Home » , , » Polder Hutan Kota, Jadi PR Kejaksaan Kota Tegal

Polder Hutan Kota, Jadi PR Kejaksaan Kota Tegal

Written By suara rakyat on Friday, November 20, 2015 | 9:01 AM

Tegal (suararakyattegal.com),- Proyek Polder Hutan Kota Bayeman di wilayah Kaligangsa Kecamatan Margadana, yang memakan anggaran hampir satu miliar. Akibat banyaknya kerusakan dan mendapat kritikan dari masyarakat setempat, sehingga mendapat sorotan dan akhirnya menjadi agenda Dewan dan di kunjungi komisi III DPRD Kota Tegal. Mengetahui akan adanya kunjungan DPRD, pihak penggarap proyek  langsung melakukan perbaikan di berbagai sisi. Namun dari perbaikan tersebut belum merata ( masih banyak kerusakan,red ).
“Kami sangat meyayangkan penggarapan proyek Hutan Kota Bayeman ini, alasannya kenapa kok sampai terjadi banyak kerusakan, sedangkan adanya menerima pekerjaan ini kan sudah ada perjanjian kontraknya sebagai bentuk kesanggupan menggarap, lalu kenapa demikian? “ tandas Ketua Komisi III, Sutari SH dengan nada kecewa, saat melakukan kunjungan kerja beberapa waktu lalu.
Tetapi kami bersyukur disisi lain pemerintah masih di untungkan karena masih ada5% anggaran pemeliharaan belum di berikan “ tambah Sutari
Berkaitan dengan hal tersebut, Saeful Anwar dari CV Siva Teknik Slawi kepada SR  mengatakan bahwa  kondisi kultur tanah dijadikan alasan kerusakan proyeknya. 
 “ Kami sering melakukan perbaikan mulai dari paving maupun yang dianggap rusak lainnya, kerusakan itu akibat kultur tanah yang labil ditambah banyak dilalui kendaraan motor, namun kami sudah mengajukan surat pernyataan tentang kesanggupan penanaman pohon saat musim penghujan datang “ Tandasnya kepada SR
Disisi lain, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Tegal, Sunari, menyikapi hal tersebut menyatakan bahwa perihal proyek Hutan Kota Bayeman yang berlokasi di Kaligangsa masih dilanjutkan atau masih di jadikan PR bagi kejaksaan. Penyerahan 5% anggaran pemeliharaan harus sesuai pada waktu di pemeriksa.
“ Proyek Hutan Kota Bayeman, itu masih terus berlanjut dan masih menjadi PR kami, nantinya saat penyerahan 5% anggaran pemeliharaan harus sesuai pada waktu pemeriksaan, keseluruhan harus dalam kondisi baik” Tandas Sunari kepada SR. (19/11) kemarin
Kabul, PPKOM proyek tersebut angkat bicara, dirinya sering melakukan peneguran perbaikan kepada CV penggarap, namun oleh pihak CV agak keberatan, pasalnya bila dilakukan perbaikan bakal terjadi kerusakan lagi, dan untuk pohon yang mati bakal dilaksanakan pada musim penghujan.
“ Saya sering melakukan peneguran kepada CV penggarap namun dia agak keberatan, alasannya bila dilakukan perbaikan dulu bakal terjadi kerusakan lagi, soal pohon yang mati akan dilakukan penanaman kembali di musim penghujan mendatang” Tandas Kabul. dn(r)


Share this article :