Home » » BPBD Minta Damkar di Wilayah Selatan Diadakan

BPBD Minta Damkar di Wilayah Selatan Diadakan

Written By suara rakyat on Saturday, August 3, 2013 | 1:44 AM

Slawi, (srtegal.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal mendesak Pemerintah Kabupaten supaya ada cabang mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) di wilayah selatan. Sebab, belakangan ini kerap terjadi insiden kecelakaan di sana. Seperti data yang ada, dalam kurun waktu enam bulan terakhir, sedikitnya terjadi empat kali kebakaran di daerah selatan yag meliputi Kecamatan Bojong dan Bumijawa.
Pada akhir 2012, terjadi dua kali kebakaran di daerah pucangluwuk dan Desa Suniarsih, Kecamatan Bonong dan Bumijawa. (Tiga rumah terbakar, dua korban luka bakar sedang). Sedangkan pada Januari dan Mei terjadi bencana serupa di Desa Batumirah dan Desa Muncanglarang Kecamatan Bumijawa (dua rumah terbakar). Musibah terbaru, seperti beberapa waktu lalu, yang terjadi di Desa Kajenengan Kecamatan Bojong, dengan lima rumah warga dilahap si jago merah.

Kepala BPBD Kabupaten Tegal, Drs Tedjo Kisworo menjelaskan, faktor jarak antara pusat mobil pemadam kebakaran DPU di Kota Slawi, dengan lokasi kejadian yang rata-rata berada di lereng Gungng Slamet, kerap kali menyebabkan penanganan musibah tersebut lambat.

Dia tidak menampik, jarak antara Slawi dengan lokasi kejadian sangat jauh. Yakni mencapai lebih dari satu jam.

“Karena itu kami berharap, ada cabang Damkar di wilayah bagian selatan yang meliputi Kecamatan Bojong, Bumijawa dan Balapulang atas,” ujarnya, kemarin.

Menuurut dia, cabang Damkar untuk wilayah pantura sedah ada dan efektiif untuk penanggulangan kebakaran di sana. Dia berharap, wilayah selatan juga menjadi prioritas berikutnya dari Pemkab Tegal, dalam hal ini adalah DPU.

Sebelumnya ia mengemukakan, penyebab kebakaran yang terjadi di wilayah selatan, didominasi dari hubungan pendek arus atau korsleting. Itu dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan warga dalam pemasangan instalasi listrik. Untuk itulah dia akan memberikan pelatihan khusus penanganan kebakaran. Selain petugas pemadam kebakaran, pihaknya juga akan mendatangkan pemateri dari Bidang Cipta Karya DPU yang mengetahui seluk beluk pemasangan instalasi listrik.

“Warga di sana banyak yang kurang tahu cara pemasangan instalasi listrik, sehingga kerap terjadi korsleting yang memicu kebakaran,” pungkasnya. hdb®.
Share this article :