Home » , » Setelah Beberapa Tahun Redup, Kini Wacana Pemekaran Brebes Selatan Bergelora Lagi

Setelah Beberapa Tahun Redup, Kini Wacana Pemekaran Brebes Selatan Bergelora Lagi

Written By suara rakyat on Friday, October 12, 2012 | 8:59 PM

Sakalimalas salah satu icon kebanggan Brebes Selatan
Bumiayu, (srtegal.com) –  Wacana pemekaran kabupaten Brebes bagian selatan yang beberapa tahun sempat meredup, kini kembali mencuat. Hal ini terungkap dalam pertemuan yang digelar sejumlah tokoh masyarakat, mahasiswa, LSM dan intelektual yang ada di wilayah Brebes bagian selatan, Acara pertemuan tersebut digelar disalah satu kediaman aktivis pemerhati social dan pegiat LSM di Bumiayu, kemarin.

Wacana pemekaran yang kembali muncul yakni melakukan pemisahaan enam Kecamatan di wilayah selatan yakni kecamatan Tonjong, Sirampog, Bumiayu Paguyangan, Bantarkawung dan Salem .

Slamet Riyadi, salah seorang pegiat LSM dalam kesempatan itu menegaskan, wacana pemekaran ini bukan dilandasi emosi maupun dampak dari Pemilukada yang baru saja digelar. Namun lebih untuk menindaklanjuti apa yang pernah dijanjikan para kandidat yang akan mendukung pemekaran.

 Dikatakan Slamet, hal ini bukan karena dampak Pemilukada. Namun lebih kepada menyemangati dan membangkitkan semangat pemekaran. Kami di sini sebagai inisiator dan motivator, sementara yang memegang peranan sesuai dengan Perundang-undangan ada di tangan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala desa dan lainnya.

Mengingat peraturan dan undang-undang yang mengatur masalah pemekaran telah berubah, maka akan dilakukan perbaikan administrasi. Diantaranya dengan melakukan revisi pada proposal pemekaran yang pernah dibuat.

Dengan kesepakatan bersama langkah jangka pendek yang akan dilakukan adalah  komunikasi dengan sejumlah tokoh di Brebes bagian selatan, termasuk juga yang pernah duduk di tingkat nasional maupun penggagas awal presidium pemekaran. Terlebih sesuai dengan informasi yang didapat dari salah satu anggota DPRD, sudah ada 32 anggota DPRD sudah menandatangi pro pemekaran.

Hal yang sama yang disampaikan Samsul Maarif yang juga sebagai inisiator pemekaran, memandang pemekaran wilayah selatan Kabupaten Brebes sebagai persoalan yang sudah menjadi laten. Meskipun timbul tenggelam sesuai dengan kondisi, namun ibarat api tidak bisa dipadamkan. Sekarang kembali menyala dan bergelora karena ada pemantik, kata Samsul, yang asli Kecamatan Salem.

Kedepan lanjut dia, gerakan pemekaran harus ada promotor yang siap membidani lahirnya pemekaran. Siapa pun dia, apa pun latar politik atau ideologinya, selama dia konsen pada NKRI maka siap dikawal sebagai pemimpin daerah secara selektif. Jangan sampai ada pahlawan kesiangan dan semua inisiator serta motivator yang hadir dalam pertemuan sepakat, menggelorakan kembali semangat pemekaran.

Menurutnya, suasana kebatinan masyarakat Brebes selatan sangat konstruktif. Karenanya saat ini siap menanggalkan semua atribut yang sebelum menjadi pembatas saat pelaksanaan pemilukada. Dengan menyatukan pemikiran melalui kelebihan sumberdaya alam maupun sumberdaya masyarakat yang dimiliki, untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Zaenal Arifin, SAg, ketua KNPI sekaligus Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bumiayu, mengatakan soal pemerkaran bukan wacana baru lagi tapi sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang harus diwujudkan.

Dalam hasil Pemilukada saat ini siapapun yang jadi Bupatinya, Brebes bagian selatan tetap wacana pemekaran harus direalisasikan, sesuai aturan yang ada.mam/r.
Share this article :