Home » » Dishubkominfo Perdayakan Petugas Linmas

Dishubkominfo Perdayakan Petugas Linmas

Written By suara rakyat on Wednesday, July 31, 2013 | 10:07 PM

Slawi, (srtegal.com) – Langkah meminimalisir jatuhnya korban, khususnya pemudik yang melintas di jalur lintasan KA tanpa palang pintu, bakal ditempuh Dishubkominfo Kabupaten Tegal. Setidaknya upaya menggandeng dan memberdayakan petugas Linmas akan dilakukan untuk menjaga sedikitnya 25 titik perlintasan.
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Tegal, Fajar Rokhwidi SIP didampingi Kabid Keselamatan Transportasi Sarana dan Prasarana (KISP) Tien Mei Antyas SH MM menegaskan, pihaknya juga akan menebar pemasangan spanduk peringatan 100 meter sebelum lintasan yang tak berpalang pintu untuk membangun tingkat kewaspadaan pengguna jalan.
“Dipastikan H-7 lebaran titik perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang dilewati jalur alternative akan dijaga petugas Linmas. Hasil pengamatan di lapangan tercatat ada 25 titik perlintasan tanpa palang pintu yang dipastikan akan dilewati pemudik sebagai jalur alternatif,” tegasnya, kepada srtegal.com, beluk lama ini.
Pihaknya tidak memungkiri, minimnya anggaran yang diterima Dishubkominfo membuat rencana pengadaan palang pintu di lintasan kereta tak berpalang terkendala. Dari kalkulasi menyeluruh saat ini ada sekitar 84 lintasan tak berpalang pintuyang suatu saat bisa membahayakan setiap pengendara bila tidak waspada melintasi kereta tersebut. Jumlah itu termasuk lintasan kereta api yang berada di jalur tikus.
“Jumlah total lintasan tak berpalang pintu kita prioritaskan 25 lintasan untuk dijaga anggota Linmas selama musim mudik di tahun ini. Khususnya di jalur double track yang banyak terdapat di jalur pantura,” cetusnya.
Dia mengakui, untuk jalur selatan relative aman, namun meski dilewati kereta api dalam skala kecil, justru di sana paling banyak terjadi insiden kecelakaan. “Ini karena warga atau pengendara yang melintas di situ mengira kondisi jalan sepi dan tak menduga aka nada kereta yang melintas. Upaya yang bisa kita lakukan saat ini hanya sebatas pemasangan lampu kedip dan lampu peringatan di sana,” ujarnya.
Keduanya mengakui, pemasangan lampu kedip sekaligus papan peringatan di lintasan tak berpalang sempat dilakukan di tiga titik. Ketiga titik tersebut masing-masing di Desa Pesarean, Kebasen, dan Babakan.
“Kami menyadari dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk menyediakan palang pintu di lintasan itu, juga menyangkut biaya untuk penjaga pintu. Di mana kabupaten memiliki kawasan yang luas, sehingga alokasi untuk pengadaan harus menunggu keluasan anggaran yang ada,” pungkasnya. hdb®
Share this article :