Home » , » Walkot Tegal Bersama Warga Gencar Laksanakan PSN

Walkot Tegal Bersama Warga Gencar Laksanakan PSN

Written By suara rakyat on Wednesday, February 17, 2016 | 2:16 AM

Tegal, (suararakyattegal.com) - Wali Kota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno bersama Kader Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melaksanakan PSN di wilayah RW 03 Kelurahan Tunon Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, Senin (15/2) kemarin. Hal itu dilakukan karena meningkatnya kasus warga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tegal.

Bermodalkan senter, walkot bersama Plt Sekda Kota Tegal Dyah Kemala Sintha SH MH dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr Abdal Hakim Tohari Sp RM MMR serta Kepala SKPD di Lingkungan Pemkot Tegal menyambangi tempat penampungan air milik warga yang anggota keluarganya pernah terjangkit DBD.

Wali kota memeriksa bak dan gentong penampungan air satu persatu dengan senter untuk melihat jentik-jentik nyamuk dengan teliti. Terlihat jentik-jentik nyamuk terlihat berenang di air dalam bak maupun gentong yang diperiksanya bersama kader.

Apa yang dilaksanakan tersebut dalam rangka Penyelenggaraan Sosialisasi Penggerakan Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dibuka oleh wali kota di Balai Kelurahan Tunon. Gerakan serentak se-Kota Tegal ini diikuti oleh 1080 kader dengan setiap kelurahan menyertakan 40 kader.

“Lingkungan kita jaga, barang-barang yang tidak dimanfaatkan lagi tidak dieman-eman untuk dikubur, kolam kemudian kelambu dan anti nyamuk. Pencegahan lebih murah biayanya dari pengobatan. Jangan kita punya sifat masa bodoh apalagi berkaitan dengan DBD. Kita harus punya kesadaran tinggi untuk mencegah daripada mengobati,” ungkap wali kota.

Wali kota juga meminta masyarakat untuk laksanakan 3M Plus secara bersama-sama dan yang dampaknya dirasakan oleh lingkungan. “Gerakan 3M plus bisa dilakukan di lingkungan sendiri. Tetapi sekarang masalahnya masyarakat punya kepedulian atau tidak. Jika satu rumah bersih tetapi tetangga tidak menjaga lingkungan maka sama saja penyakit dapat
ditularkan. Program ini dilakukan bersama-sama di lingkungan kita, dari tingkat RT, RW dan kelurahan,” tuturnya.

Sementara itu, Abdal Hakim mengatakan, DBD merupakan penyakit endemis di Kota Tegal. Sejak kemunculannya, jumlah kasus DBD mengalami fluktuasi dengan kecenderungan tinggi pada setiap tahunnya. Selama lima tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan. Tahun 2011 sebanyak 31 kasus (angka insiden/IR 12,65 per 100.000 penduduk) degan 0kematian. Tahun 2012, sebanyak 14 kasus (IR 5,71 per 100.000 penduduk) dengan i kematian. Tahun 2013 sebanyak 73 kasus (IR 29,79 per 100.000 penduduk) dengan 0 kematian. Tahun 2014 sebanyak 83 kasus (IR 33,93 per 100.000 penduduk) dengan 1 kematian dan tahun 2015 sebanyak 63 kasus (IR 25,71 per 100.000 penduduk) dengan 6 kematian. Terangnya. dn(r)

Share this article :