Home » , , » 250 Peserta Napak Tilas Dituntut Berprestasi Dan Tidak Korupsi

250 Peserta Napak Tilas Dituntut Berprestasi Dan Tidak Korupsi

Written By suara rakyat on Tuesday, November 1, 2016 | 1:24 AM

Brebes, (suararakyattegal.com) - Ketua Dewan Harian Cabang Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan 45 (DHC BPK 45) Ir Iskandar MM mengajak generasi muda untuk terus berprestasi, jangan sampai korupsi. Dengan prestasi yang tinggi, maka segala cita-cita akan mudah diraih.

Demikian disampaikan Iskandar, ketika menyampaikan sambutan pelepasan Napak Tilas Pejuang 45, di Kalibaya, puncak gunung Lio, Salem, Sabtu(29/10) kemarin.

Generasi muda, lanjut Iskandar, menjadi generasi yang didambakan. Oleh karena itu jangan sampai terjerumus kedalam jurang kenistaan, seperti korupsi, narkoba, seks bebas dan perilaku menyimpang lainnya. “Katakan tidak untuk korupsi, narkoba dan seks bebas!” ajak Iskandar dengan suara lantang.

Sementara tokoh pejuang 45 H Soewardi Wiryaatmadja SH mengajak kepada generasi muda agar jangan sampai melupakan sejarah (Jasmerah). Sebab lewat sejarah akan dipetik hikmah terbaik untuk menatap langkah masa depan yang pasti. Seperti halnya Napak Tilas ini, merupakan langkah terbaik bagi generasi muda untuk melihat sejarah secara langsung bagaimana perjalanan para pejuang terdahulu mempertahankan wilayah Kabupaten Brebes dari cengkeraman penjajah. “Dulu, Ibu kota kabupaten Brebes pernah pindah ke Ciputih, ke Salem ini,” terang tokoh Brebes yang kini berusia lebih dari 80 tahun itu.

Peserta Napak Tilas yang berjumlah 250 orang itu, dilepas Sekda Brebes H Emastoni Ezam mewakili Bupati Brebes dengan mengibaskan bendera start. Para peserta tampak senang gembira mengikuti kegiatan tersebut, terbukti selalu menyanyikan lagu-lagu perjuangan maupun lagu-lagu pramuka.

Ketua Panitia Abdul Kodir menjelaskan, napak tilas dimaksudkan untuk mereview jejak para pejuang 45 yang telah mempertahankan Kabupaten Brebes dari pegunungan Lio hingga desa Ciputih, Salem Kabupaten Brebes.

Dalam perjalanan sejauh 7 kilometer mengambil start dari Kalibaya, Pasirpanjang, Pabuaran, Bentar, Bentarsari dan berakhir di Ciputih. Dengan medan yang berat, peserta diharapkan bisa menemukan kembali semangat juang yang telah dibangun para pendiri bangsa ini. “Sejak star hingga finish, perjalanan peserta akan mendapatkan penilaian dari dewan juri,” tuturnya. 

Di desa Ciputih, para peserta akan menginap dalam bentuk perkemahan dan dilangsungkan sarasehan dan berbagai perlombaan yang bertemakan nasionalisme. Tiap regu napak tilas, beranggotakan 8 orang putra dan putri dari berbagai gugus depan SMA/SMK/MA. “Juga dari Saka Wira Kartika, binaan Koramil setempat,” terangnya.

Dalam dialog semalam, para tokoh masyarakat desa Ciputih dan tokoh pemuda setempat mendesak kepada DHC BPK 45 agar merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Brebes untuk mendirikan monumen Perjuangan kabupaten Brebes di Dukuh Kecepet, Desa Ciputih. tio(r)

Share this article :