Home » , » Selama 7 Bulan Jenazah Terkatung Di Luar Negeri

Selama 7 Bulan Jenazah Terkatung Di Luar Negeri

Written By suara rakyat on Saturday, May 23, 2015 | 2:49 AM


Brebes,(srtegal.com) - Sebutan pahlawan devisa yang di sematkan pada para pencari kerja di luar negeri, sepertinya belum mendapatkan perlindungan yang layak bagi mereka, banyaknya persoalan yang di hadapi dalam mencari penghidupan di negeri orang,  dari adat budaya, lingkungan serta bahasa yang berbeda, lebih lagi mana kala  tersandung masalah, hak yang seharusnya diterima belum di anggap layak.
Kali ini menimpa buruh migran asal desa Cihaur kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Dirinya yang bekerja sebagai buruh migran di Timur Tengah, dalam masa kerjanya mengalami kehamilan,  dalam masa persalinan dirinya meninggal dunia tetapi bayi yang di kandungnya selamat.
Persoalanya ketika keluarga yang ada di Indonesia menghendaki jenazahnya untuk dibawa pulang ke Indonesia, pengerah tenaga kerja TKI tidak ikut bertanggung jawab dan terkesan membiarkan.
 ”hampir 7 bulan keluarga saat ini menunggu jenazahnya bisa kembali ke Indonesia” Tutur Drs.H.Mukson, MM. Ketua DPD Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya [ASTAKARI] Wilayah Jawa Tengah. Belum lama ini.
“Melalui ASTAKIRA kami berusaha untuk memberikan bantuan pengurusan pemulangan jenazah, saat ini anak yang dilahirkan sudah bisa di bawa ke Indonesia dan mudah-mudahan dalam waktu dekat jenazah buruh migran tersebut bisa cepat di pulangkan” tambahnya. 
Drs.Mukson, menilai bahwa menurutnya para pencari kerja di luar negeri [TKI] sangat membutuhkan perlindungan, banyaknya TKI yang berhasil,  juga tidak jarang TKI yang bermasalah, semestinya pemerintah dan semua yang terkait punya tekad yang kuat dalam memberikan perlindungan bagi warganya.
Adanya peraturan satu pintu dan dengan sistem online dalam pemberkasan di harap mampu meminimalisir persoalan yang di hadapi buruh migran selama ini, Mukson berharap TKI yang dikirim ke luar negeri lebih  di prioritaskan pada skil atau, ketrampilan, serta bidang tertentu bukan pada sektor rumah tangga yang tentunya bisa membawa dampak yang lebih baik. 
”berikanlah pendidikan ketrampilan sebelum di kirim ke luar negri dan tempatkanlah pada sektor-sektor industri, peluang pada bidang ketrampilan masih banyak” Tegasnya.
Mukson juga mendukung langkah Pemerintah yang telah melakukan Moratorium ke negara-negara di Timur Tengah, langkah pemerintah di harapkan dapat melindungi warga negaranya yang mencari penghidupan di negara asing. Tio(R)

Share this article :