Home » , » Pentingnya Menjaga Seni Tradisional

Pentingnya Menjaga Seni Tradisional

Written By suara rakyat on Thursday, September 10, 2015 | 1:49 AM

Brebes, (suararakyattegal.com) - Menjadi anak sekolah, jangan hanya belajar dibangku kelas saja tetapi harus memiliki daya kreatifitas yang tinggi dengan berkesenian misalnya. Langkah ini, dengan meningkatkan apresiasi siswa terhadap seni dan budaya di segala jenjang pendidikan.  Sehingga kelestarian seni dan budaya terutama yang tradisional bisa dipertahankan sepanjang masa.
Demikian pesan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE saat membuka Pekan Seni Pelajar SD, SMP, SMA/SMK tingkat eks Karesidenan Pekalongan di Pendopo Bupati, Selasa (8/9) kemarin.
Menurut Idza, menjadi anak yang hebat perlu belajar, bekerja keras dan berkreasi. Trampil berkesenian dengan kreatifitas yang tinggi akan membawa jalan kemudahan dalam berkompetisi. Seperti yang terlihat pada ajang talenta di berbagai stasiun televisi membawa kematangan tersendiri. Demikian halnya saat mengikuti lomba pekan seni, para siswa harus mampu tampil maksimal dihadapan dewan juri. 
Meski demikian, lanjut Idza, berkesenian akan mengangkat derajat kebudayaan daerah masing-masing. Ini artinya, misi kesenian yang diembannya akan mencerminkan sejauh mana apresiasi peserta didik dalam menangkap kesenian tradisionalnya. 
Selain itu, dalam kompetisi jangan hanya mencari kemenangan semata tetapi alangkah indahnya bila disela-sela perlombaan saling bertukar informasi, menjalin keakraban, dan mengambil nilai-nilai moral yang terkandung dalam kesenian tersebut.
Idza mengingatkan, dalam berkesenian jangan sampai melupakan landasan agamanya. Sehingga ketika tampil berkesenian tidak menyimpang dari norma-norma agama. “Pendidikan Agama, akan melandasi seseorang dalam berkesenian yang santun, indah dan berwibawa serta berbudaya yang adiluhung,” tandasnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Dai Wibowo menjelaskan, lomba pekan seni digelar dengan tujuan untuk menggali dan melestarikan serta meningkatkan kecintaan dan apreasiasi terhadap seni dan budaya. Utamanya budaya tradisional yang keberadaannya makin langka tergerus modernisasi. “Disamping itu agar siswa meningkat kecakapan kolaborasi dan kompetitif dalam kreatifitas seni dan budaya tradisional,” ujar Dai yang juga Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes.
Lomba diikuti 162 siswa se eks karesidenan Pekalongan dengan 12 jenis lomba. Diantaranya, seni tari, macapat, tari tradisional, karawitan dan solo song. Perlombaan tersebar diberbagai tempat antara lain di Pendopo, SMP N 2 Brebes, SMP N 1 Brebes, PKG SDN Brebes 03, TK Pertiwi Sekda Brebes, dan SD N Brebes 01.
Para peserta yang juara mendapatkan tropy dan piagam penghargaan. Dan bagi yang menjadi juara 1 diberbagai jenis lomba akan mewakili eks Karesidenan Pekalongan di tingkat Provinsi. Tio(R)

Share this article :