Home » , » Puluhan Hektar Tanaman Padi Gagal Panen

Puluhan Hektar Tanaman Padi Gagal Panen

Written By suara rakyat on Saturday, August 1, 2015 | 5:46 PM

Paguyangan, (suararakyattegal.com) - Dimusim kemarau saat ini puluhan hektar padi di desa Taraban Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes hampir tiap tahunnya mengalami gagal panen (puso), pasalnya lahan pertanian tersebut  sulit mendapatkan air dimusim kemarau seperti ini, sehingga paska panen petani banyak mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah dan kehilangan modal untuk melanjutkan penanaman padi berikutnya. 
Menurut salahsatu petani yang gagal panen di Dukuh Teblok, Teguh (46) mengungkapkan, dirinya  berharap hasil mata pencaharian bagi keluarganya hanya mengandalkan  dari garapan lahan pertanian yang dimilikinya, namun hasil kerja kerasnya merasa gagal panen disaat musim kemarau diakibatkan kesulitan pasokan air dalam menggarap lahannya.
’’Hasil garapan saya yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan keluarga ternyata gagal panen, bahkan mengalami kehilangan  modal untuk garapan berikutnya” keluh Teguh.
Kepala Desa Taraban Imam Mahdi SH, mengakui petaninya mengeluh karena sering mengalami kegagalan panen pada tiap tahunnya, tepatnya ketika musim kemarau tiba yang berkepajangan, sekitar 40 hektar lebih Lahan pertanian tadah hujan di desa Taraban yang terletak dipedukuhan Teblok, Igirbatu, Karanganyar, Pengasinan dan Taraban hampir  tiap tahunnya seringkali kesulitan air  untuk mengairi sawahnya, sehingga tanaman padi yang sudah hampir siap panen mengalami kekeringan hingga puso, katanya saat ditemui diruang kerjanya. Belum lama ini
Lanjut Kades  mengatakan selama ini lahan pertanian mendapatkan pasokan irigasi dari Tuk Pucung yang berada di Desa Wanatirta itupun sangat minim karena mendapat jatah hanya mendapatkan pasokan air untuk lahan pertanian tadah hujan selama dua hari dalam sepekannya. Sehingga pihaknya dalam membantu mengatasi kekeringan para petani untuk mengolah lahannya pada paska tanam berikutnya, tidak akan ada lagi kegagalan panen.
 Pihaknya telah memerintahkan petugas P3A  setempat agar bisa berkordinasi dengan P3A Desa Wanatirta untuk mendapatkan pasokan air yang maksimal bagi petaninya, maka keluhan dan kesulitan para petani diwilayahnya diminta agar mendapat perhatian dari pihak Pemda Brebes dalam mensukseskan program ketahanan pangan, harapnya.
Sahudi selaku petugas P3A desa setempat mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak P3A Desa Wanatirta untuk memohon  mendapatkan pasokan air dari Tuk Pucung  dengan penambahan jatah agar dimusim tanam saat kemarah petani taraban tidak mengalami kesulitan air untuk menggarap lahan pertaniannya, ujarnya
Sementara Kepala UPTD PSDA Kecamatan Bumiayu Tasali mengakui lahan pertanian yang ada di desa Taraban  hampir ratusan hektar merupakan lahan tadah hujan, dan hampir  tiap tahun dimusim kemarau mengalami kesulitan air. Hal itu disebabkan karena sulit dan minimnya fasilitas saluran irigasi yang memadai bagi para petani dan bukan saja lahan pertanian yang kekeringan akan tetapi air bersihpun untuk dikonsumsi kebutuhan rumahtangga merekapun juga terancam kesulitan, sumur-sumur milik warga sudah mulai berkurang manakala kemarau saat ini berkepanjangan, ujarnya saat ditemui diruang kerjanya kemarin 
Lanjut dia untuk mengatasi kekeringan lahan pertaniann disaat musim kemarau saat ini  dan diharapkan desa tersebut harus bisa mendapat pasokan air dari desa lain yang berlebihan air.Imam (R)

Share this article :