Home » , » Muhni Nurhayati Penderita “Gizi Buruk” Butuh Perhatian

Muhni Nurhayati Penderita “Gizi Buruk” Butuh Perhatian

Written By suara rakyat on Wednesday, January 27, 2016 | 4:59 PM

Tegal, (suararakyattegal.com) - Kemiskinan bagi masyarakat tampak menjadi momok permasalahan yang rumit, pasalnya ditengah hingar bingar gemerlap Kota Tegal yang notabene hanya terdiri dari empat kecamatan masih saja ada warganya yang terkena gizi buruk. Hal ini jelas menggambarkan bahwa keseimbangan perikehidupan masyarakat dari sisi sosial ekonomi jomplang jauh dengan perkembangan pembangunan yang ada. 
Muhni Nurhayati (10) anak dari pasangan Heri Astuti (36) dan Tomo (40) warga jalan Puter Rt 8 RW 2 Kelurahan Randugunting Kota Tegal, merupakan salah satu anak yang dikatakan luput dari pantauan instansi atau lembaga kesehatan terkait, dengan penyakit Lupus dan Gizi buruk yang di derita selama 6 Bulan terakhir. 
Kendati perhatian dalam bentuk anjuran rawat inap di RSU Kardinah telah di dapatnya, namun kembali lagi faktor ekonomi tidak mendukungnya, pasalnya pendapatan sebagai penjaga jompo dan tukang becak sewaan tidak mencukupi untuk membiayai kelima anaknya, bahkan anak tertuanya mengalah untuk tidak bersekolah demi meringankan beban kedua orang tuanya.
“Iya mba, anak saya sudah dianjurkan untuk dirawat inap di RSUD Kardinah, namun saya terkendala ekonomi tidak mendukung untuk bolak-baliknya”, ujar Astuti, kepada wartawan Suara Rakyat. Selasa(26/1) kemarin.
Selama 6 bulan Muhni hanya tergeletak di kasur reot dengan menahan rasa perih karena kulitnya yang bersisik akibat gatal-gatal, tulangnya yang rapuh bila terbentur benda, serta rambutnya yang rontok dan berat badanya yang mengecil hingga di usia 10 tahun berat badan hanya 9 Kg. Belum lagi keempat anaknya sudah dua bulan ditinggal pergi suaminya tanpa pesan, tambahnya.
“Dulu waktu adik Muhni menderita gizi buruk mendapat perhatian berupa susu, biskuit dan oleh kader posyandu di beri makanan tambahan hingga kesembuhannya. Bahkan walikota dulu telah memberikan bantuan becak, agar untuk mencari uang tidak pakai becak sewaan lagi. Tetapi sekarang kami hanya mendapat perhatian biskuit saja dari puskesmas dan itu sudah lama, itupun hanya satu kali dengan alasan anak saya bukan balita penderita gizi buruk. Bahkan ada petugas puskesmas yang mengatakan agar anak saya di rukiyah saja, saya hanya menangis kok tega seorang petugas kesehatan mengatakan seperti itu”.Tandas Astuti sambil menangis.
“Kami dapat rujukan ke RSUD Kardinah, kalau anak saya di rawat lalu siapa lagi yang akan bekerja memberi makan anak saya lainnya, sedangkan suami saya sudah dua bulan pergi tanpa kabar apapun” Tambahnya .
Disisi lain, disampaikan Muji Widodo bagian Gizi Puskesmas Tegal Selatan kepada Suara Rakyat mengatakan, bahwa pihak Puskesmas akan memberikan bantuan intensif selama 3 bulan kepada balita penderita Gizi Buruk berupa PMT ( Pemberian Makanan Tambahan ) dan susu serta biskuit itupun kalau ada. Sementara karena terbentur anggaran bagi penderita gizi buruk bukan balita, maka kami akan beri rujukan ke RSUD Kardinah.
“Terkait kasus Muhni kita berikan rujukan ke RSUD Kardinah, kemudian kami akan beri biskuit dan susu kalau ada, sebab semua juga bergantung dari anggaran dan kemampuan Puskesmas” Tandas Muji.dn(r)

Share this article :