Home » » 160 Desa Serempak Laksanakan Pilkades

160 Desa Serempak Laksanakan Pilkades

Written By suara rakyat on Wednesday, September 25, 2013 | 7:46 PM

Batang, (srtegal.com) - Sebanyak 160 desa yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Batang telah melaksanakan pemilihan kepala desa. Tak dipungkiri banyaknya persoalan yang muncul di masing-masing desa sebelum dilakukannya pemilihan hingga pelaksanaan pilkades selesai.  Seperti halnya, anggaran terlalu besar, kecurangan , ijasah calon yang diduga palsu dan persoalan keamanan desa. Namun pelaksanaan pilkades yang dilakukan secara serentak pada 8 September 2013 lalu, dapat berjalan lancar dan kondusif.
Kabag Pemerintahan Desa Setda Batang, Drs Andi santoso MM yang juga merupakan ketua tim pengawas pilkades tingkat kabupaten mengatakan, pemerintah daerah menjadi pengawas yang baik dan profesiaonal serta mengacu pada aturan yang ada dalam menyelesaikan masalah.
Pemerintah daerah, lanjut dia, memberikan kebijakan dalam aturan yang harus dilaksanakan oleh panitia dan memberikan bantuan dana kepada desa yang bisa digunakan untuk pelaksanaan pilkades yang jumlahnya sama dan proposional sesuai jumlah pemilih.
“Ada dua pos anggaran yang seluruh bantuan yang diberikan nilainya 2,15 miliar, kami harap pilkades dapat meghasilkan pemimpin yan baik untuk membangun desa,” ungkapnya, kepada SR belum lama ini.
Pilkades yang dilaksanakan di 160 desa ternyata diikuti calon lebih dari satu, sedangkan 22 desa dengan calon tunggal, seperti Desa Tombo Kecamatan Bandar dan Desa Cablikan Kecamatan Reban yang menang tong atau kotak, sehingga harus diulang.
Sedangkan beberapa kades yang baik dengan warganya dan rekan media banyak yang menang atau jadi. Seperti Kades Bandar Muh Jafar,  Kades Wonokerto Suhadi, Kades Wonomerto Bakhir Kecamatan Bandar, Kades Keteleng wahyudi, Kades Cokro Rozikin, Kecamatan Blado dan lainnya.
Pelaksanaan pilkades tahap satu juga ada dua desa yang calonnya lebih dari 5, sehingga harus tes dan calon yang nilainya ring terakhir, seperti 6 kades harus gugur, yaitu Desa Beji Kecamatan Tulis dan Desa Sangubanyu Kecamatan Bawang. Seperti di Desa Beji sempat ada kekisruhan atas tuntutan meminta diundur pelaksanaan pilkades, namun tetap dilaksanakan, hingga muncul pemenang dan suasana tetap kondusif .edi®
Share this article :