BNK Brebes Berantas Narboka Dengan Budaya Bukan Buaya - suara rakyat
Home » , , » BNK Brebes Berantas Narboka Dengan Budaya Bukan Buaya

BNK Brebes Berantas Narboka Dengan Budaya Bukan Buaya

Written By suara rakyat on Monday, December 28, 2015 | 6:44 PM

Brebes, (suararakyattegal.com) – Kata narkoba tidak habis-habisnya menjadi perbincangan di berbagai kalangan, sebab merupakan barang yang dianggap sangat membahayakan yang dapat merusak moral dan kehidupan di masa depan. Barang tersebut kini mendapat perhatian serius dari pemerintah baik pusat maupun daerah, dan khususnya Kabupaten Bebes, dimana BNK Brebes tidak menganggap remeh dalam memberantas barang haram tersebut.
Kepala BNK (Badan Narkotika Kabupaten) Brebes, Drs H Atmo Tan Sidik, saat ditemui wartawan SR diruang kerjanya mengatakan, narkoba itu bukan kata yang asing lagi di telinga masyarakat, sebab sudah menelan banyak korban yaitu baik dari kalangan orang biasa, pelajar, artis bahkan sampai pejabatpun pernah ada yang terlibat pemakaian barang haram tersebut. Dalam menyiasati hal itu masuk kekalangan masyarakat Brebes, maka BNK Brebes dengan cara melakukan pendekatan persuasif secara keramahan atau budaya kepada masyarakat.Terangnya (28/12).
Pendekatan persuasif yang dilakukan BNK Brebes, diantaranya dengan melakukan sidak ke sekolah-sekolah SMA / SMK yang ada di wilayahnya, juga mengadakan pencerahan di desa-desa serta di pesantren. Pencerahan itu bertujuan supaya masyarakat lebih mengetahui arti dan fungsi dari narkoba itu. Dan pendekatan juga dengan cara membina spiritual seperti yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Suryalaya yang di pimpin oleh Abah Anom. Tambahnya. 
“Kami sudah menginfentarisir dengan tokoh Muflikhin di daerah Paguyangan Brebes bagian selatan, dimana sudah mencoba 35 orang secara spititual yang digarap oleh muflikhin itu.  Dan Muflikhin itu yaitu seorang kasie tekhnik PDAM di Brebes”, cetusnya.
“Saya berharap ada tohoh-tokoh lain seperti ini untuk diikuti, dan secara terapan bahwa para korban narkoba pusatnya cuma ingin mendapatkan ketenangan”. Harapnya.
Seperti yang terdapat beberapa waktu yang lalu kepala BNK berkunjung ke LIDO yang ada di kota Bogor yang merupakan tempat balai besar pemulihan narkoba (rehabilitasi). 
BNK Brebes juga memiliki aset lingkungan yaitu, (KAPA) Kesatuan Aksi Pelajar Anti Narkoba, (KAMA) Kelompok Aksi Masyarakat Anti Narkoba, mereka adalah mitra kita dalam memaksimalkan undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Bagi pengguna narkoba diharapkan melapor dan untuk mendapatkan pemulihan, dan tidak ada sanksi selama ada keniatan untuk pemulihan”.Pintanya.
Atmo Tan Sidik, yang lebih kurang baru dua bulan menjabat, mengaku selama ini belum menemukan yang terdapat atau menggunakan narkoba. Maka itu dirinya sedang gencar-gencarnya melakukan pendekatan supaya tidak adalagi narkoba yang masuk di wilayah kerjanya. Dan faktor yang menjadi hambatan itu karena masih terbatasnya anggaran, dimana dalam penanganan itu membutuhkan anggaran yang cukup besar. Dengan adanya minim anggaran sehingga tidak sepenuhnya dapat dipenuhi. Katanya.
Tidak seperti di kota lain misalnya di Tegal, Batang, kota tersebut sudah lengkap dengan adanya kasie brantasnya dan juga gedungnya sudah memenuhi kriteria. Sementara untuk BNK Brebes sendiri untuk berkordinasi dengan Banyumas, tetapi sekarang langsung dengan provinsi untuk berkordinasi. tio(r) 

Share this article :