Home » , » Panwas Brebes Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipasif

Panwas Brebes Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipasif

Written By suara rakyat on Saturday, September 24, 2016 | 12:04 AM

Brebes, (suararakyattegal.com) - Indek Kerawanan Pemilu (IKP) pada Pilkada Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tegolong tertinggi dibanding dengan daerah-daerah lain di Provinsi Jawa Tengah.
Hal itu terungkap saat digelar Sosialisasi Pengawasan Partisipasif Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2017 di sebuah Rumah Makan kawasan Jalan Lingkar Kecamatan Bumiayu, Kamis (22/9) kemarin.
Komisioner Panitia Pengawas Kabupaten Brebes, Divisi Pencegahan dan hubungan antar lembaga, Wakro, mengatakan IKP di Brebes tertinggi dengan banyak indikator.
"Indek Kerawanan Pemilu atau IKP Brebes ini tertinggi di Jawa Tengah," ujarnya.
Indikator kerawanan itu ada 31 dan Brebes paling tinggi. Diantaranya kerawanan, diantara masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT), masalah netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan masalah money politik.
"Berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, ada permasalahan di DPT," kata Wakro.
Dikatakan, pada Pilkada 2012 lalu juga sempat terjadi sengketa yang sampai dibawa ke meja Mahkamah Kontitusi (MK) untuk menyelesaikannya.
Adanya tingkat kerawanan yang tinggi itu diharapkan dapat diatasi dengan adanya peran masyarakat untuk melakukan pengawasan yang berisfat partisipasif.
"Melalui sosialisasi ini sangat diharapakan dapat menekan terjadinya kerawanan," tandasnya.
Sementara, Moh Subkhan nara sumber yang juga Komisiner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Brebes mengungkapkan, masyarakat di Brebes dalam melaksanakan demokrasi masih ada yang apatis dan transaksional. Bahkan ada pula yang menjadikan pesta demokrasi sebagai ajang untuk berjudi.
"Itu yang terjadi di Brebes, sehingga demokrasi ini belum berjalan dengan baik," katanya.
Melalui pengawasan dari masyarakat diharapkan pesta demokrasi terutama Pilkada 2017 mendatang dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan harapan rakyat.
Sementara itu, Samsul Ma'arif MPd pembicara lainnya menilai, pendidikan politik di Kabupaten Brebes tidak berjalan dengan baik. Partai politik yang semestinya melakukan pendidikan politik kepada masyarakat tidak melakukannya bahkan yang terjadi sebaliknya.
"Partai politik tidak melakukan fungsinya memberikan pendidikan politik kepada rakyat, karena ketika masyarakat cerdas dalam demokrasi justru akan meninggalkan partainya," terang Samsul dalam diskusi yang dimoderatori oleh Slamet Riyadi, aktivis LSM.
Sosialisasi Pengawasan Partisipasif Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2017 yang digelar oleh Panwaslih Brebes, diikuti oleh berbagai elemen masyarakat di wilayah Brebes bagian selatan. Diantaranya aktivis pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya.
Caption: Diskusi dalam rangka sosialisasi pengawasan partisipasif pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2017, Kamis (22/9) kemarin. tio(r)

Share this article :