Home » » Warteg Rambah Berbagai Kota Besar

Warteg Rambah Berbagai Kota Besar

Written By suara rakyat on Saturday, September 29, 2012 | 1:53 AM

Tegal, (srtegal.com) – Warung Tegal yang lebih dikenal dengan sebutan “ Warteg “, ternyata dalam perkembangannya terakhir telah merambah kemana-mana, kini bukan di Jakarta sekitarnya saja, di kota- kota besar lainnya di Indonesia Warteg juga telah menjamur. Warung makan khas Tegal ini memang ada keistimewaannya, selain dengan harga yang murah juga menyajikan masakan- masakan khas Tegal yang pedas dan sedap.

Dari pantauan srtegal.com, kota- kota besar yang kini sudah banyak Warung Tegalnya, seperti di Jawa, selain Jakarta, Bogor dan Bandung serta sejumlah kota- kota lainnya di jabar. Di Jateng sendiri seperti Semarang dan kota- kota lainnya,di Jatim seperti Surabaya dan kota-kota lainya, bahkan di Bali, di Denpasar misalnya, disana juga tidak sedikit terdapat warteg. Dan mereka dalam berjualan mematuk harga tidak terlalu tinggi, sementara masakan yang tersaji terasa sedap disantap, sehingga banyak diburu oleh pembeli.
Salah seorang pedagang warteg di Denpasar, yang mengaku bernama Roisah ( 41 ) asli wong Tegal, menuturkan, bahwa dirinya ketika ikut berwisata ternyata sempat mencermati kehidupan masyarakat sekitar, entah pendatang atau asli penduduk disana.

“ Sepanjang di daerah itu terdapat para pekerja kasar/ berat, seperti di bangunan atau di pelabuhan dan pabrik- pabrik, maka sangat memungkinkan warteg buka disana, sebab patokan harga makan dan minum dipatok dengan harga yang terjangkau oleh mereka. Dan ternyata benar, hanya beradaptasi beberapa minggu saja pembeli mulai berdatangan yang mayoritas para pekerja kasar/ berat yang datang dari berbagai daerah, tak terkecuali dari Tegal sendiri cukup banyak. Dan  hingga sekitar tiga tahun berjualan disana pelanggan sudah cukup banyak “, ungkap ibu berbadan gemuk itu.

“ Disini ternyata seperti di Tegal, masyarakatnya begitu menyukai semur jengkol, lalap pete dan sayur asem, terkadang sayur lodeh atau sambal goreng tempe atau lengko, mereka umumnya senangnya minum esteh, ada juga yang minum teh poci gula batu meskipun jumlahnya sedikit “, katanya sambil melayani tamu- tamu di warungnya yang tampak selalu ramai.

“ Sebelumnya saya berjual di Jakarta. Karena warteg disana sudah begitu banyaknya, maka saya coba- coba mencari lokasi berjualan yang baru, eh ternyata ada kecocokan berjualan disini “, tambahnya.
Benar juga kata Bu Roisah, bahwa jumlah warteg di Jakarta sudah  sangat banyak dan satu sama lain terkadang bersaing dengan tidak sehat. Hal ini dibuktikan oleh keterangan yang pernah disampaikan oleh Ketua Kowarteg, H. Sastoro, bahwa jumlah warteg untuk Jakarta menyeluruh, plus Bogor dan Jabar sekarang ini sekitar 300.000-an warteg, sehingga wajar jika terjadi persaingan, kalau lemah dalam bersaing, maka dengan sendirinya akan gulungtikar.esha/tio/r.
Share this article :