Home » » Warga Pagojengan Gelar Peringatan Satu Suro Dan Santuni Anak Yatim SertaWarga Jompo

Warga Pagojengan Gelar Peringatan Satu Suro Dan Santuni Anak Yatim SertaWarga Jompo

Written By suara rakyat on Wednesday, November 28, 2012 | 2:33 PM

Paguyangan, (srtegal.com) - Selain menjadi peringatan tahun baru Islam, di Indonesia 1 Muharram juga kerap dimaknai dengan berbagai simbol tradisi dan kebudayaan. Hal ini tak bisa lepas dari akulturasi budaya yang telah dilakukan sejak kepemimpinan sultan Agung dengan istilah 1 Suro.

Dalam Islam, Muharam merupakan salah Satu dari 12 bulan Hijriyah. Seperti Januari, Muharram adalah tanggal pertama dalam penanggalan Islam. Arti kata Muharram sendiri bermakna 'diharamkan' atau 'dipantang', yang artinya pada bulan ini umat Islam dilarang yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah.

Hal ini dikatakan Suid selaku Kepala Desa Pagojengan Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes dalam sambutan acara Pengajian peringatan Hari Besar Islam satu suro yang digelar dihalaman Masjid Nurul Iman Dukuh Glempang Sabtu siang (24/11) Kemarin.
Menurutnya. Satu Suro memiliki banyak pandangan dalam masyarakat Jawa, hari ini dianggap kramat terlebih bila jatuh pada jum’at legi. Untuk sebagian masyarakat pada malam satu suro dilarang untuk kemana mana kecuali untuk berdoa ataupun melakukan ibadah lain. Sedang bagi umat Muslim, pihaknya mengajak kepada warganya maupun yang hadir pada acara pengajian tersebut cara menyambut 1 Sura itu adalah untuk berinstrospeksi yaitu dengan lelaku, yaitu mengendalikan hawa nafsu, dan berbuat kebaikan.

Sementara Panitia Pengajian Sudarto mengatakan kegiatan ini sebagai kegiatan rutin setiap tahun yang digelar oleh Jamiah Yasinan Nurul Iman Pagojengan, dan sebagai penceramah lokal Nyi Hj. Nur Hikmah dari Kalijurang Kecamatan Tonjong, dan diakhiri dengan acara penyantunan kepada 36 anak yatim piatu dan 20 orang jompo warga setempat.mam/r.
Share this article :