Home » » Ditemukannya Sumber Mata Air Warga Kecamatan Pulosari Tak Khawatir Kurangan Air Bersih

Ditemukannya Sumber Mata Air Warga Kecamatan Pulosari Tak Khawatir Kurangan Air Bersih

Written By suara rakyat on Wednesday, September 25, 2013 | 8:28 PM



Pemalang, (srtegal.com) - Sumber mata air baru yang dapat mengatasi kekeringan dan kesulitan air bersih yang saat ini sedang melanda wilayah Kecamatan Pulosari, Pemalang ditemukan warga. Denagan adanya temuan tersebut tahun 2014 sudah tidak akan kesulitan, ketika musim kemarau untuk mendapatkan air bersih.
Camat Pulosari, Drs Bagus Priyanto Mukti Wibowo, mengungkapkan, sumber mata air baru itu telah dicek bersama-sama oleh warga dan muspika. Kemudian telah diusulkan dalam musyawarah rencana pembangunan kecamatan (musrencam). Hasil dari musrencam itu sumber mata air akan dimanfaatkan dengan anggaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) tahun 2014 sebesar sekitar Rp 6 miliar.
Sumber air yang ditemulkan itu terletak di Jurang Mangu yang lokasinya berjarak sekitar 3 km dari desa, yang mampu mengaliri sekita 12 desa. Karena atusiasnya masyarakat khususnya di kecamatan tersebut, ingin terhindar dari musibah kekeringan, dan masyarakat mengidamkan air bersih yang mudah didapat. Sehingga masyarakat di kecamatan tersebut mau berswadaya untuk membangun jalan, agar pengangkut material lebih mudah, karena perjalanan menuju ke sumber air memerlukan perjalanan sekitar 6 jam.
“Jika sumber itu bisa dimanfaatkan maka kesulitan air bersih pada musim kemarau di Pulosari akan bisa teratasi. Insya Allah pada 2014 tidak ada lagi warga yang kesulitan air bersih,” ujarnya, kepada SR belum lama ini.
Menurutnya, sekarang kesulitan air bersih diatasi kecamatan dengan memberikan bantuan air bersih kepada warga secara bergiliran lima hari sekali. Bantuan tersebut tidak bisa mencukupi keseluruhan kebutuhan air bagi penduduk di 12 desa di Pulosari. Namun jika sumber mata air tersebut difungsikan tidak akan ada lagi kesulitan air.
Sumber mata air yang dimaksud berada di Desa Jurangmangu, berada pada medan yang sulit ditempuh. Selama ini belum pernah dimanfaatkan oleh warga, karena medan yang sulit. Warga lebih senang mengambil air di Karangsari. Padahal sumber air di Jurangmangu itu memiliki debit yang lebih besar, mencapai 7 liter per detik.
 Sebanyak 8 desa dari 12 desa yang ada di Kecamatan Pulosari sejak Juni lalu mengalami kesulitan air bersih. Setiap hari bantuan air dikirim ke 8 desa itu dengan dua truk tangki kapasitas 5.000 liter. Namun karena terbatasnya armada tidak bisa menjangkau ke seluruh titik setiap harinya.
Penduduk setempat Karniti (40) menuturkan, keinginan warga bisa mendapatkan air setiap hari. Namun karena tidak bisa terpaksa membeli dari pedagang dengan harga Rp 4.000/pikul/60 liter. Itupun hanya bisa digunakan untuk memasak, minum dan mandi sekali.
Sementara Kepala Desa Siremeng, Kecamatan Pulosari, Solichin mengatakan, warga di wilayah desanya juga mengalami hal serupa. Dalam musim kemarau yang berlangsung selama 6 bulan untuk membeli air warga mengeluarkan dana setara dengan dua ekor kambing.her®
Share this article :