Home » » Peran Penting Ulama Dalam Ciptakan Kondusifitas Daerah

Peran Penting Ulama Dalam Ciptakan Kondusifitas Daerah

Written By suara rakyat on Wednesday, July 8, 2015 | 2:14 AM

Brebes, (suararakyattegal.com) - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengaku andil ulama sangat penting dalam menciptakan kondusifitas  daerah. Terbukti berbagai kejadian tawuran warga, dapat dilerai dan disatukan kembali oleh ulama-ulama desa setempat. Sehingga dengan kenyamanan dan keamanan lingkungan, pembangunan daerah bisa berjalan dengan sukses.
Demikian disampaikan Bupati saat sambutan Silaturahmi Jelajah Desa Hebat (Sajadah) 1436 Hijriyah di Masjid Nurul Hidayah Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Belum lama ini
Nasihat ulama, lanjutnya, lebih dipatuhi dalam rangka penyadaran kerukuranan dan pembangunan daerah. Tanpa peran ulama, program-program pembangunan sulit untuk bisa disosialisasikan ke daerah. Apalagi, Kabupaten Brebes memiliki wilayah yang sangat luas dan penduduk yang sangat banyak. “Ketika terjadi kesalahpahaman, ulama bisa ambil sikap mencari jalan terbaik untuk kepentingan mereka yang tengah dilanda pertikaian dengan nasehat-nasehat yang menyejukan,” ungkapnya. 
Demikian juga dengan penyampaian informasi program enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes, ulama bisa menjelaskan secara detail antara kendala dan kendali yang harus di sikapi bersama. 
Kegiatan safari ‘Sajadah’ yang digelar Bupati Brebes bersama wakil bupati dan Forkompinda serta pejabat lainya mengunjungi desa-desa hebat. Seperti yang terlihat di Masjid Nurul Hidayah, Bupati beserta rombongan sampai di lokasi jam 16.00 WIB. Sambil menunggu buka puasa, Bupati membuka acara pasar Ramadhan di halaman masjid. Juga membagi zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes.
Camat Songgom Gunarto menjelaskan, pasar Ramadhan diperuntukan bagi kaum dhuafa masyarakat Karangsembung dan sekitarnya. Sebanyak 175 paket sembako yang dijajakan di pasar Ramadhan, ludes terjual. Satu paket sembako seharga Rp 80 ribu di jual panitia hanya Rp 40 ribu. Paket sembako terdiri dari beras, gula, mie instans, minyak goring dan teh.
 “Walau sembako ini senilai Rp 80 ribu, tetapi kami jual Rp 40 ribu. Kekurangannya didanai dari pemerintah kabupaten,” terang Gunarto. 
Dalam kesempatan tersebut juga dibagi Zakat yang bersumber dari Baznas Brebes. Zakat dibagi kepada 200 orang fakir miskin di Kecamatan Songgom. 
Safari ‘Sajadah’ diisi juga dengan buka puasa bersama, sholat maghrib, isya dan dilanjut sholat taraweh berjamaah. Dalam ceramah agama, ulama setempat Mujibul Ghufron antara lain menjelaskan pentingnya menumbuhkan kasih sayang kepada sesama manusia dan seluruh mahluk di muka bumi.
Hidup mengasihi kepada mahluk lain menurut Mujibul Ghufron bisa menjadi jalan ke surga.  Termasuk pemimpin yang menyayangi rakyatnya, orang kaya yang mengasihi orang miskin, juga guru ngaji yang membuktikan kasih sayangnya kepada generasi penerus. Tio(R)

Share this article :