Home » , » Komisi III DPRD Kota Tegal Sayangkan Kualitas Proyek Hutan Kota

Komisi III DPRD Kota Tegal Sayangkan Kualitas Proyek Hutan Kota

Written By suara rakyat on Friday, November 6, 2015 | 11:24 AM

Tegal, (suararakyattegal.com) - Rombongan Komisi III DPRD Kota Tegal, Rabu (4/11) kemarin melakukan tinjauan di beberapa proyek bangunan yang sedang berjalan maupun sudah selesai dikerjakan di Kota Tegal, baik saluran maupun pembangunan gedung. Salah satunya proyek Hutan Kota Bayeman Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal yang dikerjakan pada 2014 kemarin, dengan menghabiskan anggaran hampir satu miliar APBD Pemkot Tegal dinilai kualitasnya jelek dan disayangkan. Hal itu karena saat
rombongan dewan tersebut melihat secara langsung di lokasi dan menjumpai bahwa di proyek hutan kota tersebut ada beberapa kerusakan dan banyaknya tanaman yang mati dan kering.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, Sutari SH mengatakan, atas dasar informasi dan masukan dari masyarakat komisi III di sini yang membidangi tentang pembangunan maka langsung mengagendakan untuk meninjau ke lokasi untuk melihat secara langsung apakah benar proyek belum sampai satu tahun tersebut (Hutan Kota-red) kondisinya banyak
yang rusak dan tandus? Namun setelah dilakukan tinjauan, seperti informasi yang masuk bahwa proyek itu merupakan proyek 2014 kemarin, juga dinas terkait atau Pemkot Tegal hingga kini belum mengeluarkan anggaran pemeliharaan sebesar 5 persennya.

“Pada intinya dinas terkait belum mencairkan anggaran pemeliharaan sebesar 5 persen tersebut, sehingga pemkot masih diuntungkan. Namun jika pihak ketiga atau rekanan penggarap pekerjaan mau meminta anggaran pemeliharaan yang 5 persen tersebut, mereka harus memperbaiki terlebih dahulu kerusakan-kerusakan yang ada di proyek itu,” ujar
Sutari saat dikonfirmasi SR di lokasi proyek hutan kota, Rabu (4/11) kemarin.

Kerusakan dan banyaknya tanaman yang mati tersebut, menurut Sutari, bahwa itu awalnya perencanaanya seharusnya saat pengerjaan pavingisasi dengan kondisi tanah yang labil, seharusnya dilakukan pengerasan dengan menggunakan alat stamper. Setelah itu, diurug atau diratakan dengan menggunakan alas pasir agar rata dan padat sehingga medianya saat paving terpasang menjadi kuat dan rata.

“Kami menyayangkan kualitas proyek ini, kenapa proyek belum ada satu tahun sudah banyak yang rusak. Selain itu, kami melihat banyak paving yang pecah dan lepas itu dikarenakan tanah tersebut labil. Pesan kami terhadap dinas terkait, jika mau mencairkan yang 5 persennya itu, rekanan penggarap harus memperbaiki kerusakan dan menanam kembali
tanaman yang mati tersebut,” tegasnya.

Sementara, menurut Komisi III DPRD Kota Tegal, H Akhmad Satori menambahkan, seperti informasi yang masuk bahwa proyek tersebut kegiatan tahun kemarin. Dan dinas juga belum mengeluarkan anggaran pemeliharaan sebesar 5 persen, maka dengan kondisi yang seperti ini
dinas masih diuntungkan.

“Kami merasa masih diuntungkan karena 5 persen anggaran pemeliharaan, menurut dinas terkait belum dicairkan. Sementara agenda kami hari ini melakukan tinjauan ke beberapa titik lokasi proyek, seperti proyek Kolam Retensi dan Sumur Bor di Mintaragen, Normalisasi Kali Sibelis, Kolam Retensi Tegalsari, Pembangunan Saluran Kanan-Kiri Jalan Mataram,
Betonisasi Jalan Mataram,” pungkasnya. dn(r)

Share this article :