Home » , » Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Tegal Terpilih, Diwarnai Demo

Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Tegal Terpilih, Diwarnai Demo

Written By suara rakyat on Monday, March 24, 2014 | 1:29 AM

Tegal, (srtegal.com) – Ratusan massa gabungan pengunjukrasa telah berkumpul dan bergerak dari gerbang Pantai Alam Indah (PAI) Tegal menuju Balai Kota Tegal untuk menyampaikan aspirasinya supaya didengar dan dijalankan.
Gabungan massa yang terdiri dari KAMMI, HMI Cabang Kota Tegal, GMNI Tegal, BEM Politeknik Harber, BEM STIMIK AKI, LSM Kepret, LSM Amuk, LSM  Humanis, LSM Limas dan Satma PP, ingin menyampaikan 4 point aspirasi. Pertama, soal perilaku tim sukses pasangan Sitha-Nursholeh, yang dinilai melecehkan martabat masyarakat Kota Tegal.
Ketua LSM NGO Humanis Kota Tegal, Agus Slamet menyampaikan aspirasinya bahwa “Tim sukses Sitha-Nursholeh telah mengintervensi birokrasi Pemkot Tegal dalam penentuan undangan tamu pelantikan. Karena tim sukses sebelum dilakukannya pelantikan meminta undangan sebanyak 2000 orang. Ini merupakan tindakan yang sangat tidak logis dan tidak beretika,” ujarnya, Minggu (23/3) kemarin.
 Selain itu, tim sukses Sitha-Nursoleh, yang mengumpulkan pejabat birokrasi Kota Tegal di Rumah Makan Nusa Bahari saat belum dilakukan pelantikan. “Kita mencurigai adanya upaya Amir Mirza untuk menggiring opini. Apalagi dia juga caleg DPR RI,” katanya.
Dia juga menyoal, posko pemenangan Sitha-Nursoleh yang digunakan untuk berjudi, kita menuntut untuk tindakan perjudian mendapat sanksi dari pihak yang berwajib, juga tindakan tegas dari KPU dan Panwaslu. Tambahnya.
Dan yang ke empat, “kita akan menuntut Partai Golkar mencabut dukungan kepada Siti Masitha. Karena sudah berupaya untuk menjalankan pemerintahan yang tidak bersih, dan sangat sarat KKN.
Para pengunjuk rasa mengancam akan berdemo kembali bahkan dengan masa yang lebih besar lagi, jika empat point aspirasi/permintaan yang telah disampaikan saat dilakukan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal yang baru tidak dipenuhi, Minggu (23/3) kemarin.
Sementara Wali Kota Tegal baru, Siti Masitha ketika dikonfirmasi untuk menanggapi pengunjuk rasa, usai dilantik, menurutnya, berunjuk rasa itu sah-sah saja. Yang penting tidak sampai anarkis. Dan adanya unjuk rasa seperti itu, mungkin bentuk penyampaian aspirasi dan bentuknya bukan destruktif dan tidak adanya indikasi untuk mendiskreditkan.
“Bagaimanapun saya baru saja dilantik dan baru akan bekerja, pasti ada saja bentuk forum untuk bermusyawarah dan berdialog dan berkomunikasi. Dan jika memang ada kesempatan untuk bertemu dan berdialog saya akan menemuinya dalam bentuk komunikasi,” ujarnya.  
Dia mengatakan, belum tahu persis bentuk tuntutan mereka yang melakukan unjuk rasa, itu karena belum adanya laporan yang masuk ke pihaknya. “Saya belum dapat masukan, tapi nanti kita akan cari titik temu dari pada penyampaian aspirasi tersebut,” ungkapnya. Tio(R)

Share this article :