Home » , » Pemekaran Kabupaten Bumiayu Terus Diperjuangkan

Pemekaran Kabupaten Bumiayu Terus Diperjuangkan

Written By suara rakyat on Wednesday, September 9, 2015 | 1:14 AM


Bumiayu, (suararakyattegal.com) – Aspirasi masyartakat Kabupaten Brebes bagian selatan menginginkan pisah dari pemerintahan kabupaten Brebes, dan membuat kabupaten sendiri. Kini giliran Tim Universitas Diponogoro (UNDIP) Semarang  menggelar  agenda fokus group discusion (FGD) tentang Pemekaran Kabupaten baru di aula kantor Kecamatan Bumiayu, jumat 4/9 kemarin.

Dirut Pusat Kajian Otonomi Daerah dan Kebijakan Publik Fakultas Sosial dan Politik UNDIP Semarang, Susilo Utomo menjelaskan, maksud dan tujuan diskusi ini digelar  untuk mengetahui sejauhmana  pendapat dan aspirasi masyarakat Brebes bagian selatan yang menginginkan pemekaran, secara bulat mendukung pemekaran sebagai upaya percepatan pelayanan dan pembangunan di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan itu sendiri.

Lanjut susilo, diskusi ini merupakan bagian dari kegiatan kajian pemekaran kabupaten, dan sebelumnya  tim telah melakukan kegiatan pengumpulan data-data dilapangan diantaranya data produk domestik regional bruto, ( PDRB), sesuai pp 78/2007 sekitar 11 faktor  dengan 235 indikator yang akan dikaji untuk menentukan kelayakan atau tidaknya suatu daerah bisa dimekarkan katanya.

Dijelaskan susilo, ke 11 faktor tersebut  meliputi kependudukan dan kepadatan penduduk, potensi daerah, kemampuan ekonomi, keungan, sosial budaya, sosial politik, luas wilayah, pertahanan dan keamanan, tingkat kesejahteraan dan rentang kendali. Menurut  dia, bahwa  variabel ekonomi memiliki bobot yang paling besar, scornya 20 dalam artinya suatu daerah yang bisa dimekarkan harus memiliki sumber keuangan, dan kajian pemekaran di Kabupaten Brebes ini akan dilanjutkan hingga Nopember mendatang, setelah 100 persen hasil kajian akademik atau kegiatan ilmiah tersebut akan diserahkan ke  bupati, berdasarkan pp 78/2007, ujarnya.

Sementara  H Fariz Sulhaq  SH  S.Pn selaku tokoh masyarakat Bumiayu mengatakan jumlah dan luas wilayah kabupaten Brebes terjadi rentang kendali yang jauh dari pelayanan masyarakat dan perkembangan pembangunan di Brebes bagian selatan yang meliputi 6 wilayah kecamatan (Bumiayu, Paguyangan,Tonjong, Sirampog, Bantarkawung dan Salem) tidak optimal. Padahal potensi ekonomi brebes selatan penyumbang  andil 30 persen PAD Kabupaten Brebes. Jelas Fariz yang mantan Wakil Bupati Brebes.

Hal yang  sama dikatakan  drh H Agus Sutrisno, pihaknya  bersama penggiat pemekaran siap terus berjuang untuk masa depan anak cucu masyarakat di enam wilayah kecamatan menjadi Kabupaten Bumiayu, harapnya saat ditemui usai mengikuti diskusi. Imam(R)

Share this article :