan buku yang berisi daftar nama wartawan resmi, lengkap dengan wilayah tugasnya oleh organisasi atau lembaga yang menaungi wartawan. Buku itu bisa menjadi sumber informasi bagi siapa saja untuk mengetahui wartawan yang sebenarnya dan prfesional.

Dikatakan wartawan dalam melakukan tugas jurnalistiknya biasanya dibatasi oleh wilayah liputan yang ditentukan oleh media tempatnya bekerja. Seorang wartawan tidak akan meliput di wilayah lain tanpa ada penugasan dari biro atau atasannya, kata kabag humas dan protocol setda brebes.mam/r.
Share this article :