Home » , » 126 Narapidana Kota Tegal Dapat Remisi HUT RI dan Dasa Warsa

126 Narapidana Kota Tegal Dapat Remisi HUT RI dan Dasa Warsa

Written By suara rakyat on Monday, August 17, 2015 | 9:12 PM

Tegal, (suararakyattegal.com) - Satu orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II b Kota Tegal dinyatakan langsung bebas setelah mendapat remisi pada Peringatan HUT Ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI dan Remisi Dasa Warsa.
Hal tersebut sesuai Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) tentang pemberian Remisi Umum 17 Agustus 2015 yang dibacakan oleh Petugas Lapas Kelas II b Kota Tegal pada Upacara Penyerahan Remisi Umum kepada narapidana pada acara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 oleh Walikota Tegal di LAPAS Kota Tegal, Senin (17/8).
Kepala LAPAS Kelas II B Kota Tegal, Subintoro, Bc.IP SH menyebut jumlah nara pidana yang diusulkan remisi dan di setujui seluruhnya 126 orang. Dengan rincian remisi keputusan wilayah untuk Remisi Umum I sebanyak 90 orang dan remisi umum II sebanyak 7 orang. “Dari 7 orang sebanyak 5 orang telah bebas Cuti Bersyarat pada tanggal 3 Juni 2015, 1 orang Langsung Bebas dan 1 orang tidak bebas langsung karena harus menjalani subsider,” jelas Subintoro.

Sementara remisi keputusan pusat untuk remisi keputusan Umum I 27 orang dan remisi Umum II 2 orang yang tidak bisa bebas langsung karena menjalani subsider.
Warga binaan Lapas Kelas IIB Kota Tegal sebanyak 171 orang, dengan rincian tahanan laki-laki 45 orang perempuan 5 orang dan napi laki-laki 114 orang dan perempauan 7 orang. Kasus yang menonjol khususnya di Lapas kelas II B Tegal adalah kasus Narkoba yaitu sebanyak 58 orang, dari 171 orang atau sekitar 34 persen dari jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dan hal ini hampir merata di semua Lapas dan Rutan yang ada.
“Remisi keputusan pusat adalah bagi nara pidana yang remisinya diatur secara khusus sesuai dengan KEPRES No. 99 Tahun 2012 pasal 34.A yaitu khusus tindak pidana terorisme, narkoba, psikotropika, korupsi kejahatan terhadap keamanan negara, pelanggaran HAM berat, terhadap tindak pidana ini ada persyaratan-persyaratan khusus yang harus dipenuhi dan keputusannya adalah wewenang Menteri Hukum dan HAM RI,” jelasnya.
Subintoro juga menginformasikan bahwa pada pemberian Remisi HUT Kemerdekaan RI ke-70 tanggal 17 Agustus 2015 juga bertepatan dengan tahun Dasa Warsa. “Oleh karena itu pada tahun ini WBP disamping mendapatkan remisi umum 17 Agustus 2015 juga mendapatkan Remisi Dasa Warsa. Dengan keputusan Menteri Hukum dan HAM tertanggal 31 Maret 2015 No. M.HH-21.PK.01.01.02 Tahuun 2015 tentang Penetapan Pengurangan Hukuman Secara Khusus pada Peringatan 70 Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,” tutur Subintoro.
Disebutkannya, adapun besarnya revisi dasa warsa adalah 1/12 dari masa pidananya atau maksimum 3 bulan. Diberikan kepada seluruh nara pidana yang pada tanggal 17 Agustus 2015 telah mempunyai kekuatan hukum tetap, kecuali untuk narapidana hukuman mati, seumur hidup dan yang melarikan diri.
Usai memberikan keputusan remisi kepada dua orang perwakilan narapidana, Walikota membacakan pidato Menteri Hukum dan HAM RI.
Dikatakan Walikota, diharapkan napi untuk dapat mempercepat proses memperoleh remisi, karena sebagai anggota masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memberikan pemgabdiannya di tengah-tengah masyarakat. “Itu yang menjadi motivasi bagi napi yang lain,” ungap Walikota.
Disinggung mengenai perkembangan LAPAS, Walikota mengatakan dibawah pimpinan Susbintoro telah sangat baik perkembangannya.
 “Bagus sekali. Banyak kemanjuan dan saya puas,” ungkap Walikota.
Dalam kesempatan itu Walikota, Wakil Walikota dan Forkopinda dan Kepala SKPD di lingkungan pemerintah Kota Tegal juga menyumbangkan suara emasnya untuk menghibur para napi.
Kemudian Walikota dan rombongan melihat-lihat pameran produk hasil kreasi para narapidana berupa kurungan burung, gitar dan batu akik. Tio(R)

Share this article :