Home » » Slawi Bakal Memiliki Terminal Baru, Kini Proses Pembangunannya Dalam Rencana

Slawi Bakal Memiliki Terminal Baru, Kini Proses Pembangunannya Dalam Rencana

Written By suara rakyat on Saturday, December 1, 2012 | 11:28 PM

Slawi, (srtegal.com)- Terminal Bus Slawi, Kabupaten Tegal segera dipindah ke lokasi lain, yaitu di desa Dukuhsalam, kecamatan Slawi. Rencana kepindahan dan  pembangunan terminal  nantinya dalam prosesnya dilakukan dengan cara kerjasama pihak ketiga atau investor.
Proses dan rencana tersebut sedang dilaksanakan baik menyangkut administratif, tim koordinasi, tim teknis, dengan dilakukannya study banding di Kabupaten Pekalongan, dan mengambil pengalaman dari BPPT Semarang.

Menurut Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Agus Subagyo yang juga Tim Teknis Pelaksana Pembangunan Terminal Slawi, selain melaksanakan proses tersebut juga sering mengadakan konsultasi dengan Biro Bina Kerja Sama Daerah provinsi Jawa Tengah (Jateng), serta konsultasi dengan yang ahli dibidangnya seperti LPJK Kota Semarang, itu merupakan proses yang sedang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tegal.

"Rencana pemindahan dan pembangunan Terminal Slawi memang ditarget tahun ini, namun itu semua jika pemda sudah mendapatkan investor yang mampu dan siap mengerjakan pembangunan tersebut", ujarnya.

Untuk lokasi pembangunan terminal tipe B tersebut Pemkab Tegal sudah menyediakan tanah seluas 5 hektar di Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi. Namun jika ternyata terminal tersebut banyak kendaraan keluar masuk dan banyak bus yang menginap disitu, maka terminal tersebut statusnya akan ditingkatkan menjadi Tipe A, seperti pada rencana awal.

Menurutnya beberapa dokumen yang melandasi pembangunan terminal seperti, calon atau rencana tempat untuk dibangunnya terminal lahannya harus sudah ada DED, dan UKL-UKL nya  sudah disiapkan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Sedang syarat umum dan syarat khusus yang dibutuhkan seperti, kualifikasi rekanan atau investor yang benar-benar mampu dan siap untuk mengerjakan pembangunan, dan aset Pemkab merupakan modal utama yang besar nilainya Rp 35 milyar, serta dari investor lebih kurangnya sebesar Rp 50 milyar yang harus bisa ditanam disitu, sehingga pembangunan terminal tersebut akan terwujud.

Sedangkan untuk syarat khususnya rekanan atau investor bisa menerima secara murni bahwa anggaran itu dari pihak investor bukan dari APBD, karena APBD sudah berbentuk lahan yang luasnya 5 hektar. Dalam waktu dekat ini Pemkab akan menunjuk tim ahli pengadaan khusus sebanyak 5 (lima) orang untuk bekerja sama mengenai pembangunan terminal.

Diharapkan investor dapat bekerja sama selama 20-25 tahun kedepan, semoga juga investor tidak mengeluh dan juga mudah-mudahan dengan kerjasama adanya keuntungan bagi pemkab maupun investor.hdb®.
Share this article :