Home » » Atasi Kawasan Kumuh Perkotaan Bupati Keruk Kali Sigeleng

Atasi Kawasan Kumuh Perkotaan Bupati Keruk Kali Sigeleng

Written By suara rakyat on Saturday, November 14, 2015 | 2:46 AM

Brebes, (suararakyattegal.com) - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mencanangkan Penataan Kawasan Kumuh Perkotaan lewat program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman ( P2KKP ) dengan cara mengeruk Kali Sigeleng. Sungai yang membelah Kelurahan Limbangan Wetan dan Limbangan Kulon tersebut sangat tidak nyaman dipandang mata dan mengalami pendangkalan yang bisa mengakibatkan banjir.
“Penataan kumuh merupakan sebuah pekerjaan besar dan membutuhkan kolaborasi semua pihak untuk mewujudkannya,” kata Bupati saat menyampaikan sambutan pencanangan, Jumat (13/11).
Dia meminta kesadaran semua pihak, terutama masyarakat dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta peduli terhadap lingkungan. Sehingga bisa membawa manfaat bersama. 
Dalam kesempatan tersebut, Bupati, Kepala SKPD, TNI, Polri, pelajar dan masyarakat menandatangani komitmen bersama untuk menjaga lingkungan yang bersih dan sehat diatas kain putih sepanjang lebih kurang 50 meter. 
Kegiatan pengerukan kali Sigeleng atas prakarsa masyarakat dan relawan yang tergabung di Badan Keswadayaan Masyarakat  (BKM) serta  Tim Fasilitator  P2KKP tersebut mendapat dukungan penuh dari DPU Taru dan Kantor Lingkungan Hidup serta Dinas ESDM Kabupaten Brebes. “Ketiga instansi ini menyediakan alat berat, Truk dan Motor roda 3,” papar Koordinator Kota (Korkot) P2KKP Kabupaten Brebes Bambang Rudihartono SE.
Bambang menjelaskan, gerakan masyarakat yang dibarengkan dengan Jumat bersih yang sudah dicanangkan Bupati sebelumnya, merupakan bagian pemasaran Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas dan memulai pelaksanaan penanganan kumuh program P2KKP sebagai program lanjutan PNPM Mandiri Perkotaan.
Lebih kurang 750 orang dari unsure masyarakat Limbangan Wetan, Limbangan Kulon dan Gandasuli, Personil Kodim/713 Brebes, Polres Brebes, Kepala SKPD, Siswa SD, SMP, SMA/SMK bahu membahu membersihkan Kali Sigeleng. Mereka kerja bakti di sepanjang bantaran kali Sigeleng mulai di ujung selatan Kelurahan Gandasuli sampai ujung utara  Kelurahan Limbangan Wetan.
Dipilihnya kali Sigeleng sebagai lokasi pencanangan dimulainya gerakan penanganan kawasan kumuh perkotaan karena faktor kekumuhan ada di kawasan tersebut, banyaknya  sampah yang menumpuk akibat perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan, sedimentasi yang terus terjadi  membuat pendangkalan yang cukup parah di banyak lokasi. “Dikhawatirkan setiap musim penghujan datang kawasan di sepanjang bantaran kali sigeleng menjadi langganan banjir,” ujar Bambang. 
Kepala DPU Taru Ir Nursy Mansur MSi juga prihatin dengan banyaknya bangunan liar di sepanjang bantaran kali Sigeleng. Sehingga membuat sulitnya penataan dan pengerukan. Kata Nursy,  ada tujuh indikator utama kekumuhan yakni soal bangunan, jalan lingkungan, drainase lingkungan, layanan air bersih, pembuangan limbah/sanitasi, pengelolaan sampah dan pengamanan bahaya kebakaran yang kesemuanya itu harus diperhatikan dan ditata bersama.
Penanganan awal, lanjut Nursy akan dilaksanakan selama tiga hari (13-15/11) dengan melakukan pengerukan di spot-spot yang kosong dari bangunan liar. Berawal dari Kelurahan Limbangan Wetan, Limbangan Kulon dan Kelurahan  Gandasuli. Diharapkan melalui pengerukan beberapa spot ini dapat mengurangai dampak banjir pada musim hujan, serta memberikan penyadaran kepada warga yang mendirikan bangunan di sepanjang bantaran kali baik yang digunakan untuk sendiri maupun dikontarakan  agar membongkar bangunanya secara sukarela sehingga seluruh area di sepanjang kali Sigeleng dapat dinormalisasi atau dikeruk.
Mulai tahun 2016, secara bertahap  DPU TARU sudah merencanakan untuk membangun jalan paving di sepanjang bantaran kali di mulai dari Kelurahan Gandasuli dan pembuatan taman atau ruang terbuka hijau di lokasi-lokasi yang sudah bebas dari bangunan. Diharapkan melalui gerakan ini dapat menggaet sumber-seumber pendanaan lain dari Pemprov, Kementerian,  dunia usaha maupun kelompok peduli.
 “Dari program ini, harapan saya Brebes tanpa kumuh di tahun 2019 yang dimulai dari penataan bantaran kali Sigeleng dapat terwujud, bukan hanya mimpi indah,” tandas Nursy. tio(r)

Share this article :