Home » » Sosialisasi Bansos dan Hibah Kota Tegal Lewat Radio

Sosialisasi Bansos dan Hibah Kota Tegal Lewat Radio

Written By suara rakyat on Wednesday, August 12, 2015 | 1:24 AM

Tegal, (suararakyattegal.com) – Media merupakan alat penyambung lidah dari para penikmat dan juga sarana dalam penjelasan, baik berupa pemberitaan, pemberitahuan atau hiburan.  Dan lebih tepatnya media sebagai kontrol sosial. Apapun yang dinamakan media, baik itu media cetak, elektronik, On Line, yaitu sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, karena tanpa adanya media kita tidak akan tahu tentang suatu informasi disekitar kita dan diluar sana.

Seperti berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai bantuan sosial dan hibah, yang mendasari Pemerintah Kota Tegal itu disosialisasikan melalui berbagai media. Salah satunya melalui siaran di Radio Sebayu FM dengan acara Dialog Interaktif Walikota Menyapa pada Selasa (11/8) pagi.

Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno menjawab berbagai pertanyaan dari pendengar radio melalui SMS maupun telepon langsung ke Radio Sebayu. Walikota didiampingi Plt. Sekda Kota Tegal Dyah Kemala Sintha SH, Asisten II Setda Kota Tegal Drs R Supriyanta, Kepala Bappeda Kota Tegal Drs Imam Badarudin, Kepala Kantor Kesbangpolinmas Drs Soeripto, Kepala Dishubkominfo Kota Tegal Drs Johardi MM, Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Kota Tegal Drs Moch Ali Rosyidi M.Pd dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Tegal Dra Hendiati Bintang Takarini MM.

Disebutkan Walikota kegiatan sosialisasi Bansos dan hibah melalui radio agar masyarakat mengetahui tentang aturan hibah dan bansos saat ini. “Banyak sekali pertanyaan dari masyarakat terkait bansos dan hibah. Mudah-mudahan bisa menjadi sosialisasi yang efektif bagi masyarakat, bagaimanakah pengajuan terkait dengan bansos dan hibah yang benar sesuai dengan aturan,” ungkap Walikota.

Disebutkan Walikota, ada dasar hukum yang mengikat terkait pengelolaan bansos karena terkait uang negara. “Sehingga apabila mengikuti dasar hukum yang berlaku dan diajukan secara benar, lewat verifikasi yang benar, bukan mana yang mendapat prioritas mendapatkan bansos tetapi pengajuannya harus benar. 

Aturan harus dijalankan agar tidak keliru memberikan suatu bantuan sosial dan hibah. Sehingga tidak ada persepsi yang keliru dan sosialisasi ini menjadi suatu acuan bagaimana tata cara mengajukan proposal dalam pengajuan bansos dan hibah,” jelas Walikota. dian(R)

Share this article :