Home » , » Lagi, Satu Keluarga Menghilang Di Bumiayu

Lagi, Satu Keluarga Menghilang Di Bumiayu

Written By suara rakyat on Sunday, January 17, 2016 | 1:01 PM

Bumiayu, (suararakyattegal.com) – Kabar yang ramai di perbincangkan terkait orang hilang kini belum sirna, kali ini satu keluarga terdiri dari tujuh anggota keluarga asal warga Dukuh Bayur Rt 7 Rw 6 Desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes telah  dilaporkan menghilang sejak pertengahan Desember 2015 lalu. Kuat dugaan, mereka menghilang lantaran mengikuti Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang saat ini kembali mencuat dibumi pertiwi ini.

Mereka dilaporkan ke Polsek Bumiayu oleh orangtuanya bernama Purwaningsih (57) Selasa (12/1) kemarin, dalam laporannya dia mengaku, kehilangan ketujuh anggota keluarganya. Mereka adalah Rifqi Nurdin (34) beserta istrinya Siti Jurohmah (37), Bilqis (12), Nabila (10), Abidal (7), dan Rufina (3). Selain itu juga Pipit Agustina (30), adik Rifqi.
"Mereka adalah dua anak saya, menantu, dan cucu," ungkap Purwaningsih ditemui awak media usai melaporkan.

Diceritakannya, ketujuhnya menghilang sejak 15 Desember 2015 lalu. Saat hendak berangkat, tidak ada pesan apapun yang ditinggalkan untuk orang tua mereka. 

Rifqi beserta keluarganya tinggal dengan mengontrak rumah di wilayah Rancakalong, yang masih satu wilayah  di desa Dukuturi. Sedangkan Pipit masih tinggal bersamanya dan sepengetahuan warga setempat, mereka berangkat pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, pergi menggunakan mobil berwarna putih.

Kekhawatiran Purwaningsih semakin bertambah, setelah mengetahui anak perempuannya juga ikut bersama mereka. Sejak saat itu, dia tidak bisa lagi menghubungi mereka.
Lebih lanjut Purwaningsih khawatir kepergian mereka ada kaitannya dengan jaringan organisasi terlarang seperti yang saat ini tengah ramai diberitakan di media.

Apalagi, Rifqi memiliki sifat pendiam maupun tertutup sempat ikut beberapa pengajian, yang salah satunya sempat dibubarkan aparat setempat, karena dianggap sesat. Dan untuk kesehari-hariannya Rifqi hanya beternak ikan lele. Saat pergi, dia membawa uang Rp11 juta dan dua unit sepeda motor lengkap dengan BKPB-nya untuk dijadikan modal membuka usaha di Sumatera," katanya.

Kecurigaan dia  atas sikap keseharain Rifqi dan Pipit sebenarnya sudah dirasakan, sebab belakangan Rifqi selalu mengenakan pakaian serba putih lengan panjang, begitu pula dengan Pipit yang tidak pernah lepas dari handpone miliknya.

Dengan peristiwa tersebut dia meminta didampingi perangkat Desa Dukuhturi, untuk  melaporkan hal itu ke Mapolsek Bumiayu. Laporan langsung diterima Kapolsek Bumiayu AKP Djoko Witanto dan Wakapolsek Ipda As'ari. 

Sementara Kapolres Brebes AKBP Harryo Sugihartono SIK MH melalui Kapolsek Bumiayu AKP Djoko Witanto mengatakan, mengakui adanya laporan warga yang kehilangan annggota keluarganya dan laporan tersebut pihaknya akan segera secepatnya ditindaklanjuti jajarannya.

"Laporannya sudah kami terima dan kita beri perhatian serius, mengingat perkembangan untuk saat ini kasus seperti ini sedang ramai diberitakan “ terang Djoko.

Djoko menambahkan, pihaknya akan menginfentarisir kemungkinan masih ada warga lain yang kehilangan anggota keluarganya yang mengalami nasib yang sama dengan mereka," terang Djoko saat ditemui diruang kerjanya Rabu (13/1) kemarin. imam(r)

Share this article :