Home » » Mini Market dan Pasar Modern Menjamur

Mini Market dan Pasar Modern Menjamur

Written By suara rakyat on Wednesday, July 31, 2013 | 9:52 PM

Brebes, (srtegal.com) - Kabupaten Brebes merupakan bidikan pangsa pasar yang potensial bagi para pengusaha minimarket atau pasar modern. Tak heran jika keberadaan minimarket dan pasar modern kini menjamur dan jumlahnya terus meningkat hingga puluhan lokasi, bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa sekalipun.
Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Pemkab Brebes melalui Kasi Pemrosesan, M Sodiq menyatakan, dari mulai berdirinya pasar modern dan minimarket terdapat ada 63 lokasi. Menurutnya, hingga saat ini, yang terdiri Alfamart ada sekitar 36 dan Indomaret sebanyak 27 lokasi, yang tersebar diberbagai tempat di Kabupaten Brebes. Sejak ada Perbup yang mengatur proses perizinan berdirinya minimarket semakin ketat dan prosedural.
Pendirian minimarket itu sekarang diatur oleh Perbup Nomor 031 tahun 2012 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar  Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
Aturan tersebut salahsatunya mengatur kewajiban pengusaha yang hanya diperbolehkan mendirikan minimarket minimal radius 500 meter dari pasar tradisional,juga 500 meter dari pedagang kelontong, kecuali diizinkan pemilik kelontong, serta memperhatikan kondisi jalan dan kepentingan lingkungan.
“Di sini Perbup hanya mengatur teknis administratif dan sanksinya juga administrasi. Kalau dilihat, memang tidak sekuat Perda. Di sini Perda sifatnya memaksa dan bisa memuat sanksi pidana juga,” ujarnya, kemarin.
Menurut dia, DPRD Kabupaten Brebes menganggap kalau keberadaan Perbup dirasakan belum maksimal. Rencana waktu dekat ini DPRD segera membahas pembentukan aturan yang lebih tegas melalui usulan Raperda inisiatif tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern di Kabupaten Brebes.
“Jika tidak segera diatur dengan baik, tambah dia, maka jumlahnya akan makin banyak di desa-desa dan akan merugikan pedagang kecil dan perekonomian mikro warga,” ujarnya.
Menurut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Brebes, Abdullah Syafaat ST mengatakan, melihat kondisi seperti sekarang ini, pihaknya telah mempersiapkan draft usulan Raperda Inisiatif tentang pengaturan minimarket.
Tujuan dari keberadaan Raperda yang mengatur tentang minimarket dan toko modern, diharapkan dapat mengatur minimarket yang sudah mengancam keberadaan pedagang kecil dan ekonomi kerakyatan. Dalam hal ini, supaya permasyarakatan tidak terganggu dan justru bisa diuntungkan. “Perda ini dibuat nantinya bukan semata menghalangi investor masuk ke daerah, melainkan menata agar tidak berbenturan dengan kepentingan masyarakat  lebih luas,” pungkasnya. tio®
Share this article :