Home » » Oleh : Cahyo Nugroho Krisis Kepercayaan Narasumber, Miris Sang Idealist

Oleh : Cahyo Nugroho Krisis Kepercayaan Narasumber, Miris Sang Idealist

Written By suara rakyat on Sunday, May 3, 2015 | 2:40 PM


Media merupakan corong bagi pemerintah maupun masyarakat dalam menyampaikan pesan dan berinteraksi serta mendapatkan informasi. Dewasa ini perkembangan media sangat pesat seiring perkembangan dunia internet yang saat ini sedang digandrungi seperti media sosial atau dunia maya.
Pertumbuhannya bak tanaman jamur yang sedang  panen, bahkan jumlahnya saat ini bisa ratusan media online dan cetak. Tak hanya itu saja, kemudahan memperoleh Id Card pun tak sesulit dibandingkan beberapa tahun silam. Dahulu tak ada orang yang mau dan mempunyai cita-cita menjadi pekerja profesi seperti Jurnalis. Namun saat sekarang justru sebaliknya, tak hanya di kota bahkan di desa pekerja profesi tersebut bertaburan. Celana jeans, kaos oblong serta jaket menutupi tubuh dengan lengan tergantung tas kecil berisi surat sakti menjadi ciri khas utama.
Krisis narasumber menjadi dilema, intimidasi, dan interogasi. Terkadang diiringi kepentingan pribadi sudah menjadi Triki. Apabila kondisi seperti ini dibiarkan dan tanpa peraturan yang dapat membuat kejelasan, maka krisis kepercayaan narasumber kelak akan menjadi polemik tersendiri. Kepedulian lembaga atau badan untuk menetralkan kondisi seperti ini sangat dibutuhkan.
Dapat kita bayangkan jika saja kondisi seperti ini dibiarkan bagaikan air mengalir, maka citra sebuah profesi akan menjadi buruk dan merugikan orang banyak, serta runtuhnya kewibawaan sebuah profesi. Mngubah sebuah kondisi kembali ke arah semula memang tak semudah membalikkan telapak tangan tetapi dibutuhkan proses yang panjang, keterlibatan lembaga dan badan atau pun yayasan yang terkait profesi tersebut sangat dibutuhkan, sehingga Media sebagai corong penyampaian pesan serta informasi dapat bermanfaat bagi masyarakat maupun pemerintah.
Polemik dan kondisi seperti ini perlahan mulai timbul. Kemitraan, kewibawaan serta citra yang disandang dianggap remeh akibat ulah segelintir manusia yang mengutamakan kepentingan pribadi dalam sebuah profesi.(*)
Share this article :