Home » , , » BK Bakal Panggil Para Saksi -Dugaan Kasus Perzinahan Oknum Anggota DPRD

BK Bakal Panggil Para Saksi -Dugaan Kasus Perzinahan Oknum Anggota DPRD

Written By suara rakyat on Wednesday, May 18, 2016 | 12:22 AM

Abas Toya Bawazir
Tegal, (suararakyattegal.com) – Badan Kehormanatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, usai melakukan klarifikasi dengan suami korban (IM) bakal panggil saksi dugaan kasus perzinahan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota DPRD dari Partai PPP (S).

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Tegal, Wiwik Mastuti melalui anggotanya, Abas Toya Bawazir , berjanji akan menindaklanjuti kasus dugaan perzinahan yang dilakukan oknum anggota DPRD Kota Tegal sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Kami baru memintai keterangan dari suami korban, selanjutnya kami juga akan memanggil para saksi untuk dimintai keterangan. Hasil sementara masih dalam pengembangan penyidikan dari kami (BK-red), dan belum ada berkas baru yang masuk ke kami,” ujarnya, usai melakukan klarifikasi dengan suami korban di ruang rapat Badan Kehormatan DPRD Kota Tegal, Selasa (17/5) kemarin.

Menurutnya, jika BK masih membutuhkan keterangan dari pihak pelapor, maka suatu saat akan memanggil kembali suami korban tersebut. Dia menegaskan, BK akan bekerja secara profesional, tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Kerja BK, sebelumnya telah dibuktikan dengan memberikan teguran kepada anggota dewan yang diyakini menjadi makelar
jabatan.

“Kami tidak akan sembarangan dalam memberi keputusan dan jangan sampai salah. Namun kami tetap akan memberikan keputusan jika memang terbukti bersalah, karena ini menyangkut harkat martabat dan kewibawaan kehormatan DPRD Kota Tegal,” katanya.

Abas menambahkan, jika ini terbukti dilakukan oleh anggota dewan, BK akan memberikan sanksi tegas. “Rencana kami besok di jam yang sama juga akan memanggil para saksi terkait kasus ini,” tambahnya.

Sementara suami korban (IM), warga Desa Kedungtukang Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes, didampingi mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) usai dimintai keterangan oleh BK mengatakan, materi yang ditanyakan oleh BK hanya sebatas klarifikasi. Mereka menanyakan tentang seputar laporan ke Polres Tegal Kota.

“Apa yang mereka tanyakan sudah saya sampaikan semua, seperti halnya tentang bukti pelaporan saya ke Polres dan sebagainya. Kami hanya berharap adanya keadilan, karena kasus ini jelas sudah merusak keharmonisan dan hubungan keluarga saya. Maka dari itu saya minta keadilan, jika memang bersalah mohon untuk adanya ketegasan dalam memberi sanksi,” harapnya.

Sisi lain, salah seorang perwakilan Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Peduli untuk Rakyat (Gemmpur) Kota Tegal, Komarraenudin (Udin Amuk) mengatakan, maksud kedatangan ke gedung dewan ini adalah untuk mengawal pelapor yang merupakan suami korban perzinahan yang dilakukan oknum anggota dewan.

Udin menambahkan, pelapor mendapat undangan dari BK DPRD Kota Tegal, guna dimintai klarifikasi/keterangan terkait pelaporannya kepada Polres Tegal Kota beberapa hari lalu.

“Kami beserta teman-teman mengawal pelapor atau suami korban yang saat ini sedang dipanggil BK guna dimintai keterangan seputar kasus pezinahan tersebut. Kami mengapresiasikan tindakan cepatnya BK terbukti dalam waktu satu hari langsung memanggil pelapor guna dimintai keterangan. Kami berharap BK bekerja secara profesional, tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Kedepan kami juga akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.her(r)

Share this article :