Home » » Ka Polres Tegal Kota AKBP Haryadi Muchtas, SIK : Hidup Laksana Prosesing Pembuatan Keramik

Ka Polres Tegal Kota AKBP Haryadi Muchtas, SIK : Hidup Laksana Prosesing Pembuatan Keramik

Written By suara rakyat on Tuesday, October 23, 2012 | 7:41 AM

Tegal, (srtegal.com) - Umpamakan prosesing hidup kita seperti proses pembuatan keramik hingga menjadi keramik dan guci yang memiliki nilai jual mahal, karena bahan pembuatan keramik dan atau guci tersebut diambil dari tanah liat biasa yang ada disekitar kita, lalu di kepal, dibanting, dibakar hingga di putar dengan alat kerajinan pembuatanya, seperti halnya hidup kita, tidak segampang membalikan telapak tangan, pasalnya semua butuh proses hingga kita menjadi manusia yang memiliki nilai, dicari dan dibutuhkan baik oleh bangsa, Negara dan agama tergantung dimana kita bertempat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Tegal Kota, AKBP Haryadi Muchtas SIK kepada seluruh siswa SMK Dinamika dan SMK DWP Kota Tegal, terkait dengan kejadian tawuran beberapa waktu lalu bertempat di Aula masing masing sekolah ( Senin,22/10-2012 ) lalu.

“ Apabila kita ingin menjadi seorang yang berguna bagi bangsa, Negara dan agama sesuai dengan wadahnya, jadi tidak segampang kita membalikan telapak tangan ”, Tandasnya.
Acara  pembinaan terhadap siswa sekolah yang sudah menjadi program Polres Tegal kota ini didukung dengan kehadiran balo- balo Tambari yang di mainkan oleh sejumlah Polwan dan Polmas.

Selain menampilkan lagu balo- balo sebagai selinganya, hujan wangsalan ala bahasa Tegalanpun kerap kali dilontarkan oleh Kapolres Tegal Kota. Seperti, udan- udan golet tanduran para pelajar aja tawuran, serta  jaran sabete pecut, pelajar tawuran kaya pengecut. Wangsalan tersebut selain mendapat sambutan tepuk tangan dan tawa para pelajar ternyata menjadikan para pelajar membuka mata, bahwa selama ini apa yang dilakukan dengan tawuran tidak memiliki arti, bahkan merugikan banyak pihak seperti materi, maupun non materi.Terlebih ketika para siswa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Guru tampak disitu raut wajah penyesalan tersirat saat lantunan menggaung dengan hikmat.

“ Sengaja kami hadirkan seni dengan wangsalan tersebut yang tujuannya bukan untuk menyindir siswa namun bertujuan membuka mata mereka agar sadar bahwa tawuran hanya merugikan banyak pihak seperti nama baik sekolah, nama baik keluarga, orang lain juga disisi lain kerugian material jelas banyak, utuk itu sebagai bentuk penggugah jiwa para pelajar agar merenungi yang telah diperbuat, saya suruh mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Guru secara hikmat”, Tambahnya seraya senang melihat raut pelajar yang dengan hikmat menyanyikan lagu tersebut.

Berkaitan dengan hal itu, ada satu hal yang menjadikan sebuah pertanyaan wartawan, yakni dalam melakukan pembinaan dari pihak polres Tegal Kota kenapa tidak diselingi dengan sosialisasi  sanksi yang dapat membuat efek jera sehingga dapat menjadikan siswa berfiklir ulang ketika akan melakukan tindakan tawuran. Oleh Kapolres disampaikan bahwa yang dilakukan pelajar masih kategori kenakalan biasa jadi yang dibutuhkan sekarang adalah pengingat guna penyadaran siswa bahwa tawuran tidak baik, dan yang penting itu dulu.

“ Mudah mudahan hal ini dapat menyadarkan mereka untuk tidak mengulanginya, bahkan dapat disampaikan dengan yang lain bahwa tawuran tidak memiliki guna yang baik, yang dipastikan hanya kerugian saja yang akan didapatnya “, Tambahnya.dn/r.
Share this article :