Home » , » PGRI Brebes Jadi Percontohan Daerah Lain

PGRI Brebes Jadi Percontohan Daerah Lain

Written By suara rakyat on Monday, October 12, 2015 | 6:40 PM

Brebes, (suararakyattegal.com) – Acara Safari PGRI Cabang Khusus Kemenag Kabupaten Brebes yang telah dihadiri oleh Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes Drs Basori Msi, menjelaskan bahwa, Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dulu mendapat cibiran tidak enak di hati kini berbalik bahwa semua guru sekarang telah berlomba-lomba ingin menjadi anggota PGRI karena keberhasilannya memperjuangkan nasib guru, antara lain dengan bergulirnya tunjangan profesional guru. Dan cibiran itu dengan singkatan PGRI Petruk Gareng Rebutan Intip, hal itu memang sangat merendahkan martabat,” Terangnya Belum lama ini.
Bahkan, lanjutnya, syair himney guru dan juga nyanyian Iwan Fals, juga mengandung arti ketidakberdayaan seorang guru Oemar Bakri. “PGRI dulu dihina, namun sekarang dipuja,” Tambah Basori. 
Untuk itu, lanjut Basori, setelah perjuangan PGRI telah terbukti mengangkat derajat kehidupan guru, janganlah disia-siakan. Seorang guru harus mampu membuktikan diri dengan meningkatkan profesionalisme. Mengingat tuntutan dan tantangan guru masa kini semakin tidak ringan. 
Senada, Kepala PGRI Kabupaten Brebes Tarsono Henri mengingatkan agar guru untuk terus berjuang meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang pendidik. Nasib anak bangsa pada era digitalisasi sangat membutuhkan uluran tangan dari guru dengan ekstra keras agar siswa tidak keliru dalam menerapkan sisi perkembangan teknologi informasi. “Jangan sampai mbah google menjadi satu-satunya guru, sementara guru yang asli ditinggalkan,” kata Tarsono.
Keberadaan guru di Brebes, lanjutnya, tergolong sangat baik untuk itu harus terus dipertahankan. Termasuk keberadaan PGRI nya, juga telah menjadi contoh bagi PGRI di Kabupaten lainnya. Terbukti, PGRI Brebes telah memiliki gedung yang megah, penataan administrasi dan pengelolaan Danpen menjadi juara 1 se Jawa Tengah. 
Ditengah tugasnya, tentu guru juga kerap mendapatkan sesuatu yang tidak menggembirakan seperti tersangkut perkara hukum. Untuk itu perlu waspada dan hati-hati saat menjalankan tugas. Bila tuntutan yang diperkarakan menyangkut bidang tugas keguruan, tentu PGRI tidak tinggal diam. PGRI telah memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang berada di Kabupaten, Provinsi maupun Pengurus Besar guna memberikan bantuan hukum  kepada anggota PGRI yang tersangkut perkara karena tugas kedinasan. “LBH PGRI telah melakukan pendampingan di berbagai daerah, termasuk di Brebes,” terangnya.
Sementara Ketua PGRI Cabang Khusus Kabupaten Brebes Robikhun MAg menjelaskan, PGRI di bawah naungan Kantor Kementerian Agama kini telah memiliki anggota 797 orang. Mereka merupakan anggota PGRI yang sudah menjadi PNS. “Sementara, kami baru menata yang PNS dulu. Kalau sudah tertata rapi, rekrutmen anggota PGRI dari non PNS akan dilaksanakan,” tuturnya.
Safari PGRI Cabang Khusus, kata Robikhun digelar secara marathon di tiga tempat. Yakni di wilayah utara, tengah dan selatan. “Di wilayah utara ini, diikuti 287 anggota dari kecamatan Brebes, Jatibarang, Songgom, Wanasari dan Bulakamba,” ucapnya.
Dalam programnya, PGRI Cabang khusus akan melakukan validasi data anggota, peningkatakan kompetensi anggota, dan pelantikan ranting se Kabupaten Brebes pada awal November mendatang. “Insya Allah kegiatan tersebut akan dihadiri Ketua PB PGRI Sulistiyo,” pungkasnya. Gofar(R)

Share this article :