Home » » Jasa Tenaga Keagamaan Masyarakat Mendapat Perhatian Pemkot Tegal

Jasa Tenaga Keagamaan Masyarakat Mendapat Perhatian Pemkot Tegal

Written By suara rakyat on Tuesday, December 29, 2015 | 2:07 AM

Tegal, (suararakyattegal.com) - Pemerintah Kota Tegal di akhir tahun 2015 menyerahkan imbalan kepada pelaku jasa tenaga keagamaan masyarakat. Total dana yang dikucurkan sebesar Rp. 1.107.250.000.
Penyerahan jaaa tenaga keagamaan dilaksanakan selama tiga hari yakni tanggal 28-30 Desember 2015 bertempat di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal.
Penyerahan Jasa Tenaga Keagamaan Masyarakat Kota Tegal tahun 2015 dilaksanakan secara simbolis oleh Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno kepada masing-masing perwakilan Guru Madrasah Diniyah, Guru Taman Pendidikan AL Quran, Guru Ngaji, Lebe/Modin, Takmir Masjid/Mushola dan Tenaga Kebersihan atau Marbot pada Senin (28/12/2015) di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal.
Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Kota Tegal Drs Moh Ali Rosyidi MPd dalam laporannya menyebut tenaga keagamaan yang menerima jasa meliputi Guru Madrasah Diniyah sebanyak 424 orang, Guru Taman Pendidikan Al Quran 604 orang, Guru Ngaji 571 orang, Lebe/Modin 130 orang dan Takmir Masjid/Mushola sebanyak 520 orang serta Tenaga Kebersihan atau Marbot sebanyak 507 orang.
Walikota dalam sambutannya mengatakan, Pemkot Tegal memperhatikan keberadaan tenaga keagamaan, khususnya di Kota Tegal. Dengan melaksanakan kewajiban untuk terus menjaga dan mengamalkan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW bagi sebagian orang yang memiliki pengetahuan memadai di bidang ilmu agama, mempunyai panggilan jiwa untuk menyampaikan pengetahuan yang dimilikinya kepada masyarakat. Baik melalui TPQ dan Madrasah, guru ngaji non formal di masjid, mushola dan majelis talim. Adapun yang dipercaya oleh masyarakat  untuk menjadi lebe atau juru agama tingkat kelurahan, dan lain sebagainya.
Atas peran dan jasa tenaga keagamaan, Pemkot Tegal mengalokasikan anggaran yang diberikan kepada para tenaga keagamaan. Meskipun diyakini semua yang dilakukan oleh para tenaga keagamaan dilandasi oleh rasa ikhlas tulus untuk mengabdi kepada Allah SWT, dan mengabdi kepada umat.
Disebutkan Walikota, pemberian tersebut bukanlah merupakan honorarium yang aecara rutin diberikan setiap bulannya. Namun itu adalah bantuan jasa atau tanda asih bagi tenaga keagamaan masyarakat di Kota Tegal disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Saya berharap apa yang Pemkot Tegal lakukan mampu memberikan dampak positif bagi ibu bapak sekalian serta menjadi stimulus bagi peningkatan kinerja dan kiprah di masyarakat,” harap Walikota.
Melalui forum itu Walikota berpesan, sebagai tenaga keagamaan atau juru agama yang berada di tengah-tengah masyarakat, diharapkan agar mampu menjaga iklim kondusif yang sudah terbangun dengan cukup baik di Kota Tegal. Ibu-bapak sekalian harus mampu meredam setiap kemungkinan yang bisa berdampak pada konflik horizontal. Sekecil apapun gesekan yang timbul pasti akan memberikan ekses pada masyarakat.
Sehingga diharapkan dari kerja keras dan kerja ikhlas tenaga keagamaan terlahir generasi-generasi penerus yang Islami, bermental Qurani, dan berbudi pekerti. Selain itu, tenaga keagamaan juga menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian nilai-nilai agama Islam di tengah masyarakat. tio(r)

Share this article :