Home » , » Presiden Jokowi Pertanyakan Perkembangan Kawasan Kampung Deret Nelayan

Presiden Jokowi Pertanyakan Perkembangan Kawasan Kampung Deret Nelayan

Written By suara rakyat on Friday, June 17, 2016 | 11:39 AM

Tegal, (suararakyattegal.com) - Pembangunan Kawasan Kampung Deret Nelayan di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat menjadi perhatian Presiden RI H. Joko Widodo.
Jokowi menanyakan, tentang perkembangan pembangunan kawasan tersebut kepada Walikota Tegal KMT Hj Siti Masitha Soeparno saat Walikota menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Kota Tegal tepatnya di Bahari Inn Hotel, Kamis (16/6) kemarin.

Kedatangan Presiden di Kota Tegal untuk berbuka puasa, beristirahat dan bermalam usai kunjungan kerja meresmikan jalan Tol Pejagan-Brebes Timur di Exit Tol Brebes Timur Kabupaten Brebes. Presiden juga melanjutkan agendanya untuk melaksanakan sholat Isya dan Tarawih dalam rangka Tarawih dan Silaturahmi (Tarkhim) di Masjid Pondok Pesantren Attauhidiyyah Giren Talang Kabupaten Tegal yang dipimpin oleh Syekh Sa’id bin Armia.

“Beliau sangat senang dan langsung menanyakan perkembangan tentang pembangunan kawasan untuk perkampungan deret nelayan,” kata Walikota usai berbincang sejenak dengan Presiden di Lobby Bahari Inn Hotel.

Walikota menyampaikan kepada Presiden, bahwa pembangunan Kawasan Kampung Deret Nelayan sampai saat ini tetap berjalan dibawah  koordinasi Kementerian terkait yakni Kementerian BUMN dan Kementerian PU Pera.

“Beliau pun menyampaikan bahwa ingin sekali melihat, dan Insya Allah fisik akan lebih terlihat awal tahun depan dan akan diagendakan oleh Bapak presiden untuk hadir dan melihat perkembangan pembangunan Kampung Deret Nelayan,” jelas Walikota.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Tegal bekerja sama dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah merencanakan pembangunan Kampung  Deret Nelayan di Kelurahan Tegalsari bagi nelayan Kota Tegal. Pembangunan kawasan ini sebagai langkah penataan perkampungan nelayan di Kota Tegal agar wajah Kota Tegal tidak lagi terkesan kumuh.

Penataan Kampung Nelayan ini merupakan proyek percontohan nasional dengan menggunakan lahan seluas 35 hektar. Sementara anggaran pembangunan menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social reponsibility/SCR) BUMN. tio(r)



Share this article :