Home » , , » BPN Brebes Selesaikan 5000 Prona

BPN Brebes Selesaikan 5000 Prona

Written By suara rakyat on Thursday, April 14, 2016 | 2:12 AM

Brebes, (suararakyattegal.com) - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Brebes Gunung Jayalaksana mengatakan, untuk mendukung percepatan program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat  menargetkan 5000 bidang. Terdiri atas 3.450 bidang program nasional agraria (Prona) Umum dan 1.050 bidang Prona khusus Petani Bawang. 
“Khusus untuk prona petani bawang, akan dirampungkan pada akhir April, dan sekarang sudah selesai 300 bidang,” kata Gunung saat ditemui di ruang kerjanya kantor Pertanahan Jalan Yos Sudarso Brebes, Selasa (12/4), kemarin.
Lanjutnya, dari 1.050 bidang, diperuntukan bagi warga kurang mampu di Kecamatan Larangan sebanyak 550 bidang dan Kecamatan Wanasari 500 bidang. 
Warga yang mendapat prona petani bawang di dua wilayah tersebut sebelumnya telah mengajukan permohonan kepada desa, mempunyai tanah milik, tidak sengketa, belum bersertifikat, warga setempat dan warga petani. “Untuk pemerataan, masing-masing warga hanya mendapatkan satu bidang saja,” jelasnya.
Gunung menandaskan bahwa BPN tidak melakukan pungutan liar apapun, karena Prona sudah dibiayai APBN. “Nol rupiah, saya tegaskan nol rupiah,” tandasnya.
Ditunjuknya Kabupaten Brebes sebagai pilot project atau proyek percontohan program penanggulangan kemiskinan terpadu, yang diberi nama Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat bagi BPN sangat mendukung. Dan ini merupakan langkah ibadah dengan jalan bergotong royong.
Namun demikian, Gunung menandaskan bahwa untuk masyarakat yang mampu tidak dibiayai APBN. Tetapi membiayai sendiri dengan besaran biaya sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 128 tahun 2015 tentang jenis dan tarif atas penerimaan Negara bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN. “Masa orang kaya masih minta dibiayai APBN?,” cetusnya.
Besaran dana tersebut sejumlah Rp 933.560,- dengan rincian untuk pelayanan pengukuran dan pemetaan Rp 268.000,-, biaya kutipan surat ukur Rp 100.000,-, biaya pelayanan tematik Rp 75.000,-, biaya pelayanan pemeriksaan tanah Rp 440.560,- dan biaya pendaftaran putusan hak atas tanah sebesar Rp 50.000,-. Dana tersebut disetor ke Kas Negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kalau kemudian timbul pembiayaan diluar ketentuan tersebut, seperti ada ponogoro, biaya transport karena melalui pihak ketiga dan lain-lain yang menurut Gunung tidak tahu, bukan ranah BPN untuk mencegahnya. Makanya Gunung mengajak kepada masyarakat untuk segera mendaftarkan tanahnya secara pribadi. Masyarakat bisa datang langsung ke Kantor Pertanahan Kabupaten Brebes di Jalan Yos Sudarso no 3 Brebes, jangan melalui calo. “Untuk menghindari pungutan liar, datanglah sendiri ke BPN,” ajaknya.
Sedangkan bagi yang tanahnya sudah bersertifikat, dia menghimbau untuk menjaga dengan baik sertifikat tersebut. Juga bisa memanfaatkan dan menggunakan sertifikat hak atas tanahnya dengan baik, seperti untuk agunan Bank dan lain-lain. “Jangan lupa menjaga dan memelihara tanahnya, dan juga beri tanda atau patok batas tanahnya,” pesan Gunung. tio(r)

Share this article :