Home » , » Penemuan Bom Gegerkan Warga Dukuh Makamdawa Kabupaten Brebes

Penemuan Bom Gegerkan Warga Dukuh Makamdawa Kabupaten Brebes

Written By suara rakyat on Tuesday, February 23, 2016 | 7:40 AM

Tonjong, (suararakyattegal.com) - Warga Dukuh Makamdawa Desa Galuhtimur Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes digegerkan adanya penemuan sebuah bom aktif dialiran sungai kalisat. Bom mortir jenis 81 yang ditemukan salah seorang warga itu diduga peninggalan jaman perang gerilya, dan kini diamankan oleh petugas koramil 08 tonjong dan dikirim ke Makodim 0713 Brebes.
Bom yang diduga masih aktif tersebut ditemukan oleh Romy (35) warga setempat saat memancing ikan, awalnya Romy merasa curiga melihat benda terbuat dari besi bagian ujungnya masih menancap dibawah tanaman dipinggir sungai. Dan karena penasaran akhirnya digali dan dibawa pulang kerumah sambil mengabarkan ketetangganya atas penemuan benda tersebut. Salah seorang tangganya mengetahui bahwa benda itu adalah bom yang sangat berbahaya, maka Romy pada malam harinya sekitar pukul 20.00 wib melaporkan kepada Kepala Desa, dan Kades melanjutkan laporannya ke anggota Babinsa Sertu Ali Mahfur dan  benda tersebut  sementara dibawa ke Markas Koramil 08 Tonjong untuk diamankan.
Komandan Koramil 08 Tonjong, Kapten Inf. Ngadino membenarkan adanya laporan pememuan sebuah benda yang diduga bom martir berbahaya, bom jenis 81  seberat 2 kilogram kondisi  masih utuh dan lengkap dan sudah berkarat, ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Ngadino menambahkan, Untuk penelitian lebihlanjut bom tersebut pihaknya langsung dikirim ke Kodim 0713 Brebes untuk diamankan. Dan pihaknya meminta serta menghimbau kepada seluruh warga masyarakat manakala melihat benda serupa untuk segera melaporkan ke petugas dengan maksud agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Dan dijelaskan Ngadino, mortir itu kemungkinan benda peninggalan jaman perang setelah kemerdekaan, mengingat penemuan barang tersebut berada diwilayah Dukuh Makam Dawa yang merupakan daerah salahsatu kawasan hutan maupun persembunyian para pemberontak perang. Mortir itu biasanya digunakan dengan memakai pelontar dan mortir jika meledak ketika ujungnya membentur ketanah yang keras, sedangkan mortir yang diketemukan itu tidak meledak karena jatuh ditanah yang lembek didasar, sehingga kondisi mortir yang ditemukan warga itu masih kondisi aktif dan berbahaya bagi warga.
Sementara Kepala Desa Galuhtimur Subandi mengakui, bahwa wilayah lokasi penemuan bom tersebut dulunya merupakan salah satu tempat peristirahatan para tentara kerajaan dalam perjalanan menuju Pajajaran Jawa Barat dalam menunaikan tugas perang, katanya. imam(r)

Share this article :