Home » » Sisdiono Ahmad : GTT Tak Perlu Khawatir Lagi

Sisdiono Ahmad : GTT Tak Perlu Khawatir Lagi

Written By suara rakyat on Thursday, December 3, 2015 | 1:50 AM

Tegal (suararakyattegal.com) - Kekhawatiran akan nasib Tenaga Guru Honorer ( GTT ) paska munculnya perhatian pemerintah terhadap penjaga sekolah yang bakal mendapatkan perhatian berupa kenaikkan honornya, patut di wajarkan. Pasalnya, Penjaga sekolah yang telah ber SK walikota bakal menerima honor sebesar Rp. 800.000/bulan, sedang GTT hanya menerima Rp 150.000/bulannya, dan itupun tergantung kebijakkan masing-masing sekolah melalui anggaran komite maupun BOS.
Jelas hal tersebut membuat miris para guru honorer maupun masyarakat yang mendengarnya. Penjaga sekolah yang bahwasannya hanya sebatas membantu lini pendukung kinerja ( Pembantu sekolah), sedang GTT sebagai pencipta generasi muda, hanya di bayar di bawah standar honor penjaga sekolah.
“ Wajar bila mereka ada reaksi, tapi setelah di jelaskan, mereka memahaminya, GTT sendiri juga kami perhatikan dengan memberikan tunjangan sebesar Rp250.000/bulan yang diambil setiap tiga bulan sekali” Tandas Sisdiono Ahmad, Komisi I DPRD Kota Tegal kepada SR.Senin(02/12) kemarin
Tambahnya, UU ASN No.5 Tahun 2014, tentang pengadaan tenaga kontrak sesuai dengan kebutuhan masing-masing dinas, terkait guru honorer atau GTT akan diangkat dengan SK walikota yang diatur sesuai dengan Perwal (Peraturan Walikota) sebagai guru tetap dengan honor sesuai UMR Kota Tegal.
“ Jadi begini, Sesuai dengan UU ASN No 5 Tahun 2014 tersebut pemerintah kota mempunyai kebijakan mengangkat menjadi tenaga honorer, baik guru maupun non guru di berbagai dinas kurang lebih 800 orang. karena kalau PNS guru tergantung kuota dari pemerintah pusat. Namun karena Pemerintah Kota Tegal melihat kesejahteraan GTT masih sangat di bawah standar maka pemerintah terpanggil hatinya dengan mengeluarkan SK Walikota tenaga honor  sesuai dengan UMR Kota Tegal kurang lebih Rp. 1.280.000. Nah terkait guru kontrak sendiri, mereka sudah memenuhi syarat dan tidak melihat dari sisi umur yang penting telah mengantongi SK kepala sekolah maupun komite. 
Apalagi kedepannya bakal ada pensiun masal para guru kurang lebih diatas 100 orang, jadi akan membutuhkan tenaga guru yang banyak meski sesuai dengan ijazah juga disesuaikan dengan kebutuhan masing masing sekolah. Misalnya spesifikasi mata pelajaran Bahasa Inggris ataupun mata pelajaran lainnya. Berarti mereka akan dijadikan guru kelas “ Jelasnya.
Tambahnya, secara umum dengan pengangkatan ini  diharapkan mereka lebih fokus dalam bekerja.GTT sendiri memiliki harapan kedepannya.dian(r)

Share this article :