Home » , » Walikota Lepas 30 Khalifah MAPSI Kota Tegal

Walikota Lepas 30 Khalifah MAPSI Kota Tegal

Written By suara rakyat on Saturday, November 14, 2015 | 1:46 AM

Tegal, (suararakyattegal.com) - Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno melepas keberangkatan 30 khafilah Kota Tegal yang akan mengikuti Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) Sekolah Dasar Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Dengan mengucapkan bismillahirrohmanirrohim, khafilah MAPSI SD Kota Tegal, secara resmi Bunda lepas untuk mengikuti MAPSI SD Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015. Selamat jalan anak-anak ku selamat berjuang. Insyaallah selalu dalam lindungan Allah Swt,” kata Walikota yang akrab disapa Bunda Sitha. Kamis (12/11) kemarin.
Walikota yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal Herlien Tedjo Oetami SH juga memberi semangat kepada para khafilah dengan mengucapkan selamat berjuang kepada para khafilah. “Selamat berjuang anak-anak, tunjukkanlah kemampuan semaksimal mungkin, berikanlah yang terbaik untuk Kota Tegal. Semoga dengan perjuangan yang keras anak-anak akan mendapatkan hasil yang gemilang. Sebagaimana apa yang kita harapan bersama,” tambah Walikota.
Walikota kemudian mengibarkan bendera start di depan bus rombongan khafilah, tanda Walikota resmi melepas keberangkatan para khafilah menuju Asrama Haji Donohudan untuk mengikuti Lomba MAPSI SD Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Ketua Khafilah, Mahfud mengatakan jumlah khafilah yang berangkat dan akan berlomba di Asrama Haji Donohudan Solo pada tanggal 14 sampai 15 November 2015 ada 30 anak yang didampingi 11 official.
Mereka berlomba untuk Bidang Seni Islami, ada lima macam dan lomba beregu sebanyak enam macam dari 18 lomba.
Megenai target juara, Mahfud menyebut minimal membawa pulang 8 piala seperti tahun lalu. Tetapi Mahfud mengharapkan jumlah piala yang dibawa pulang lebih dari 8. 
“Saya berharap minimal kita bawa pulang 8 piala,  kalau bisa ya bertambah dari tahun kemarin,” tutur Mahfud.
Dikatakan Mahfud, biasanya yang terberat yaitu lomba macapat karena bersaing dengan daerah lain. Demikian juga kaligrafi karena daerah Kudus dan Jepara merupakan sentra kerajinan kaligrafi.  “Kita andalkan Lomba Pelajaran Agama Islam (PAI) dan lomba cerdas cermat serta cerita Islami. Ssbab sudah dilakukan pelatihan di masing-masing sekolah,” pungkas Mahfud. tio(r)

Share this article :