Home » , » RSUD Bumiayu Di Geruduk Warga

RSUD Bumiayu Di Geruduk Warga

Written By suara rakyat on Saturday, September 26, 2015 | 2:05 PM

Bumiayu, (suararakyattegal.com)–Akibat dampak dari para pengelola RSUD yang berseteru dan bereselisih paham, masyarakat merasa khawatir RSUD yang diidam-idamkan oleh masyarakat Brebes bagian selatan tidak bisa melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai fungsinya.
Puluhan warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli RSUD Bumiayu  , menggelar  aksi unjuk rasa menuntut perbaikan pelayanan dan kepemimpinan maupun pengelola di RSUD Bumiayu Kabupaten Brebes. Mereka melakukan aksi dengan mengadakan longmarch dari Pendopo II Rumah Singgah Bupati eks kawedanan  hingga halaman RSUD setempat di Jalan Ahmad Dahlan Kecamatan Bumiayu. Dalam aksinya mereka  mengusung beberapa poster bernada protes, peserta aksi juga melakukan penggalangan tanda tangan dari masyarakat pada kain putih panjang. Belum lama ini.
Sekelompok warga melakukan aksi, longmarch sepanjang 700 Meter sambil mengajak warga untuk mendukung dan membubuhi tandatangannya diatas kain putih yang disediakan
"Ayo warga yang setuju dengan kami agar dilakukan perbaikan pelayanan dan perbaikan manajemen, silahkan untuk memberikan tanda tangan," kata Hendrik salah satu orator  aksi demo tersebut.
Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh ketidakpuasan atas pelayanan RSUD Bumiayu, padahal sangat diidamkan sebagai rumah sakit rujukan dan kebanggaan warga di Brebes bagian selatan. Massa juga menuntut dilakukan perbaikan manajemen yang dianggap tidak baik. Dan kurang profesional dalam bidangnya
"Tuntutan kami pelayanan harus diperbaiki dan manajemen yang selama ini tidak baik harus diperbaiki," tegas Akomadin, salah satu orator Asal benda kecamatan sirampog.
Sementara, Kepala RSUD Bumiayu, drg Rojikin SH yang diminta untuk menemui pengunjuk rasa di halaman RS itu sedang melakukan tugas diluar kota namun pengunjuk rasa ditemui oleh Kasi Pelayanan, dr Dedi Iskandar, Komite Medis, dr Ahmad Ridlo SpOG dan Kasi Perawatan, Sumarno SKep. Ketiganya menyampaikan permohonan maaf atas kekurangannya selama ini, dan berjanji akan memperbaiki serta menyampaikan aspirasi warga pada pimpinan RSUD.
Peserta aksi tidak puas dengan jawaban ketiga pimpinan RSUD Bumiayu itu, dan mengultimatum agar secepatnya pemimpin RSUD dan unsur pimpinan lainnya yang bermasalah diganti. Camat Bumiayu, Edi Yusuf SIP yang ikut menemui pengunjuk rasa juga diminta untuk menyampaikan kepada Bupati Brebes, agar dilakukan pergantian kepemimpinan di RSUD Brebes.
"Pak Camat dalam satu minggu ini harus menyampaikan dan melaporkan  pada Bupati Brebes," tegas Akomadien.
Peserta unjuk rasa terdiri dari gabungan beberapa kelompok masyarakat di Bumiayu dan sekitarnya. Ikut serta pula menyuarakan tuntutannya, sejumlah mahasiswa dari Universitas Peradaban Bumiayu (UPB).
Beberapa poster yang diusung pengunjuk rasa di antaranya bertuliskan, "Selamatkan RSUD Bumiayu", - "Rumah Sakit Ini Bukan Warisan, Kami Butuh Layanan Bukan Lobi-Lobian", -  “Gedung RSUD yang megah dan mewah tapi tidak ada fungsinya” -   "Jangan Bodohi Kami Sinetron Mediasi, Bosan..!!!",
"Rubah Manajemen RSUD, Transparansi Pembangunan, Transparansi Pendapatan, Transparansi Pengadaan Alat, Kemana Semua Itu..? RSUD Pasien Pada Mlayu, DPR Malah Gemuyu",  "Wis Susah Tambah Susah, Gawe Repot Warga Bumiayu", dan lainnya.
Ada pula sebuah poster berukuran cukup besar yang bertuliskan "Tuntutan Masyarakat Bumiayu 1. Perubahan Total Manajerial RSUD, 2. Optimalisasi Mutu Pelayanan, 3. Audit Pendapatan RSUD, 4. Audit Pengadaan Alkes, 5. Audit Pembangunan Fisik."
Aksi unjuk rasa yang berlangsung aman dan lancar selama dua jam bersemangat dalam berorasi, situasi tetap aman dan terkendali hingga membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasinya sekitar dua jam. bahkan mereka mendapat pengawalan ketat oleh petugas dari Polres Brebes dipimpin oleh Kapolsek Bumiayu, AKP Joko Witanto SH, dibantu personil dari Koramil Bumiayu, Satpol PP Kecamatan Bumiayu dan sejumlah anggota Pemuda Pancasila. imam(R)

Share this article :