Home » , » Waduk Penjalin Paguyangan, Potensi Perekonomian

Waduk Penjalin Paguyangan, Potensi Perekonomian

Written By suara rakyat on Thursday, June 25, 2015 | 3:06 AM

Paguyangan, (srtegal.com) - Kabupaten brebes selain memiliki daya tarik wisata panorama alam juga wisata air, kebanggaan masyarakat Brebes bagian selatan memiliki waduk penjalin Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan juga memiliki potensi lain yang dapat menjadi lahan sumber penghasilan tambahan bagi warga sekitarnya.
Lahan seluas 125 hektar terletak di tengah-tengah Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan bernama Waduk Penjalin, waduk buatan yang manjadi habitat bagi jutaan ikan. Berbagai jenis ikan diketahui menjadi penghuni waduk yang ada di bagian paling selatan Kabupaten Brebes ini, seperti mujair, patin dan yang paling terkenal adalah ikan betutu., yang dijadikan sasaran bagi para pemancing maupun pencari ikan sebagai tambahan mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup   selain itu waduk penjalin memiliki panortama wisata air yang terbentang indah dan tidak kalah dengan keindahan wisata waduk malahayu yang berada di Kecamatan Banjarharjo Brebes, namun ironisnya Pemkab Brebes hingga sekarang waduk tersebut belum tersentuh sebagai lokasi waduk yang dijadikan lokasi wisata yang akan mendatangkan  PAD.
Namun dalam perkembangannya saat ini, potensi yang dimilik waduk Penjalin bertambah dengan adanya habitat lain berupa udang air tawar. Jenis udang yang disebut warga udang lokal ini, banyak di temukan di daerah tepian waduk. Meskipun ukurannya lebih kecil dibanding dengan udang jenis windu, namun rasanya tidak kalah gurih dan nikmat saat disantap.
"Kami biasa mencari dengan cara menjaring di sekitar tepian waduk. Saat musim penghujan, debit air meningkat dan udang banyak," kata Warniti (35) pencari udang asal yang tinggal disekitar waduk tersebut. Udang yang berhasil di kumpulkan selanjutnya oleh para pencari di jual langsung kepada pedagang pasar maupun warung makan.
"Sekarang harganya Rp 20.000 per kilogram, dalam sehari kita bisa kumpulkan 2 hingga 3 kilogram," ungkapnya saat berbincang dengan wartawan suararakyattegal.com belum lama ini.
Menjelang sore hari kata dia, merupakan waktu yang tepat untuk menjaring udang. Sebab saat-saat seperti itu  udang lebih sering berada di tepian waduk.
"Kebetulan kerjaan seperti ini saya lakukan sebagai sambilan, dengan harapan bisa menjadi tambahan bagi kebutuhan ekonomi,untuk keluarga" Tambah Warniti.
Dia sangat bersyukur dengan banyaknya potensi yang ada di waduk penjalin, kondisi ini menumbuhkan kesadaran untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan di sekitar waduk.
"Hal mudah yang bisa dilakukan seperti dengan tidak membuang sampah kedalam waduk, khususnya bagi kami yang bermukim di sekitar waduk," Himbaurnya. Imam (R)

Share this article :