Home » , » Telan Korban Jiwa, Tembok Pembatas Pasar Kambing Ambruk

Telan Korban Jiwa, Tembok Pembatas Pasar Kambing Ambruk

Written By suara rakyat on Wednesday, September 23, 2015 | 6:05 PM

Tegal, (suararakyattegal.com) – Di tengah ramainya pasar  yang tiap hari adanya transaksi jual beli, yang pendatangnya kebanyakan dari luar kota telah mengalami musibah. Seperti yang terjadi pada salah satu pasar yang ada di Kota Tegal, yaitu Pasar Langon atau yang lebih di kenal dengan (Pasar Kambing) yang tepatnya berada di Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal atau disamping SMA N 3 Tegal, tiba-tiba mengalami musibah dengan robohnya tembok pembatas yang ada di sebelah utara pasar yang tingginya mencapai 4 Meter dengan Panjang 25 Meter.
Menurut salah satu korban selamat Narto (51) mengatakan, kejadian terjadi begitu cepat, sehingga tidak bisa menyelamatkan barang dagangannya. “ Bagaimana bisa menyelamatkan dagangan (kambing) untuk menyelamatkan diri sendiri aja masih terkena reruntuhan bangunan” Terangnya. Rabu (23/9) Pukul 09.00 Pagi.
Menurut Kepala UPTD Pasar Langon, Karyo mengatakan, kejadian begitu cepat padahal kalau melihat kondisi bangunan dirasa tidak ada yang mencurigakan akan roboh. Kejadian itu disinyalir karena pohon pengikat untuk kambing terlalu dekat dengan tembok, sehingga akar yang menjalar masuk ke bawah tembok ketarik-tarik kambing, dan mengakibatkan tembok goyang. Padatnya pedagang dan pengunjung sudah melampaui batas sehingga pedagang banyak yang melakukan jual beli di luar pasar yaitu di sebelah utara atau dibawah tembok tersebut.
Kapolres Tegal Kota AKBP Firman Darmansyah SIK, menjelaskan, korban yang meninggal 1 orang, yang mengalami luka-luka 5 orang dan kambing tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan sekitar 14 ekor. Ditanya mengenai penyebab kejadian ini, Kapolres belum bisa menyebutkan karena masih dalam penyelidikan. 
Berikut data-data nama korban : 
1. Abu Sofyan 34 Tahun, Kelurahan Slerok Rt 05/05 (korban Meninggal).
2. Saripin 55 Tahun,  Adiwerna Rt 21/03 (korban luka).
3. Ahmad Kusen 55 Tahun,  Jl. Werkudoro Rt 05/05 Tegal (korban luka).
4. M. Bahrizi 14 Tahun, Pengabean (korban luka).
5. M. Bahrul Anam, 9 Tahun,  Alamat Kelurahan Slerok Rt 03/06 Kota Tegal (korban luka).
6. Yunus 2 Tahun, Alamat Kelurahan Slerok Rt 05/05  Kota Tegal (korban luka).
Menurut Anggota DPRD Komisi III, Sudarso (Gerindra) menjelaskan, bahwa dengan melihat konstruksi bangunan dinilai kurang maksimal, dan juga mengharapkan supaya dalam membangun harus benar-benar apalagi ini untuk kepentingan orang banyak.
Sudarso juga menambahkan, supaya korban harus diberi asuransi atau ganti rugi berupa santunan  yang sesuai, dan yang mengalami luka di beri pengobatan sampai sembuh total, juga pembeli yang jadi korban diharapkan mendapat ganti rugi”. Harapnya.
Menurut Panitia lelang pada saat itu Sugito menjelaskan, tembok pembatas pasar di perkirakan sudah berumur 10 Tahun, dikerjakan sekitar tahun 2005 saat itu dinilai konstruksinya sudah bagus dan sesuai gambar, memang untuk umur 10 tahun sudah layak cek ulang. Dan melihat dari kondisi bangunan dirasa masih cukup bagus, tembok juga masih kokoh, sehingga tidak adanya kecurigaan akan terjadi musibah. Tetapi hal itu bertolak belakang dengan pernyataan hasil tinjauan Wakil Walikota Tegal HM Nur Sholeh M MPd, saat meninjau langsung ke lokasi.
Dalam tinjauannya, Nur Sholeh mengutarakan kekesalannya, dengan melihat konstruksi bangunan yang dianggap tidak masuk akal. Dengan harapan kasus ini harus diselidiki apakah konstruksi bangunan sudah sesuai atau tidak, untuk mengetahuinya di cek gambar, dan perbuatan ini tidak bisa ditolelir, dan semua harus bertanggung jawab.
“Saya meminta kasus ini harus diselidiki, apakah konstruksi sudah sesuai atau tidak, dengan melihat gambar, perbuatan ini tidak bisa ditolelir, Semua harus bertanggungjawab” Tegas Wakil Walikota Tegal. Tio(R)

Share this article :