Home » , » Tidak Cukup Bukti, Bareskrim Polri Hentikan Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat

Tidak Cukup Bukti, Bareskrim Polri Hentikan Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat

Written By suara rakyat on Friday, November 6, 2015 | 12:56 PM

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Tegal :
Dra Bintang Hendiati Takarini MM
Tegal, (suararakyattegal.com) – Kasus tindak pidana dugaan pemalsuan surat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tegal Tahun 2013 yang dilakukan oleh Hj Siti Masitha Soeparno, telah dihentikan penyidikannya oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia.
Penghentian penyidikan tersebut dikeluarkan sebagai Surat Ketetapan Bareskrim Polri bernomor S.TAP/1489 Subdit-I/ 2015/Dit Tipidum, di Jakarta tertanggal 22 Oktober 2015 dan ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Umum selaku Penyidik, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Carlo B. Tewu.
“Dengan adanya surat penghentian ini masyarakat Kota Tegal tidak perlu ragu-ragu lagi untuk mendukung pembangunan Kota Tegal yang saat ini tetap dipimpin oleh Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno,” ungkap Walikota Tegal, melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Tegal, Dra Hendiati Bintang Takarini MM kepada sejumlah wartawan di ruang rapat lantai 2 Humas Kota Tegal. (03/11) Kemarin
Sementara itu, alasan dihentikannya penyidikan sesuai surat penghentian penyidikan, karena berdasarkan penyidikan terhadap saksi-saksi, surat dan barang bukti, tindak pidana yang dipersangkakan kepada terlapor tidak cukup bukti. Dengan mengingat Pasal 7 ayat (1) huruf i dan pasal 109 ayat (2) KUHAP, UU No. 2 Tahun 2002  tentang Kepolisian Negara RI, Laporan Polisi No. LP/775/VI/2015/Bareskrim tanggal 22 Juni 2015 atas nama Pelapor Subekhi Prawirodijoyo dan Surat Perintah penyidikan No. SP.Sidik/600 Subdit-I/VII/2015/Dit Tipidum tanggal 02 Juli 2015.
Bareskrim juga memperhatikan Laporan kemajuan hasil penyidikan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan menggunakan surat palsu dalam Pilkada Kota Tegal tahun 2013 yang diduga dilakukan oleh Hj Siti Masitha Soeparno sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP dan atau 264 KUHP dan atau UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Laporan Hasil Gelar Perkara tanggal 12 Oktober 2015.
Sementara dengan dikeluarkannya Surat Penghentian Penyidikan, Bareskrim juga melayangkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan bernomor B/612-Subdit-I/X/2015/Dit tipidum kepada Subekhi Prawirodijoyo sebagai Pelapor, yang beralamat di Karanganyar RT 002/03 Kelurahan Karanganyar Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal atau Jl Pala Timur VI No. 03 Mejasem Kabupaten Tegal, tertanggal 30 Oktober 2015 dan ditandatangani juga oleh Direktur Tindak Pidana Umum selaku Penyidik, Brigadir Jenderal Polisi Drs Carlo B Tewu.
Dalam surat itu, Bareskrim menyebut terhitung mulai tanggal 22 Oktober 2015 berdasarkan Surat Ketetapan tentang Penghentian Penyidikan Nomor : S.TAP/1489 Subdit-I/ 2015/Dit Tipidum tanggal 22 Oktober 2015, penyidikan terhadap laporan Subekhi Prawirodijoyo yang juga Ketua HMI Kota Tegal, Nomor : LP/775/VI/2015/Bareskrim tanggal 22 Juni 2015 dihentikan penyidikannya. dn/tio(r)

Share this article :