Pasar Wage Bumiayu Perlu Perhatian Pemda Brebes - suara rakyat
Home » , » Pasar Wage Bumiayu Perlu Perhatian Pemda Brebes

Pasar Wage Bumiayu Perlu Perhatian Pemda Brebes

Written By suara rakyat on Friday, September 18, 2015 | 1:54 AM

Bumiayu, (suararakyattegal.com) -  Satu-satunya sentra perdagangan hewan di wilayah selatan Kabupaten Brebes, keberadaan Pasar Wage yang hanya buka setiap tibanya hari pasaran wage saja, telah  di kenal hingga luar wilayah Brebes. Pasar Wage di Bumiayu merupakan aset daerah yang perlu diperhatikan Pemda Brebes.
Hal itu terlihat meski Idul Adha 2015 baru akan berlangsung kurang dari  satu minggu kedepan, namun geliat transaksi perdagangan jual beli hewan qurban di pasar tersebut sudah dirasakan ramai terlihat pada pasaran wage, kamis 17/9. 
Kondisi tersebut bisa di ketahui dengan berdatangannya para juragan dari sejumlah wilayah seperti Banyumas, Cirebon, Tasik, Karawang maupun Jakarta, untuk transaksi kulakan hewan kurban baik jenis kambing maupun sapi.
Menyikapi hal tesebut, petugas peternakan di Pos Pemantau Hewan Ternak pasar hewan Bumiayu semakin  terlihat meningkatkan intensitas pengawasannya. Koordinator petugas peternakan Agus Topan mengatakan, langkah tersebut dilakukan seiring dengan semakin meningkatnya aktifitas lalulintas perdagangan ternak menjelang datangnya Idul Adha.
"Di Pos pemantau ini kita senantiasa melakukan pengawasan kesehatan hewan. Seperti untuk hewan yang akan dikirim keluar daerah, kita cek kesehatan dengan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) termasuk jumlah yang akan di kirim," jelasnya.
Dikatakan Agus, kondisi cuaca kemarau disertai angin yang cukup kencang, kerap menimbulkan kerawanan serangan penyakit terhadap hewan ternak seperti Bovine Ephemeral Fever (BEF).
"BEF atau yang lazim di sebut demam tiga hari dan penyakit mata, kerap menyerang ternak sapi atau kambing yang dipicu akibat kondisi cuaca seperti sekarang ini. Untuk itu kita lakukan penanganan dengan memberikan vitamin maupun salep bagi ternak yang terserang penyakit mata," jelasnya.
Kepala Pasar Wage, Sukarno mengatakan mulai meningkatnya aktifitas perdagangan, juga disertai kenaikan harga hewan ternak kurban dibanding hari pasaran wage sebelumnya. Namun kenaikan harga menjelang idul adha tidak terlalu signifikan wajar saja kenaikan harga dipicu stok hewan  berkurang pembeli melonjak untuk kebutuhan qurban Seperti untuk jenis sapi dengan berat hidup 300 kilogram yang sebelumnya seharga Rp 10 juta hingga Rp 14 juta kemarin naik menjadi Rp 13 juta hingga 16 juta.
Kondisi yang sama juga berlaku pada hewan kurban jenis kambing gembel, dimana sebelumnya di jual seharga Rp 1,5 juta hingga Rp 2juta kemarin naik menjadi Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. Sedangkan kambing jenis jawa di jual mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta lebih tergantung kondisi hewannya, ujarnya saat ditemui dipos retribusi kamis siang 17/9 kemarin
Sejumlah pedagang mengaku jika pasar hewan Bumiayu menjadi rujukan perdagangan hewan dari sejumlah daerah utamanya menjelang datangnya Idul Adha. Namun demikian para pedagang mengaku cukup menyayangkan dengan masih belum tertatanya fasilitas yang ada di dalam pasar. padahal pihak pemerintah telah melanjutkan pembanguna fasilitas sarana dan kelembagaan pasar ternak  senilai Rp 364, 605.000 dari APBN 2015, namun hasil pembangunannya disamping digarap asal-asalan juga insfrastrukturnya yang masih semrawut dan belum tertata dengan baik.
Mereka menilai masih kurangnya fasilitas yang diharapkan untuk transaksi perdagangan hewan sehingga, terlihat  masih  tersendatnya aktifitas lalulintas diruas jalan raya Bumiayu-Salem. Ujar H Fendi salahsatu pedagang  hewan asal Bumiayu.
Lebih lanjut fendi yang berpuluh-puluh tahun sebagai pedagang besar hewan dipasar wage berharap tujuan pemda Brebes merenovasi dan memperluas lokasi pasar wage bertujuan untuk menata pedagang dan mengatasi kemacetan lalulintas saat berlangsungnya pasaran wage, pihaknya sangat memahami hal ini namun bagi rekanan yang ditunjuk untuk  melaksanakan pembangunannya jangan menggarap asal-asalan. Hal tersebut karena pasar wage ini merupakan aset daerah yang menunjang PAD sehingga perlu diperhatikan.
Pihaknya merasa prihatin melihat kondisi bangunan pos retribusi dan pos kesehatan hewan saat ini, seolah-olah pemda tidak peduli hanya mengharapkan pendapatannya saja. menurutnya jika bangunan tersebut diperhatikan kinerja petugas yang ada akan meningkat dan  lebih semangat untuk meraup pendapatan, selain itu pihaknya berharap lokasi pasar wage ini  agar bisa kembali dikucurkan anggaran untuk membangun sarana yang belum ada, sehingga pasar wage dapat diandalkan sebagai aset daerah yang diharapkan bersama, harap dia. Imam (R)

Share this article :