Mekanisme Pemekaran Wilayah Sekarang Beda Dengan Dahulu - suara rakyat
Home » , » Mekanisme Pemekaran Wilayah Sekarang Beda Dengan Dahulu

Mekanisme Pemekaran Wilayah Sekarang Beda Dengan Dahulu

Written By suara rakyat on Friday, November 9, 2012 | 10:17 AM

H. Iliya Amin
Bantakawung, (srtegal.com) - Terkait isu pemekaran Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai direspon DPRD dengan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Pemekaran. Sosialisasi dilakukan di Balai Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Selasa (06/11) kemarin.

Ketua DPRD Brebes H. Iliya Amin menyatakan pihaknya merespon perkembangan, di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, yang saat ini muncul banyak kelompok masyarakat yang aktifkan kembali wacana pemekaran.

Menurut H. Illia Amin yang tinggal di Kecamatan Bantarkawung, mekanisme pemekaran wilayah sekarang berbeda dengan dahulu dan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah. Dalam PP tersebut pemekaran harus aspirasi masyarakat melalui Kepala Desa kemudian diusulkan ke DPRD, sehingga tidak ada lagi elemen di luar itu yang bersifat wajib untuk mengurus pemekaran.

Dikatakan, dirinya sangat tidak setuju dengan isu pemekaran jika muatan dan tujuannya popularitas oleh pihak tertentu, tapi tidak memahami kandungan PP Nomor 78 tahun 2007 yang mengaturnya. Karena itu sebagai bagian dari forum pimpinan daerah dirinya langsung terjun melakukan sosialisasi keseluruh Kades yang ada diwilayah Kabupaten Brebes bagian selatan meliputi 6 kecamatan (Bumiayu, Paguyangan, Tonjong, Sirampog, Bantarkawung dan Salem), sekaligus untuk menyerap aspirasi dan menentukan layak tidaknya dilakukan pemekaran, katanya

Ditambahkan, untuk menuju pemekaran setelah ada usulan oleh Kades kepada Bupati melalui DPRD selanjutnya dibentuk panitia khusus (Pansus) kemudian di putuskan oleh Bupati dan dilanjutkan ke Gubernur dan terus ke Menteri Dalam Negeri. Prosedur itu juga belum tentu disetujui karena nanti akan dilakukan kajian.mam/r
Share this article :