Home » , , , » Siswa Akper Kota Tegal Dituntut Belajar Seperti Biasa

Siswa Akper Kota Tegal Dituntut Belajar Seperti Biasa

Written By suara rakyat on Thursday, March 23, 2017 | 8:43 AM



Tegal, (suararakyattegal.com) - Bermula dari tahun 2012 di mana pemerintah mengesahkan UU Perguruan Tinggi (Dikti) No 12 tahun 2012, sehingga memunculkan permasalahan di Akademi Perawat (Akper) milik Pemerintah Kota Tegal. Dimana dalam UU tersebut menyatakan bahwa hanya ada 2 Perguruan Tinggi, yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Wali Kota Tegal KMT Hj Siti Masitha Soeparno melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal Dr Suharjo MM mengatakan, sebelum keluarnya UU Dikti No 12 tahun 2012 izin operasional Akper Pemkot Tegal adalah Surat Keputusan (SK) Menteri Nomor HK.0301/I/II/4/01550/2011 dari Menteri Kesehatan RI, yang menyatakan perpanjangan izin penyelenggaraan pendidikan Akper pemkot diberikan untuk penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2011/2012 dan tahun akademik 2012/2013 sampai peserta didik menyelesaikan masa studinya.
“Dan pada poin 3 setelah perpanjangan izin tersebut ditetapkan, agar segera melakukan alih bina ke Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional,” jelas Suharjo yang didampingi Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Tegal Hendiati Bintang Takarini, saat jumpa pers terkait permasalahan Akper Kota Tegal, Rabu (22/3) sore, kemarin.
Suharjo mengatakan, tahun 2012 Kemendiknas menerbitkan SK Alih Bina Nomor 354/E/O/2012. Dimana pada poin 5 akademi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah wajib menyelaraskan program studi sesuai dengan peraturan perundang-undangan paling lambat 2 tahun sejak keputusan menteri tersebut.
“Atas dasar itu, maka semenjak tahun 2016/2017 Akper Pemkot Tegal tidak boleh menerima mahasiswa baru. Namun kita bersyukur dengan terbitnya surat Mendagri RI Nomor 440/820/Bangda tanggal 17 Februari 2017, perihal Percepatan Proses Peralihan Perguruan Tinggi Kesehatan Milik Pemda (PTKESDA),” katanya.
Pasca menerima surat Kemendagri RI, lanjut Suharjo, Pemkot Tegal melakukan upaya konsultasi ke Kementerian Ristek Dikti dan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Berdasarkan surat Kemendagri tersebut, Pemkot Tegal bergerak cepat dengan mengutus Kepala Dinkes, Kepala Disdik, Kepala Bagian Hukum untuk melakukan konsultasi dan pendalaman tentang surat Kemendagri tersebut.
“Hingga tanggal 20 Maret 2017 kami bertemu langsung dengan Dirjen Kelembagaan Kemenristek Dikti DR Ir Patdono Suwignjo dan BPP SDM Kemenkes. Selanjutnya kami konsultasi tentang proses penggabungan perguruan tinggi milik Pemda di Kemenko PMK. Atas penjelasan dan arahan sinkronisasi data dari Kemenkes dan Kemenristek Dikti, bahwa
data Akper milik Pemkot Tegal masih berada di Kemenkes,” ungkapnya.
Sedang hasil konsultasi dengan Kemenristek Dikti, kata Suharjo, bahwa Akper telah tercantum dalam 22 Akper yang kemungkinan bergabung ke Poltek Kemenkes dan menjadi pilihan utama bagi perguruan tinggi kesehatan milik pemkot. Pemkot menurutnya, disarankan agar melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Selanjutnya Pemkot melakukan
koordinasi dengan Kemenkes dan hasilnya yaitu, Pemkot Tegal disarankan mengajukan surat permohonan bergabung bagi Akper Pemkot ke Kemenkes RI.
“Atas dasar hasil konsultasi tersebut, maka kami (Pemkot Tegal) pada 20 Maret 2017 mengajukan permohonan kepada Kemenkes RI melalui surat Nomor 421.5/005 perihal Permohonan Penggabungan Akper ke Kemnkes RI. Surat permohonan itu akan segera ditindaklanjuti oleh Kemenkes dengan visitasi dan langkah lanjutan. Jadi apa yang dilakukan Pemkot Tegal bukan semata karena adanya tekanan, namun berdasarkan konsultasi dan
aturan yang ada,” pungkasnya.
Walikota Tegal Hj KMT Siti Mashita Soeparno melalui Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Tegal Dr Suharjo, MM yang didampingi Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Tegal Dra Hendiati Bintang Takarini MM, mengatakan, siswa Akper Kota Tegal diharapkan jangan cemas, dan tugas pelajar adalah belajar konsentrasi sebagaimana mestinya saja supaya mendapat hasil yang membanggakan dan menjadi perawat yang handal. tio(r)
Share this article :