Home » , » Jangan Takut Bayang-Bayang Jadilah Anak Bangsa Yang Kuat

Jangan Takut Bayang-Bayang Jadilah Anak Bangsa Yang Kuat

Written By suara rakyat on Saturday, December 3, 2016 | 12:24 PM

Brebes, (suararakyattegal.com) - Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyah Habib Luthfi bin Ali bin Yahya mengajak kepada seluruh anak bangsa agar tidak kerdil, berkecil hati dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, kekhawatiran itu wajar namun jangan sampai mengecilkan hati. Takut dengan bayang bayang sendiri. 
“Tunjukan kalau kita menjadi anak bangsa yang kuat, berada dalam bangsa yang kuat, ketahanan nasional kita juga kokoh,” ajak Habib Luthfi saat mengisi mauidlatul khasanah Istighosah.
Diakui Habib, saat ini banyak berusaha memecah belah bangsa. Yang tentunya membikin keresahan dan kegelisahan masyarakat, juga membuat kekhawatiran aparat keamanan. Tetapi upaya pemecahbelahan bangsa Indonesia tidak akan terjadi kalau kita semua menjaga persatuan, menguatkan barisan antara ulama dan umara. “Kita harus malu pada Sang Merah Putih, karena bendera bangsa Indonesia didapat dengan tetesan darah, nyawa bahkan anggota keluarga, akankah kita cuma lesu tak berbuat untuk mempertahankan NKRI?” tegasnya.
Kandungan merah putih, lanjutnya, menjadi kehormatan bangsa. Untuk itu perlu disyukuri dengan litaarofu, saling kenal mengenal. Perbedaan menjadi berkah, karena orang yang paling mulia yang di sisi Allah hanyalah yang paling bertakwa. Orang yang bertakwa tentunya menjadi  pengayom, penyejuk, bukan pemecah belah. “Mari kita perkokoh NKRI, dengan bangga menjadi bangsa Indonesia, NKRI Harga Mati,” teriak Habib disambut ribuan hadirin. 
Habib menandaskan, ketika Allah memberi rasa kekhawatiran, ketakutan, maka pasrah pada Allah, dalam jaminannya harus ada usaha. Seimbangkan tawakal alallah dan ikhtiar. 
Kadang ketika memiliki istri muda, khawatir jangan jangan menjadi janda muda. Punya anak anak kecil, khawatir jangan jangan jadi anak yatim. Ketika Isroil datang memanggil, apakah kita sudah siap dengan bekal menghadap-Nya?
Para aulia, kata Habib, juga punya kekwatiran. Tetapi berbeda dengan manusia awam seperti kita. Karena manusia awam hanya berfikir masalah perut dan duit. Sedangkan Aulia, khawatir dengan selalu munajat kepada Sang Khalik untuk memerangi hawa nafsu, untuk menjernihkan nafsu dari bisikan setan yang memanjakan dan juga membanting. 
Rasa khawatir, kata Habib, juga kadang sebagai bekal untuk menjadi kekuatan. Tergantung bagaimana kita prasangka baik apa buruk. Kalau berprasangka baik maka akan memetik yang baik, demikian pula sebaliknya.
Istighosah diprakarsai Polres Brebes sebagai upaya menjaga kebhinekaan dalam persatuan dan kesatuan bangsa. Karena ditengarai, menurut Kapolres Brebes AKBP Luthfi Sulistiawan semangat persatuan dan kesatuan mulai luntur yang mengakibatkan menurunya semangat kebangsaan.
Kapolres juga menjelaskan, kalau sekarang Polri tengah mengembangkan polisi masyarakat. Dalam artian peran serta masyarakat sangat dikedepankan. Termasuk dengan peran ulama dan umara yang bersatu, akan memperkokoh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. 
Senada, Plt Bupati Brebes Budi Wibowo tidak dipungkiri ada potensi yang memecah belah NKRI. Untuk itu, Budi mohon doa restu kepada seluruh ulama dan pengunjung agar Brebes tetap aman, damai sejahtera dan berkeadilan. 
Dia juga mengingatkan agar masyarakat bersama-sama mensukseskan pesta demokrasi. “Memilih hukumnya wajib, untuk itu, hadir dan gunakan hak pilihnya. Walau berbeda pilihan, tetaplah menjaga persatuan dan kesatuan,” ajaknya. tio(r)

Share this article :