Home » , , » Sosialisasi Juknis Dana BOS Guna Antisipasi Penyimpangan

Sosialisasi Juknis Dana BOS Guna Antisipasi Penyimpangan

Written By suara rakyat on Thursday, February 25, 2016 | 2:11 AM

Brebes, (suararakyattegal.com) - Sebanyak 90 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Bendahara SMK se Kordinator wilayah (korwil) utara Kabupaten Brebes, mendapat sosialisasi petunjuk teknis (Juknis) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK. Mereka dilatih agar dalam pengelolaan dana BOS tidak terjadi penyimpangan dan juga pengelola tidak ketakutan akibat ketidaktahuan dalam mengalokasikan anggaran sesuai peruntukannya. 
“Kami sengaja mendatangkan anggota Tim Penyusun Juknis BOS Nur Irwanto MPd dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” ujar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Korwil Utara Drs H Ali Subchi MPd disela kegiatan, di Grand Dian Hotel, jalan Jenderal Sudirman Brebes, Selasa (23/2) kemarin.
Menurut Ali, dengan sosialisasi ini untuk memudahkan para Kepala Sekolah dan Bendahara memudahkan SPJ atau pelaporan. Pasalnya, ada perbedaan signifikan terkait dengan dana BOS SMA/SMK pada 2016 pada juknis dan aplikasi. 
Perbedaan lainnya dari segi besaran dan penyaluran. Alur penyaluran dana BOS SMA/SMK pada 2016 lebih ringkas. Kalau dulu pencairan dilakukan pemerintah pusat ke sekolah, pada tahun 2016, prosesnya dilaksanakan pemerintah provinsi. ''Dari pemprov langsung dicairkan ke sekolah,'' ungkapnya. 
Dasar pencairannya, lanjut Ali, menggunakan data pokok pendidikan menengah (dapodikmen). Mengacu surat Ditjen Pendidikan Menengah Nomor 7131/D/KU/2015 tentang persiapan pelaksanaan BOS 2016, pencairan dana BOS triwulan pertama (Januari-Maret) didasarkan pada dapodikmen 15 Desember 2015. 
Triwulan kedua (April-Juni) didasarkan pada dapodikmen 1 Maret 2016. Triwulan ketiga (Juli-September) memakai dasar dapodikmen 1 Juni 2016. Triwulan keempat (Oktober-Desember) didasarkan pada dapodikmen 21 September 2016. 
Selanjutnya, dinas pendidikan provinsi membuat SK dan menyalurkan BOS sesuai dengan juknis yang ditetapkan. 
Selain pencairan, besaran dana BOS SMA/SMK bertambah pada 2016. Yakni, dari Rp 1,2 juta per siswa per tahun pada 2015 menjadi Rp 1,4 juta per siswa per tahun pada 2016. Dengan demikian, ada kenaikan Rp 200 ribu per siswa. “Sekolah harus memperbarui aplikasi dapodik SMA/SMK sehingga data yang disajikan benar-benar valid,” kata Ali. 
Alih kelola dana BOS itu bisa jadi merupakan bagian dari peralihan SMA/SMK yang sepenuhnya dikelola provinsi pada 2017. tio(r)

Share this article :