Home » , » Warga Keberatan Dengan Sistem Partisipasi Dana Ruwat Bumi

Warga Keberatan Dengan Sistem Partisipasi Dana Ruwat Bumi

Written By suara rakyat on Saturday, September 26, 2015 | 3:20 PM

Photo Ilustrasi

Paguyangan,(suararakyattegal.com) – Sedekah / Ruwat bumi yang dilakukan pada setiap tahun  tepatnya dimalam syurahan, penanggalan jawa merupakan adat istiadat masyarakat sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh warga pedesaan yang berharap agar diberikan keselamatan dan keberkahan ini dilakukan dengan berbagai cara.
Masyarakat Desa Pakujati Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes tahun ini menggelar acara malam syurahan  mendatang dengan menyembelih satu ekor hewan kerbau untuk dijadikan sarat kurban dan mengadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan Ki dalang Nasikin dari Banyumas.
Wakhudin kepala Desa Pakujati mengatakan, didesanya sudah lama tidak menggelar acara tersebut, sehingga tahun ini dari aspirasi masyartakatnya menghendaki untuk kembali digelar dengan maksud melaksanakan spiritual adat nenek moyangnya dalam mencegah dari berbagai  mara bencana bagi penduduknya.
Lebihlanjut Wakhudin menjelaskan anggaran  dan kepanitiaan pelaksanaan diserahkan semua kepada masyarakat, dan berharap panitia tidak memberatkan beban ekonomi masyarakat, ujarnya saat ditemui diruang kerjanya. Belum lama ini
Mutaqin, salahsatu warga pakujati mengatakan keberatan karena panitia mulai membagikan kupon partisipasi ruwat bumi melalui setiap ketua RT menarik dana sebesar Rp 25.000/rumah.
“ Bagi kami tidak keberatan dipungut sebesar itu, tapi bagi warga yang kondisi ekonomi lemah, karena warga desa pakujati mayoritas berpenghasilan rendah, panitia seharusnya yang namanya partisipasi dipungut seikhlasnya sesuai kemampuan, jadi jangan ditentukan dan dipukul rata sebesar itu bagi mereka sangat memberatkan ” ujarnya.
Hal yang sama dikatakan Sakyan warga rt 03/07 Dukuh Sijoho Desa Pakujati  berharap tidak semestinya acara ruwatan tersebut dengan memakan anggaran besar  dan kalau bisa jangan dipungut dengan cara dipukul rata,  sehingga tidak memberatkan kepada masyarakat, pinta Sakyan yang sebagai buruh tani  berpenghasilan rendah dan minim. Imam(R)

Share this article :